<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347</id><updated>2012-01-28T03:49:29.641-08:00</updated><category term='Shirah Shahabat'/><category term='seri remaja'/><category term='akhir studi'/><category term='berbagi semangat'/><category term='berbagi bahagia'/><category term='es campur ^^'/><category term='Mumtaz Story'/><category term='not crazy but fighting'/><category term='KarEna kiTa istiMewa'/><category term='Syair Sederhana'/><category term='replay my memory'/><category term='berbagi inspirasi'/><category term='berbagi kisah'/><category term='belajar banyak'/><category term='taujih penyemangat'/><category term='dakwah dan amanah'/><category term='Ngaji Terus Sampai Mati :)'/><category term='Belajar Nulis'/><category term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><title type='text'>theway (Mumtazah)</title><subtitle type='html'>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"
-Fushshilat:30-</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2651625773504573783</id><published>2012-01-27T08:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T08:18:42.792-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mumtaz Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi bahagia'/><title type='text'>Dia Yang Terbaik Bagiku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bapak, ayah, abi, okasan, tergambar sesosok galak, tegas, suka ngatur, dingin. Tapi, aku yakin tak semuanya seperti itu. Sosok yang tak pernah marah sama sekali, yang tak pernah berkata kotor meski hanya sekali, yang selalu mengajak bercanda, yang sering menawarkan berbagai makanan yang mau dibeli untukku, yang suka membanggakan anaknya. Dia yang membuatku waktu kecil belum bisa tidur jika dia belum pulang dan meninabobokkan, bercerita dongeng dan menyanyi untukku. Dia yang dari sejak kecil aku mengamati dan mengakui bahwa bapak adalah orang yang paling ganteng diantara bapaknya temen2ku. ^^ Dia yang selalu membangunkan shalat malam dan tak pernah meninggalkan puasa senin kamis.. Dia yang bijaksana, pekerja keras, halus tetapi tegas, yang menggunakan sabar sebagai pakaiannya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap pulang dari kantor seringkali membawakan makanan khusus untukku. Saat rapat kantor, dia tidak pernah memakan bagiannya dan ia bawa pulang untukku. Hingga sekarang ketika jalan bareng masih selalu menawarkan jajan, tapi aku  menggeleng dan mengatakan "aku masih kenyang". Ketika dia  menelponku, kata yang pertama diucapkan usai salam "halo, ini  dengan siapa ya?? Maaf mbak salah sambung...". Dia selalu bilang, "banyaklah bergaul dengan teman - teman dan berbuat baiklah dengan mereka". Teman - teman terdekatku dihafalnya dan mereka selalu bilang bahwa mereka sangat iri. "Nyari dewi mbak, dia baru aja keluar soalnya tadi ditunggu lama banget. Coba kamu telpon dulu, udah disms belum?" katanya saat temen2 pada datang. "Tadi udah janjian Pak, katanya mau nungguin. Ya udah saya coba telpon dulu Pak" -kena perangkap-. Dan aku di dalam kamar ketawa cekikikan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tak pernah melihatnya marah sama sekali. Saat aku berbuat kesalahan, maka aku hanya bisa menangis karena malu, padahal ia belum berkata satu patah kata pun. Suatu kali saat kecil aku berkata kasar, dia hanya diam dan aku tersadar "mengapa kau berkata kasar sedang bapak tidak pernah berkata kasar sama sekali?", lagi - lagi aku dibuatnya malu sendiri. Sejak saat itu, kata - kata itu tidak pernah aku ucapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia yang demokratis memintaku memilih jalanku sendiri asalkan aku bertanggung jawab penuh atas jalan yang aku pilih. Dia yang mendukungku mendalami agama saat ibu' belum mengkhawatirkanku. Dia yang mendukung mengenakan jilbab saat dulu ibu' masih melarangku. Dia yang tidak marah sama sekali saat aku diam - diam mengikuti tes dan diterima di universitas mahal. Saat itu aku hanya menangis mengatakannya dan bilang "aku tidak akan mengambilnya karena biaya yang mahal". Dia tegas berkata, "kamu akan sekolah di sana, aku yang akan membiayai semua yang kamu butuhkan". Air mataku semakin meledak bak bendungan yang sudah tak mampu menampung air hujan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia yang selalu membuatku tersenyum, yang suka mendengarkan ceritaku. Saat pulang ke rumah, cerita sana - sini siap ia dengarkan dan ibu' dari dapur berkata "Ada siapa itu kog berisik banget?" sambil menghampiri ikut nimbrung mendengarkan ^^. Dia tegar di tengah masalah keluarga, ada kalanya badai pasti menimpa seluruh keluarga dan dia hanya bilang, "Sabarlah..". Ya, dia jarang sakit karena hatinya lapang...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengajarkan kemandirian, tak pernah menemani kemanapun aku pergi setakut apapun diriku...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu yang lalu dadaku sesak dibuatnya, ia minta aku bercerita tugas akhir yang sedang aku kerjakan. Aku bilang "aku pusing, aku kesal dengan seseorang yang meremehkan kerjaku, aku marah - marah" dan dia bilang "Astaghfirullah...." lalu beranjak pergi. Saat itu aku tidak berani lagi marah - marah dengan orang yang sempat membuatku kesal, siapapun itu. Ia membuatku malu pada diri sendiri...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam do'a lirihnya aku mendengar, cukup membuatku gagal membendung air mata.. Ya Alloh, aku mencintainya.... Dan aku sadar kebahagiaan sejati buatku adalah karena aku memilikinya sebagai ayah... Alhamdulillaah....&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Izinkan aku menjadi seseorang yang terbaik buatmu dan menjadi kebanggaanmu sebagai anakmu... Ya Alloh lindungilah ia, berkahilah ia, panjangkanlah umurnya, dan jagalah ia dalam ketaatan kepada-Mu... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*lepas malam saat kerinduan menyelimutiku, ingin pulang dan bercanda lagi denganmu.. Ibu, jagalah Bapakku.. Bapak, jagalah Ibuku.... :) Semoga Alloh menjagamu dalam sehat, iman, dan ikhlas... Aku bangga memiliki kalian...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2651625773504573783?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2651625773504573783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2651625773504573783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2651625773504573783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2651625773504573783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2012/01/dia-yang-terbaik-bagiku.html' title='Dia Yang Terbaik Bagiku'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.797224 110.36879699999997</georss:point><georss:box>-7.8339385 110.33883999999998 -7.7605094999999995 110.39875399999997</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-7177451050818962591</id><published>2011-12-29T20:47:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T20:47:57.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi inspirasi'/><title type='text'>Golden Age, Bagaimana Mendidiknya?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah dari psikologi, "golden age", yaitu usia atau masa - masa dimana seorang manusia mudah menghafalkan dan menangkap suatu hal yang baru. Para psikolog memberikan range usia golden age adalah pada usia balita, khususnya usia tiga tahun. Tulisan ini terinspirasi dari adik yang aku ajarin baca iqra' yang berusia tiga tahun. Ketika ditawari mengajar anak usia tiga tahun, sempat juga tercenung, tiga tahun?? Akhirnya diterima dengan pertimbangan utama sebagai 'latihan', hahay... Kalau daurah pran*kah itu terlalu banyak teori menurut saya, tapi kalau mengajar adiknya kan langsung learning by doing.. Hoho.. Celetukan para akhwat ketika menerima undangan daurah pran*kah dari sang mr, "Mba, aq ga butuh daurah pran*kah, tapi aq butuh learning by doing aja.. Jadi, butuh yang nyata". ckckck, tapi itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang serius, mereka biasanya hanya bercanda. ^_____^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, bukan daurah yang menjadi bahasan utama, tetapi anak yang berada dalam range waktu 'golden age'. Kalau itu adalah waktu - waktu emasnya seseorang berada di tingkat kecerdasan paling tinggi, tentu kita sebagai orang tua dan calon orang tua tidak akan menyia - nyiakannya. Selain kita mengejar anak - anak tumbuh menjadi seorang yang sangat pintar, tentu juga sangat menyayangkan jika itu terlewatkan begitu saja. Lalu yang jadi pertanyaan adalah bagaimana mendidik si golden age yang tepat?? Kita pasti menyadari (jangan pura - pura lupa ya..) bahwa golden age adalah usia dimana anak - anak memiliki kecenderungan dan kesenangan menghabiskan waktunya dengan bermain, sangat sulit sekali untuk diajak belajar. Ada orang tua yang sangat mempressure anak - anaknya buat belajar, tetapi ada juga yang melewatkan usia emas ini dengan membiarkan anaknya bermain tanpa ada makna. Jadi, kita butuh penyikapan di tengah - tengah antara keduanya. Yaitu, mengelola usia tersebut tanpa melupakan masa bermainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan cerita sedikit tentang adik iqra' saya, sebut saja namanya ichal. Seorang anak usia tiga tahun yang kira -&amp;nbsp; kira selama dua bulan ini sudah memasuki playgroup milik seorang trainer nasional terkenal di Jogja. Anaknya sangat cerdas dan mudah sekali menangkap apa yang sudah saya ajarkan. Dalam waktu satu jam dia bisa menangkap dan menghafal enam huruf baru. Saya pikir itu sesuatu yang sangat baik untuk anak seusianya dan dia terus ingat. Berarti kesimpulan pertama adalah bahwa golden age itu benar ada pada usia tiga tahun. Pengenalan keenam huruf itu pada saat pertemuan pertama, kalau tidak salah dari huruf 'da' sampai 'sya' karena huruf sebelumnya sudah ia hafalkan. Pada pertemuan pertama itulah saya menganggap bahwa saya telah under-estimate dengan ichal. Awalnya saya berpikir bahwa saya akan kesusahan untuk mengajarinya iqra' karena usia tiga tahun itu adalah masa bermain dan nanti saya akan disibukkan untuk mengajaknya membaca di tengah - tengah saat dia bermain. Ya, anggapan itu salah. Pertemuan pertama dilalui dengan sangat lancar bahkan ichal tak rewel sedikitpun dan sangat penurut. "Anak yang baik dan pintar" batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan kedua aku sangat bersemangat untuk datang ke rumah ichal karena hanya dengan empat kali pertemuan dia akan berhasil mengkhatamkan iqra' satu. Waah hebat juga ya, setelah itu dia akan segera beranjak ke iqra' dua dan seterusnya, bisa jadi dengan segala tantangan yang akan dilalui maksimal usia lima tahun dia akan bisa membaca Alqur'an. Subhanallooh.. Itu perhitungan kasarku dan dengan simpelnya aku berpikir oh berarti seperti ini cara mendidik jundi/ahku nanti. Krik..krik..krik... Tapi, kali ini aku over-estimate. Saat aku mengajar ichal, baru dua huruf dia minta untuk berhenti bahkan huruf - huruf yang dia baca banyak yang salah. Bukan karena dia lupa dengan huruf - huruf yang telah dibaca, tetapi dia tidak berkonsentrasi. Gawat mood-nya belajar hilang, kali ini aku harus bersabar dengan ekstra untuk mengajaknya belajar. Inilah yang kusiapkan dari awal dan tidak kutemui pada pertemuan pertama. Berkali - kali sampai 'aki'-nya (baca: eyang kakung) ikut membantu saya membujuk ichal biar dia mau belajar, tetapi usaha itu sia - sia. Meski saya tidak berhasil memintanya untuk belajar lagi, dia kemudian mengambil buku cerita. Kemudian saya memintanya untuk memilih buku cerita yang paling dia suka dan diambilnya satu buku bersampul merah. Dengan niat akan membacakannya untuk ichal, aku baca judul ceritanya 'Aku Tidak Akan Ngompol Lagi' dan ichal menirukannya. Setelah itu aku buka halaman pertama saat mau membaca tiba - tiba ichal bercerita hampir mirip dengan halaman pertama. Hal itu terjadi sampai cerita selesai dan yang ia sampaikan benar - benar apa yang dia hafal dari dalam bukunya. Ya Alloh, cerdasnya anak ini.. Finally, hari itu ichal hanya nambah dua huruf. Mungkin hari ketiga dia akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ketiga, dengan langkah gontai karena kesehatan sedang terganggu, saya tetap menancapkan gas untuk pergi ke rumah ichal, toh juga hanya satu jam. Sesampainya di sana ternyata ichal masih belum mood belajar, terlihat dia sangat bosan dan hanya mendapat satu huruf dia langsung bermain ke tenda - tendaan dan mengambil mobilnya. Setelah sedikit dipaksa dan dibujuk rayu akhirnya berhasil menamatkan satu huruf lagi. Tetapi cukup sampai di situ, ichal tak mau baca lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ichal sedang libur sekolah playgroup selama dua pekan dan pekan ini yang terakhir. Agar ichal tidak hanya bermain di rumah saja, ibunya meminta saya untuk mengajarinya iqra' karena ibunya bekerja di luar rumah dari pagi sampai sore. Ichal setiap harinya ditemani aki dan satu lagi seorang wanita paruh baya, saya kurang begitu tahu beliau siapa. Keluarganya sangat baik dan sangat sayang sekali dengan si endut 'ichal' ^____^ Pekan depan karena sudah masuk sekolah, saya diminta ngajarin lagi setiap sabtu karena sekolah dari senin sampai jum'at. Yup, mengisi liburnya ichal agar tidak tersia - siakan untuk bermain saja. Begitulah pola didik ibunya yang positif untuk mengelola golden age anaknya terkasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini Singkat nan Sederhana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak kecil berusia balita sangat sulit untuk diajak duduk manis di depan meja dan dihadapkan buku untuk belajar. Interest-nya untuk mengikuti cara tersebut bisa jadi sesekali waktu (baca: tidak rutin). Keyakinan saya, ketertarikannya untuk belajar setiap harinya itu ada hanya saja tidak menentu waktunya. Namun, kita bisa juga membangun rutinitas anak kita mulai dari kecil bahkan memang harus kita bangun dari kecil kebiasaan - kebiasaan yang positif. Ini akan sangat baik dilakukan oleh seorang ibu karena dialah yang menjadi madrasah pertama dan yang paling tahu anaknya. Selain itu, tali fitrah seorang ibu dengan anaknya sangat kuat, begitulah Alloh menciptakan. Kesimpulan kedua: peran ibu dalam pendidikan anak di masa golden age adalah sangat penting. Sehingga, inilah kebutuhan seorang ibu untuk selalu membersamai sang buah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pembangunan ketertarikan anak untuk belajar itu tidak harus memaksa anak duduk di depan meja, tetapi bisa jadi diajak sambil bermain. Misalnya seorang ibu bermain tenda - tendaan dan memangku anaknya sambil membaca iqra', atau cara kasih sayang lain yang tidak melupakan dua aspek, yaitu belajar dan bermain. Kalau kita ingat profesor cilik penghafal Alqur'an dari kawasan Timur Tengah itu diceritakan bahwa dia mampu menghafal Alqur'an karena selalu membersamai orang tuanya saat mengajar Alqur'an. Tanpa disadari oleh orang tuanya, kebiasaan anaknya mendengarkan ibunya membaca Alqur'an bersama murid - muridnya itu direkam rapi dalam simpul - simpul otak sang anak. Sehingga, golden age adalah masa emas seorang anak menghafal sesuatu yang baru ia dengar dan pada usia inilah ingatannya sangat kuat sampai tua nanti. Jadi, mengajak belajar anak sudah tentu tidak dilakukan dengan cara yang kaku. Setiap harinya anak sudah diminta duduk manis di sekolahan dan di rumah masih diminta duduk manis lagi mendengarkan pelajaran yang lain. Ini akan membuat anak sangat bosan dan menjadikan bermain sebagai tempat pelarian yang bisa - bisa menjadi sulit untuk dikendalikan. Menjadi seorang ibu harus pandai - pandai memperhitungkan waktu anaknya untuk dibuatnya menjadi aktivitas rutin yang bermanfaat tanpa membuat anak merasa bosan dan terbebani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya itu sudah cukup karena saya sendiri juga belum berkeluarga, hehe berani - beraninya... Hanya ingin mengambil pelajaran kog dari daurah pran*kah learning by doing yang saya ambil sendiri. Tentu belajar dari kondisi realita sangatlah penting, tetapi saya juga tidak lupa bahwa de ichal hanya merupakan satu contoh sifat yang saya temui dari ribuan sifat anak - anak. Belum tentu pula buah hati saya nanti seperti ichal, tetapi sekiranya ini bisa menjadi pelajaran buat saya untuk 'memantaskan diri' menjadi seorang ibu.. ^_____________________^ [malu beud.. :p]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*lepas dhuha menjelang dzuhur di hari jum'at penuh keberkahan Alloh&lt;br /&gt;Ya Alloh, rahmatilah kami hari ini...&lt;br /&gt;Siang ini dua cintaku akan berangkat ke Tangerang untuk menghadiri undangan walimahan anak pertama om, semoga lancar perjalanannya, have a nice trip... ^-^&lt;br /&gt;Barakallohu lakuma wabaraka 'alaykuma wajama'a bayna kuma fii khoir... Amiin. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-7177451050818962591?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/7177451050818962591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=7177451050818962591' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7177451050818962591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7177451050818962591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/golden-age-bagaimana-mendidiknya.html' title='Golden Age, Bagaimana Mendidiknya?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8785195228888577944</id><published>2011-12-28T02:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-28T02:10:26.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KarEna kiTa istiMewa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi bahagia'/><title type='text'>Kecemburuan Akhwat Pada Bidadari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judulnya aneh, ga masalah... Itu tercetus ketika beberapa 'adik' saya sering menanyakan tentang bagaimana posisi wanita saat di surga nanti. "Mbak, klo laki - laki ketika di surga nanti kan mendapatkan bidadari bahkan lebih dari satu. Trus kita gimana dong mbak? Apalagi klo nanti kita sudah punya misua (panggilan sendiri dari saya dan temen2 ^^), berarti misua kita nanti juga dikerumunin oleh bidadari dong?" tanya mereka. Pertanyaan itu pernah terpikir pula olehku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata itu bukan pertanyaan satu atau dua akhwat saja, tetapi pada saat itu saya sedang mengikuti kajian di tanah kelahiran, ada seorang akhwat yang bertanya dengan inti pertanyaan yang sama. Memang itu menjadi kecemburuan tersendiri dari para kalangan akhwat.. Maunya juga dapat bidadara...^________^ [krik..krik...krik...], tapi kalau kita mencari - cari di dua dasar hukum kita, tidak akan pernah ditemukan bahwa Alloh menjanjikan bidadara bagi para perempuan yang masuk surga. Wajar kan klo kami para akhwat cemburu.. hehe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu ustadz tersebut menjawab, "Wanita di dalam Alqur'an maupun hadits memang tidak disebutkan bahwa mereka akan mendapatkan bidadara di surga seperti halnya laki - laki yang dijanjikan bidadari. Tetapi, dalam beberapa keterangan disebutkan bahwa para wanita surga itu nantilah yang akan menjadi seorang bidadari dan lebih dari bidadari yang Alloh ciptakan di surga. Jika mereka seorang istri, maka istrinya pun akan menjadi bidadari bagi suaminya dan bidadari ini tidak seperti bidadari biasa, tetapi lebih istimewa daripada mereka. Dan bagi seorang wanita, menjadi seorang bidadari itu sudah cukup. Lalu bagaimana dengan kecemburuan para istri ketika suaminya pun juga dilayani oleh para bidadari surga? Yang perlu kita ingat adalah di surga itu tidak ada lagi yang namanya sifat - sifat yang buruk. Cemburu adalah sifat yang buruk dan di surga sudah tidak akan ada lagi sifat cemburu. Allohu a'lam bishowab.."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat beberapa akhwat mungkin itu tidak cukup memuaskan. Tetapi, mari kita cermati lagi bagaimana nikmat yang luar biasa dari Alloh ketika kita menjadi seorang bidadari dan bukan bidadari yang biasanya. Seperti hadits Rasulullah disebutkan bahwa wanita dunia lebih baik dan lebih utama daripada bidadari di surga sebagaimana yang tampak darinya, yaitu shalatnya, puasanya, sedekahnya, dan amalan - amalan ibadah lain. Kalau di dunia saja banyak wanita yang berlomba - lomba untuk menjadi wanita paling cantik (secara fisik) sampai memubadzirkan banyak uang, bahkan untuk sedekah pun tak sebanding dengan yang ia gunakan hanya untuk mempercantik fisik. Tetapi hati wanita itu hanya untuk satu orang, kecenderungan kita memang tidak memiliki hati untuk dua, tiga atau empat laki - laki. Bahkan kecenderungan hati kita adalah posesif terhadap satu orang (yaitu misua kita nanti), maka tidak sedikit wanita yang menolak poligami meski akhwat sekalipun karena itu memang berat dan butuh keikhlasan hati yang luar biasa bagi seorang wanita. Jiiaaah, jadi curhat colongan... ^_____^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, kalau kita pikirkan lagi itulah kenikmatan yang luar biasa yang diberikan oleh Alloh, bukankah tidak lebih dari cukup jika kita masuk surga dan semua waktu kita hanya digunakan untuk menyembah pada Alloh? Sedangkan, Alloh mengatakan bahwa di surga nanti sudah tidak ada ibadah lagi, yang ada hanyalah kita menerima balasan dari semua amalan di dunia. Jadi ukhti, kalau kita akan menjadi ratunya bidadari kenapa mesti khawatir tentangnya? :) Saatnya membuat bidadari cemburu pada kita sista.... ^-^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allohu a'lam bishowab, yang pasti Alloh itu Maha Adil, Yang Maha Mengetahui hati, perasaan dan kebutuhan kita... Sepertinya cukup, klo nanti ada ilmu lagi insya Alloh dibagi... Jika ada yang tahu ilmu tentangnya, boleh dong ikut berbagi di sini...&amp;nbsp; :) :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*tempat yang tenang di perpusatakan UPT 1 UGM&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjelang senja, tepat miladnya desi. Barakallohu fi umrik ya sayang... Semoga makin dicintai oleh Alloh... :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8785195228888577944?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8785195228888577944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8785195228888577944' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8785195228888577944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8785195228888577944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/kecemburuan-akhwat-pada-bidadari.html' title='Kecemburuan Akhwat Pada Bidadari'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4378501061468324748</id><published>2011-12-26T18:27:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T18:27:09.025-08:00</updated><title type='text'>Takahashi, 5 Menit Menuju Surga</title><content type='html'>&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Kuringgu… kuringgu …. kuringgu!!! (kring …kring …kring..). Suara telepon rumah Muhammad berbunyi nyaring.&lt;br /&gt;Muhammad: &lt;em&gt;Mosi mosi&lt;/em&gt;? (Hallo?)&lt;br /&gt;Takahashi: &lt;em&gt;Mosi mosi, Muhammad san imasuka &lt;/em&gt;? (Apakah ada Muhammad?)&lt;br /&gt;Muhammad: &lt;em&gt;Haik, watashi ha Muhammad des&lt;/em&gt;. (Iya saya).&lt;br /&gt;Takahashi: &lt;em&gt;Watashi ha isuramu kyo wo benkyou sitai desuga, osiete moraemasenka&lt;/em&gt;? (Saya ingin belajar agama Islam, dapatkah Anda mengajarkan kepada saya?)&lt;br /&gt;Muhammad: &lt;em&gt;Hai, mochiron&lt;/em&gt;. (ya, sudah tentu.)&lt;br /&gt;Percakapan  pendek ini kemudian berlanjut menjadi pertemuan rutin yang dijadwalkan  oleh dua manusia ini untuk belajar dan mengajar agama Islam.&lt;br /&gt;Setelah  beberapa bulan bersyahadat, Takahashi kian akrab dengan keluarga  Muhammad. Dia mulai menghindari makanan haram menurut hukum Islam.&lt;br /&gt;Memilih  dengan hati-hati dan baik, mana yang boleh di makan dan mana yang tidak  boleh dimakan merupakan kelebihannya. Terkadang tidak sedikit, keluarga  Muhammad pun mendapatkan informasi makanan-makanan yang halal dan haram  dari Takahashi.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Pizza wo tabenaide kudasai. cheese ni ra-do wo mazeterukara&lt;/em&gt;..  (Jangan makan pizza walau pun itu adalah cheese, karena di dalamnya ada  lard, lemak babi)”, nasihatnya di suatu hari. Takahashi mengetahui  informasi semacam ini karena memang kebiasaan tidak membeli pizza, atau  makanan produk warung di Jepang memang sudah terpelihara sebelumnya di  keluarga Muhammad.&lt;br /&gt;Toko kecil makanan halal&amp;nbsp;milik keluarga  Muhammad, menjadi tumpuan Takahashi dalam mendapatkan daging halal.  Suatu ketika Takahashi ingin makan daging ayam kesukaannya, tapi dia &lt;em&gt;ngeri&lt;/em&gt; kalau melihat daging ayam bulat (&lt;em&gt;whole&lt;/em&gt;)  mentah yang ada di plastik, dan tidak berani untuk memotongnya. Dengan  senang hati, Muhammad memotong ayam itu untuk Takahashi. Dia potong  bagian pahanya, sayapnya, dan badannya menjadi beberapa bagian.&lt;br /&gt;Setiap  pekan,&amp;nbsp;Takahashi terkadang memesan sosis halal untuk lauk, bekal makan  siang di kantor. Setiap pagi ibunya selalu menyediakan menu khusus  (baca: halal) untuk pergi ke kantor tempat dia bekerja. Sebagai ukuran  muallaf Jepang yang dibesarkan di negeri Sakura, luar biasa  kehati-hatian Takahashi dalam memilih makanan yang halal dan baik.  Terkadang Muhammad harus belajar dari Takahashi tentang keimanan yang  dia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.&lt;br /&gt;Pernah dalam suatu  percakapan tentang suasana kerja, Takahashi menggambarkan bagaimana  terkadang sulitnya menjauhi budaya minuman sake di lingkungan tempat  kerjanya. Di Jepang, suasana keakraban hubungan antara atasan dan  bawahan atau teman bekerja memang ditunjukkan dengan saling memberikan  minuman sake ke gelas masing-masing.&lt;br /&gt;Dalam kondisi hidup ber-Islam  yang sulit, Takahashi ternyata terus melakukan dakwah kepada ibunya.  Beberapa bulan kemudian akhirnya ibunya pun menjadi muallaf dengan nama  Qonita, nama pilihan Takahashi sendiri buat ibu yang dia cintainya.  Sampai saat ini, bagaimana dia mendapatkan nama itu, tidak ada seorang  pun yang tahu, kecuali Takahashi.&lt;br /&gt;Beberapa bulan berlalu, pertemuan kecil-kecilan berlangsung …terlontar dari mulutnya suatu kalimat.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Watashi ha kekkon simasu &lt;/em&gt;(Saya mau menikah)….”, ujarnya.&lt;br /&gt;Dengan  proses yang panjang, akhirnya dia mendapatkan jodohnya, wanita Jepang  yang cantik, yang dia Islamkan sebelumnya. Setahun kemudian, suatu hari  Takahashi datang ke rumah Muhammad dengan istrinya yang berkerudung,  ikut serta juga buah hati mereka yang telah hadir di dunia ini.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, iseng-iseng Muhammad bertanya kepada Takahashi, “Apa yang menyebabkan Takahashi lebih tertarik dengan Islam?”&lt;br /&gt;“Sebenarnya saya belajar juga Kristen, Budha dan Todoku (Agama moral) selain Islam,” Takahashi menjelaskan.&lt;br /&gt;“Masih ingat dengan telepon kita dulu? Waktu pertama kali aku telepon ke Muhammad beberapa bulan dulu”, sambungnya.&lt;br /&gt;“Iya ingat sekali”, jawab Muhammad.&lt;br /&gt;“Kita waktu itu membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat bukan?”, tanya Takahashi.&lt;br /&gt;“Iya benar sekali”, sambung Muhammad lagi sambil mengingat-ingat kejadian saat itu.&lt;br /&gt;“Saya  sungguh ingin mantap dengan Islam, karena Muhammad datang 5 menit lebih  dulu dari pada waktu yang kita janjikan, dan Muhammad datang terlebih  dahulu dari pada aku. Muhammad pun menungguku waktu itu”, jawab  Takahashi beruntun.&lt;br /&gt;“Karena itu aku yakin, aku akan bersama dengan orang-orang &amp;nbsp;yang akan memberikan kebaikan”, sambungnya lagi.&lt;br /&gt;Jawaban Takahashi membuat Muhammad tertegun, Astaghfirullah sudah berapa kali menit-menitku terbuang percuma, gumam Muhammad.&lt;br /&gt;Begitu  besar makna waktu 5 menit saat itu untuk sebuah hidayah dari Allah SWT.  Subhanallah, 5 menit selalu kita lalui dengan hal yang sama, akan  tetapi 5 menit waktu itu sungguh sangat berharga sekali bagi Takahashi.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan 5 menit yang terlewat barusan, milik Anda? []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ya Alloh, jangankan menit, berjam - jam terlewatkan begitu saja.... :'(&lt;br /&gt;hari ini internetq akan mati, jadi aq manfaatkan untuk posting sebanyak - banyaknya ilmu... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/04/6054/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga/#ixzz1hhJvKCTn" style="color: #003399;"&gt;http://www.dakwatuna.com/2010/04/6054/takahashi-5-menit-menuju-ke-surga/#ixzz1hhJvKCTn&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4378501061468324748?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4378501061468324748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4378501061468324748' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4378501061468324748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4378501061468324748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/takahashi-5-menit-menuju-surga.html' title='Takahashi, 5 Menit Menuju Surga'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-390618980439956247</id><published>2011-12-26T17:24:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T17:24:15.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KarEna kiTa istiMewa'/><title type='text'>Inilah Indahnya Islam dikutip dari "99 Cahaya di Langit Eropa"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah mendengar buku "99 Cahaya di Langit Eropa"? Kalau belum pernah, tidak masalah karena sebenernya saya juga belum pernah, hehe. Penulis buku ini adalah putri dari politikus terkenal di tataran Nasional, yaitu Hanum Rais, ya putri beliau bapak Amien Rais. Ini bermula dari seorang teman memberikan isi taujihnya tentang keindahan Islam yang harusnya kita gencarkan syi'arnya, di tengah hiruk pikuk teriakan jihad yang hampir semuanya salah kaprah tentangnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini hanya sekedar menceritakan kembali salah satu bahasan yang ada di sana. Yaitu cerita tentang seorang teman dari Hanum Rais yang bernama Fatma, seorang muslim Turki yang tinggal di Austria. Fatma Pasha belum bisa bahasa Inggris sehingga meminta Hanum untuk mengajarinya bahasa Inggris. Karena di Austria bahasa yang dipakai adalah Perancis dan satunya kalau tidak salah bahasa Jerman (maaf sedikit lupa). Saat itu keduanya (Hanum dan Fatma) sedang makan di sebuah restoran di Austria. Tidak jauh dari meja mereka, ada seseorang bersama temannya sedang berbicara dalam bahasa Inggris. Dan tahukah apa yang sedang dibicarakan? Bahasaan keduanya adalah menjelek - jelekkan Islam. Bagi Hanum yang mengerti apa yang mereka bicarakan sudah pasti perasaan marah sudah berkecamuk dan siap pasang badan untuk membantah kata - kata mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanum berkata kepada Fatma yang intinya, "Fatma, dua orang yang sedang berbicara dalam bahasa Inggris itu sedang menjelek - jelekkan Islam". Hampir saja ia beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri keduanya, tetapi oleh Fatma ditahan. "Tolong lihat berapa banyak makanan yang mereka makan dan apa saja setelah itu beritahukan kepadaku" kata Fatma. Akhirnya Hanum pun berjalan dengan berpura - pura ada perlu ke suatu tempat untuk melihat apa saja yang mereka makan. Setelah itu Hanum memberitahukan semua makanan yang mereka pesan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fatma menghampiri kasir dan membayar semua makanan yang dipesan oleh dua orang yang menjelek - jelekkan Islam tadi dan menitipkan sepucuk kertas yang bertuliskan sangat sederhana yang memberitahukan bahwa aku adalah seorang muslim (lanjutannya lupa) dan dibawah tulisan itu diberikan alamat emailnya. Satu hari, dua hari, satu pekan, satu bulan dan ditunggu sangat lama, rupanya tidak ada email dari orang itu yang masuk ke inbox Fatma. Saking lamanya mungkin hampir - hampir saja lupa. Namun, satu tahun kemudian, orang tersebut benar - benar mengirim email kepada Fatma yang berisi tentang permohonan maaf yang sangat karena telah menjelek - jelekkan Islam dan Islam ternyata sangatlah indah dari pada yang mereka bicarakan pada saat itu. Rupanya satu tahun itu adalah waktu yang ia gunakan untuk berpikir dan mencari tahu tentang Islam hingga akhirnya ia memutuskan benar - benar meminta maaf kepada Fatma atas apa yang mereka lakukan dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Inilah dakwah yang sebenar - benarnya dakwah, yang diajarkan Alloh dan dituntunkan oleh Rasulullaah, yaitu dengan hikmah hasanah dan perkataan yang baik lagi lembut. Tanpa harus berteriak, tanpa harus mengangkat senjata apalagi granat, tanpa menyakiti, tetapi melembutkan hati pembenci Islam. Allohu a'lam bishowab...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya tampilnya agama ini adalah dengan tampilnya umatnya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya tampilnya umat ini adalah dengan tampilnya rijal - rijalnya (pemuda)...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya tampilnya rijal - rijal terbaik adalah dengan tampilnya akhlaq yang baik...&lt;br /&gt;Islam, the message of peace... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*terima kasih untuk temanku yang telah berbagi cerita, semoga di lain kesempatan bisa benar - benar membaca bukunya secara utuh sehingga bisa bercerita dengan keutuhan cerita dan tidak sepenggal - sepenggal. Mohon dimaafkan karena ini adalah kesan yang mendalam tentang cerita Hanum Rais... Semoga menginspirasi kita... :) :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- menjelang dhuha, saatnya memohon rezeki pada Alloh -&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-390618980439956247?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/390618980439956247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=390618980439956247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/390618980439956247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/390618980439956247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/inilah-indahnya-islam-dikutip-dari-99.html' title='Inilah Indahnya Islam dikutip dari &quot;99 Cahaya di Langit Eropa&quot;'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-160064037992109869</id><published>2011-12-26T08:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T08:52:08.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngaji Terus Sampai Mati :)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujih penyemangat'/><title type='text'>Menjumput Titik Bening Niat Dalam Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Barangsiapa mencari Alloh, maka ia akan mendapatkan kekhusyu'an. Barangsiapa mengejar kekhusyu'an, maka ia akan kehilangan Alloh"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ungkapan tersebut boleh jadi membuat kita terdiam seketika, menyelami ibadah - ibadah yang telah lalu, bertanya - tanya untuk dan karena apakah aku beribadah. Ungkapan itu lebih membuka mata kita tentang hakikat niat. "Innamal a'malu binniyat fa amma likumri immanawa..." Segala sesuatu tergantung niat dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkan. Siapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Alloh dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia dan wanita (seseorang) yang diinginkannya, maka dia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat hadits di atas, ada dua perbedaan yang sangat mencolok antara niat yang baik dan yang buruk karena urusan duniawi semata. Setelahnya, kita paham apa yang akan kita dapatkan sebagai dampak dari niatan di dasar hati kita. Tapi, bagaimana dengan niat yang baik bahkan terbilang sangat baik, tetapi... bukan karena Alloh? Itulah yang disampaikan pada kalimat pembuka di atas. Siapa yang menolak bahwa khusyu' merupakan niatan yang baik? Khusyu' adalah salah satu syarat diterimanya shalat atau ibadah, jadi selain baik ternyata khusyu' merupakan syarat yang bisa kita prioritaskan untuk diterimanya amalan. Lalu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika khusyu' menjadi niatan, ternyata dampaknya tidak terlalu baik pula. 'Barangsiapa yang mengejar kekhusyu'an maka ia akan kehilangan Alloh'. Artinya niat itu benar - benar berada pada tingkatan pertama prioritas sebuah amal. Niat karena Alloh adalah syarat utama diterimanya amalan ibadah, sedangkan syarat kedua adalah sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Jika Alloh telah menguasai hati kita hingga dasarnya, maka keridhaan Alloh terhadap kita akan mengalahkan segala keburukan termasuk terbelenggunya nafsu. Namun, niat yang bukan karena Alloh baik yang buruk maupun yang baik akan membuat kita kehilangan Alloh dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh niat yang buruk sudah sering kita dengar dan pelajari secara gamblang, sedangkan niat yang baik tetapi tidak benar atau tidak tepat itu yang sering meleset dari kehati - hatian kita. Bagaimana jika ada seseorang yang sedekah dengan niat mendapatkan surga, atau bahkan seseorang yang hendak shalat dengan mengejar kekhusyu'an? Jika bersedekah karena surga, Rasulullaah telah menggolongkannya sebagai ahli ibadah pada tingkatan pedagang, yaitu beribadah karena takut rugi (neraka) dan menginginkan keuntungan sebesar - besarnya (surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusyu' biasa kita singgung dalam ibadah shalat dan menjadi kajian yang sangat mendalam saat belajar fiqh shalat. Khusyu' selalu menjadi pertanyaan pertama yang diajukan oleh jama'ah kepada ustadz atau ustadzah yang sedang menyampaikan materi tersebut. Bagaimana bisa khusyu' shalat, minimal satu raka'at saja mendapatkan khusyu' tidaklah menuntut khusyu' dari awal sampai akhir, apalagi saat kita sedang ada masalah rasanya pikiran terpenuhi dengan masalah - masalah itu padahal Alloh telah menjanjikan ketenangan hati dalam shalat? Ini barangkali menjadi pertanyaan yang rumit untuk dijawab dan dipahamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusyu' itu tidak datang dari diri sendiri, tetapi butuh Alloh di sana. Karena Alloh-lah yang menguasai hati, yang Maha membolak - balikkan hati. Berarti? Ya, khusyu' butuh campur tangan Alloh lewat do'a dan niat kita. Saat ibadah kita benar - benar bersih dari segala sesuatu kecuali Alloh dan Alloh ridha dengan ibadah kita, maka kekhusyu'an menjadi hal yang mudah untuk kita dapatkan. Tetapi, jika dari awal kita memaksakan diri beribadah harus khusyu' dan kita kadang lupa berniat karena Alloh, maka ridha Alloh akan menjauh dan sudah pasti kita kehilangan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita umpamakan saat shalat didirikan bermula dengan mengejar kekhusyu'an, bisa dijamin shalat kita malah tidak khusyu'. Saat kita mendengar suara sesuatu tersampar dan terdengar pecahan gelas, hati kita akan berbisik "gelas sedang jatuh tapi aku ga boleh terpengaruh, aku harus khusyu' ". Saat itulah kita kehilangan Alloh. Lain halnya ketika shalat kita karena Alloh, khusyu' akan mengikuti seperti shalatnya Rasulullaah. Saat mendengar tangisan bayi, beliau tidak lantas melanjutkan shalatnya tanpa mempedulikan, tetapi keselarasan beliau menggendong dan meneruskan shalat itulah kekhusyu'an. Saat kedua cucunya naik kuda - kuda di atas punggungnya, itupun tidak mengurangi kekhusyu'an, tetapi itulah kesempatan berlama - lama sujud di hadapan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kekhusyu'an, membutuhkan bantuan Alloh dan hanya didapatkan ketika niat kita murni karena Alloh bukan untuk mengejar kekhusyu'an. Surga bukan menjadi niatan amal kita, tetapi surga menjadi motivasi kita dalam beramal. Neraka menjadi ancaman bagi kita untuk berhati - hati dalam melangkah karena taqwa adalah sebuah tindakan kehati - hatian dan Umar ra berkata, "Taqwa itu adalah kehati - hatian seperti engkau berjalan di atas jalanan yang penuh dengan duri". Semua takluk dengan niat karena Alloh, semua yang diinginkan dalam hati datang saat kita merajakan Alloh, dan semua ibadah akan terasa ringan karena Alloh memudahkannya ataas kita. Insya Alloh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh telah memudahkan semua ibadah untuk manusia, jika kita sedang berat hati melaksanakannya maka bersegeralah kita meluruskan niat dan bermohon kepada Alloh. Shalat lima waktu telah dikehendaki Alloh selaras dengan aktivitas manusia. Saat sebelum memulai aktivitas kita diminta mengingatnya dan membangun niat karena Alloh. Saat kita sedang dalam kondisi capek fisik di tengah hari, maka Alloh meminta kita menyegarkan kembali fisik, pikiran dan hati dengan mengingatNya, meluruskan kembali niat yang sering kali telah berbelok dari arah mulanya. Saat selesai bekerja di sore hari, Alloh ingin kita bersyukur atas aktivitas yang dilakukan tiap harinya dan lagi - lagi meluruskan niat. Saat senja menjadi waktu yang melenakan manusia, Alloh meminta kita menjadi waktu yang tetap produktif dan tetap ingat pada-Nya. Saat kita akan beristirahat di malam hari, Ia inginkan kita mengevaluasi segala yang telah dilakukan hari itu dengan mengingat-Nya dan mengingat kembali niat - niat yang bengkok untuk diluruskan selurus - lurusnya agar kita mampu bersyukur penuh atas nikmat yang telah diberikan-Nya dalam satu hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika niat yang baik saja menghancurkan amal, bagaimana dengan niat yang buruk? Semoga Alloh berkenan memberikan keistiqamahan ibadah dan mengingatkan kita di setiap waktu - waktu yang terlupakan... Inilah hamba yang terlalu banyak dosa... Ya Alloh, tunjukilah kami titik bening niat dalam hati dan berikan keridhaan-Mu di setiap langkah kecilku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:44 belum mampu memejamkan mata&lt;br /&gt;Sungguh nikmat tenggorokan itu sangat luar biasa, saat terasa digelitikin maka batuk seolah tak mau dihentikan.. Ya Alloh, ajari aku bersyukur... :)&lt;br /&gt;Pondok Nabila, room 4th&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-160064037992109869?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/160064037992109869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=160064037992109869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/160064037992109869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/160064037992109869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/menjumput-titik-bening-niat-dalam-hati.html' title='Menjumput Titik Bening Niat Dalam Hati'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8031916929886331759</id><published>2011-12-26T06:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T06:10:11.802-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mumtaz Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KarEna kiTa istiMewa'/><title type='text'>Bidadari SUrga</title><content type='html'>Bidadari Surga&lt;br /&gt;Muhammad Arifin Ilham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, para suami, istri  yang menemani kita sesungguhnya adalah bidadari yang diturunkan untuk  menjadi pendamping kita di dunia. Ia juga yang kelak menemani kita saat  menikmati kebahagiaan surga di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita kenali  sifat-sifat istri yang memesona ini. Imam Ath-Thabrany mengisahkan  sebuah hadis dari Ummu Salamah. "Wahai, Rasulullah, jelaskanlah kepadaku  firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli?" Beliau  menjawab, "Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, serta  rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, bagaimana  tentang firman Allah, 'Laksana mutiara yang tersimpan baik'." (QS  Alwaqi'ah [56]: 23). Jawabnya, "Kebeningannya seperti mutiara di  kedalaman lautan yang tidak pernah tersentuh tangan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelaskan  lagi kepadaku firman Allah, 'Di dalam surga-surga itu, ada  bidadari-bidadari yang baik-baik dan lagi cantik-cantik'." (QS Arrahman  [55]: 70). Beliau menjawab, "Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  berkata lagi, "Jelaskanlah firman Allah, 'Seakan-akan mereka adalah  telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik'." (QS Ashshaffat [37]:  49). Beliau menjawab, "Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada  di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manakah  yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?"  Rasulullah berkata, "Wanita-wanita dunia lebih utama dari  bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak  dengan apa yang tak tampak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena apa wanita dunia lebih utama  dari mereka?" Beliau menjawab, "Karena, shalat, puasa, dan ibadah  mereka. Sehingga, Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka  seperti kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau,  perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat  dari emas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah gambaran Nabi SAW tentang bidadari. Namun, lebih indah  lagi penjelasannya tentang wanita di dunia yang taat kepada Allah. Hanya  ada dua syarat untuk menjadi wanita mulia seperti itu. Pertama, taat  kepada Allah dan rasul-Nya. kedua, taat kepada suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  pertama berarti mencintai Allah dan Rasulullah melebihi apa pun. Yang  diperintahkan ia kerjakan dan yang dilarang ia tinggalkan. Kepada orang  tua ia berbakti dan dengan sesama mau hidup berbagi (sedekah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, taat kepada suami di antaranya tampil menyenangkan di hadapan  suami serta menjaga kehormatan diri, anak-anak, dan harta suami. Ia juga  tidak membantah suami dalam kebenaran, tidak jalan dan berkhalwat  dengan lelaki yang bukan mahram, serta segalanya selalu dalam kebaikan.  Dialah bidadari surga itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang belum punya suami, maka  hendaklah menjaga diri dari sekarang dalam rangka beribadah dan menjaga  diri untuk suaminya kelak. Sehingga, kalaupun umur tidak sampai bertemu  dengan jodoh di dunia, semoga Alloh menghitungnya sebagai pahala karena  menjaga hak - hak suami. Dirinya tidak untuk semua laki - laki tetapi  hanya untuk suaminya  kelak. Ia menjaga diri dengan menutup aurat yang  rapi, tidak jalan dan   berkhalwat (berdua2an) dengan lelaki yang bukan  mahram, serta segalanya  selalu dalam  kebaikan. Dialah bidadari surga  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa diberikan hidayah oleh Alloh untuk menjadi bidadari surga yang sebenar - benarnya.. Amin... Selamat menjadi bidadari... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8031916929886331759?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8031916929886331759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8031916929886331759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8031916929886331759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8031916929886331759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/bidadari-surga.html' title='Bidadari SUrga'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8127009152704388630</id><published>2011-12-14T18:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T00:02:39.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir studi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><title type='text'>This is my spirit</title><content type='html'>Wednesday,&amp;nbsp; December 14&lt;br /&gt;Alhamdulillaah,&amp;nbsp; my program was running and was accepted by my lecturer... Deep thanks... Yukata...&lt;br /&gt;Now I'm trying to make other program... Ganbate ne... ^^//&lt;br /&gt;Hope Alloh make it easy for me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thursday, December 15&lt;br /&gt;This morning my otosan called me...&lt;br /&gt;"Terus berikhtiar dan jangan pernah bilang klo aq stress..."&lt;br /&gt;-Quote this day-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arigato mina-san....&lt;br /&gt;Bismillaah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8127009152704388630?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8127009152704388630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8127009152704388630' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8127009152704388630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8127009152704388630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/this-is-my-spirit.html' title='This is my spirit'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8679883895513555657</id><published>2011-12-13T04:35:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T04:46:49.589-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seri remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='replay my memory'/><title type='text'>Masa SMP: Cheerful ;p</title><content type='html'>Aiiih.... aq dapat pe er cerita masa es-em-pe... huft... &lt;a href="http://wiwidya.blogspot.com/"&gt;Mba Asiiih&lt;/a&gt;, tanggung jawab!! :D&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hmmmm.... mau cerita apa ya?? Baiklah, mulai dari awal masuk SMP Negeri 1 Karanganyar, SMP yang notabene terbaik di kota kecilku.. ^-^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita ini nanti, carilah yang baik dan tinggalkan yang buruk... Ga ada niat takabur karena ga ada juga yang bisa dibuat untuk takabur.. Nilai pas2an, tapi persahabatan itu yang terpenting.. Kisah SMPq sepertinya anak SMP banget.... :p&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu itu nilai UAN SD-ku lumayan memuaskanlah, tidak ada nilai delapan, angka bulat 100 berhasil aq ambil di matkul Matematika, sedangkan yang lain seingetku mendapat angka sembilan. Aq bukan orang yang pinter2 banget, tapi klo belajar bisa [yaiyalaah... semua orang mah juga gtu.. - -']. Nilaiku untuk masuk SMP N 1 Kra aman sampai batas terakhir pendaftaran. Setiap sore hari kakakku selalu nganterin ke SMP buat memantau peringkat nilaiku. Akhirnya pada waktu pengumuman penerimaan, nilaiku masih aman.. Klo ga salah seingetku urutan ke-38, yaa memang ga bagus2 banget... :))&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu pendaftaran ulang... Huuuh, pengennya dianterin bapak, tapi disuruh pendaftaran ulang sendiri.. Gubrak, mana aq orangnya penakut lagi!! Akhirnya dianterin kakak, tapi ya sama aja cuma ditungguin dari luar. Sifat penakut turunan dari Ibu (hoho, gomen ne okaasan :D ) selalu dipatahkan oleh Bapak. Suruh nyari KTP sendiri, SIM, de el el, ga mau nemenin,, padahal aq klo ngomong dengan orang tua jadi kikuk pake banget. Daftar SMA ga ada yang namanya acara ditemenin, ditinggal aja sambil dikasih duit buat pendaftaran... Huuuuuh otosan....!! Tapi, I love him much.. ^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelas Satu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelajaran yang aq ga suka adalah Biologi, repot banget ngafalin nama latin. Tapi, aku sangat suka menghitung, &lt;i&gt;Mathematics... &lt;/i&gt;:)) Sekarang aq mau ngenalin temen2... SMP aku sekelas dengan tetanggaku yang juga teman dari TK, namanya Ruri. Dulu tempat dudukku selalu pojok belakang sebelah kanan, ga pernah duduk di barisan paling depan. Pengen banget duduk di barisan depan, tapi Ruri selalu ingin di belakang. Temenq yang ini rajin banget, selalu datang pukul 06.00 jadi dia yang nyari tempat duduk, maklum dulu nyari tempat duduk rebutan pagi2an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo berangkat sekolah aq selalu naik angkot, dari rumah sekitar setengah tujuh dan sampai di sekolah jam tujuh kurang seperempat. Nah, saat berangkat sekolah aku harus jalan dari rumah ke terminal, kira2 10-15 menit ga terlalu jauh. Sepanjang jalan rumah sampai terminal aku seringnya sambil membaca buku, hehe dulu aku rajin. Karena dari rumah menuju terminal itu melewati pasar dan penjual2 di sana kebanyakan tetanggaku, maka klo ketemu aku selalu dibilang, "Waah dewi ki bocah sregep.." ^^ Sekarang??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas satu SMP aq kenal dengan yang namanya Widi, orangnya sangat pintar, dan akhirnya kita jadi &lt;i&gt;closed friend&lt;/i&gt;. Karena kita sama - sama suka Winnie The Pooh, maka kita sebut diri kita dengan tokoh2 itu. Seperti anak-anak SMP biasanya, kita ngebuat geng.. Klo geng2 yang lain namanya keren, kayak &lt;i&gt;star friend &lt;/i&gt;(nyuri nama geng-nya desi, adik kos dan juga adik angkatan di Fisika, hihi) atau nama gengnya berasal dari singkatan nama2, maka geng-q adalah geng 'Winnie The Pooh'. hehe, ga keren banget ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aq kenalin temen2q, Widi sebutannya the pooh karena demen banget dengan kartun ini. Dari kecil aku suka kelinci jadi ambil peran rabbit (tapi sifatnya ga sama lho ya.. ;p). Temen geng yang putra namanya haris si piglet. Satu lagi temenq namanya priyo yang jadi tiger. Akhirnya kita layaknya tokoh - tokoh Winnie The Pooh. Klo dipikir2 lagi aneh juga ya dulu, tapi itulah normally seorang anak - anak yang sedang beranjak dewasa. Klo temen deket lain yang ga ngegang ada juga, Ruri, mba Siti, Diah, Habib, Yogiek (tapi nih anak kemarin waktu reuni udah lupa namaq, gubrak..). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aq masuk kelas 1F, ruangan di paling pojok, paling bersih dan terang. Dulu sering ada perlombaan bersih kelas dan kelas kita selalu menduduki peringkat pertama, lumayan lah dapat hadiah peralatan bersih2 tambahan. Oya waktu ada perlombaan bersih kelas, ada kisah yang lucu banget, temenq putra sangat polos. Rumahnya bukan di daerah kotanya, agak ke desa tapi ga jauh2 juga dari kota Karanganyar. Dia ditugaskan untuk beli macemnya &lt;i&gt;superpel&lt;/i&gt; ke supermarket. Temennya yang nemenin cerita pake bahasa Jawa sambil tertawa guling2 [yang ini bagian lebay] yang intinya, "Waah aq malu banget tadi beli pembersih lantai dengan si X -disamarkan-, kita beli di supermarket dan waktu bayar dikasir dia nawar harga ke mbak2nya di kasir. Emangnya dikira pasar...". Sontak kita sekelas tertawa bareng2, hadeeeh malu2in beeud ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sering juga kita ada kemah pramuka hari sabtu minggu, tapi putri nginepnya di kelas2 dan yang putra ngediriin tenda di halaman sekolah. Karena kelas paling pojok, sudah menjadi kebiasaan rumor horor berasal dari kelas pojok. Eh pas malem2, ternyata yang jerit2 malah anak - anak kelas 1G, tetangga sebelah, yang mengaku gambar pahlawan di kelas mereka bergerak-gerak. Haha... Sampai sekarang ga tau juga kabar itu bener atau engga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget banget dulu kemana-mana aku selalu berdua dengan Widi, jalan bareng, kemah bareng, saling ngejagain, saling tukar hadiah sewaktu ulang tahun, pokoknya so sweet banget deh sebagai dua orang sahabat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelas Dua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seru nih, aku pernah bantuin Koperasi sekolah. Tapi aku ga terlalu rajin jaga koperasi karena aku lebih tertarik ke perpus baca novel. Oya, aku suka novel-novel klasik lho, klo ke perpus bukan pinjem buku pelajaran pastinya, tapi pinjem novel karangan N.H. Dini dkk. Doyan banget dulu baca novel klasik... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klo waktu kelas satu yang aq paling ga suka pelajarannya adalah biologi, maka di kelas dua ini biologi menduduki peringkat kedua setelah Matematika. Gurunya enak banget klo ngajarin, udah gitu catetanku paling rapi. Dari beliaulah aku belajar menulis catetan rapi, tapi sekarang hehe moody catetan ;p Dan yang paling ga suka adalah Fisika, of course... Oya klo mau tau prestasiku, biasa2 aja dan rankingnya bukan yang teratas karena masih ada Widi, bener2 pinter banget, mungkin 70% badannya otak.. :))&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelas Tiga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap harinya adalah hari-hari yang membosankan karena setiap waktu digosipin dengan partner bendaharaku. Parahnya temen2 itu ngegosipin ga hanya waktu istirahat, tapi klo lagi pelajaran juga.. Klo lagi diceng2in waktu ada guru, ternyata gurunya juga senyum2, huuh bisa ngebayangin kan keselnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolahku ga pernah mengizinkan muridnya untuk piknik, tapi memberikan pilihan lain dengan ngadain pensi (pentas seni) untuk anak2 kelas tiga. Karena waktu itu jadi bendahara kelas, maka aku ditunjuk sebagai manajer keuangan kebutuhan kelas. Setiap kelas ditugaskan membuat stand pameran dan ikut ngisi pentas seni. Acara berlangsung tiga hari dan benar2 menguras tenaga, inget banget waktu itu aku sama temenq muter2 nyari kain dekorasi ke penyewaan peralatan pernikahan, ngebuat dekorasinya bareng temen2, dan setiap malam harus ikut serta menjaga stand.. Tapi, ternyata itu can't be erased from my memory... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas tiga menjelang ujian, waktu itu aku lagi piket pagi tiba-tiba mba Siti nyamperin sambil nangis. Kagetlah aku dibuatnya, waktu itu dia khawatir banget klo ga bisa ngerjain UAN Matematika. Dia jago banget Bahasa Inggris, nongkrongnya selalu MTV, semua lirik Westlife, A1, Blue dan &lt;i&gt;boyband&lt;/i&gt; lainnya dihafal semua di luar kepala, klo ujian bahasa Inggris nilainya selalu tertinggi. Tapi, dia punya kelemahan di pelajaran Matematika, akhirnya dia minta aku mrivatin. Setelah itu kita rutin belajar Matematika bareng. Tapi, aku punya rahasia sendiri, semua pelajaran aku belajar setiap hari Minggu ke rumah Widi... Alhamdulillaah kita udah baikan lagi... :))))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persahabatan Masa Remaja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kelas satu geng Winnie The Pooh selalu eksis, tapi kelas dua hubungan kita renggang karena suatu hal..Aku dan Widi pisah, temen2 putra cenderung di tengah2 jadi ya sama saja membuat kelompok sendiri. Tapi, sebenernya kita ga ada apa2, ga musuhan juga, cuma lebih banyak berjalan sendiri-sendiri. Trus waktu SMP kelas 3 aku surat2an dengan Widi (duuh anak remaja banget ya...), intinya kita pengen bareng lagi dan kita belajar bareng rutin menjelang ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widi memilih untuk meneruskan SMA di SMA N 1 Solo. Sewaktu SMA aku pernah sekali bertandang ke rumahnya untuk silaturrahim, kita udah sama2 berubah. Keduanya udah menjadi akhwat, hanya saja jalan kita sedikit berbeda. Tapi, kita ga pernah merasakan perbedaan, sampai sekarang pun aku merasa kalau kita masih dekat. Widi keterima di Fakultas Pertanian UNS dan sekarang sudah lulus sepertinya. Aku sudah kehilangan kontak, tapi masih inget rumahnya.. Semoga kapan2 bisa silaturrahim lagi,... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jahil-Semangat atau Ceroboh??&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Mba Siti, salah satu temen deketku, adalah orang yang paling takut dengan Ul*t dan Ul*r. Waktu itu sedang istirahat dan dia ikut ke perpus, aku sedang baca buku ensiklopedi hewan. Waktu aku membaca tentang dua makhluk itu, secara paksa aku memperlihatkan gambarnya ke Mba Siti. Dia menolak dan aku terus memaksa, sampai akhirnya Mba Siti menangis di perpus kemudian lari ke luar. Di dalam perpus aku bengong dan terdiam.. Itulah kejahilan yang bener2 membuatku menyesal karena beberapa hari aku didiemin... :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kita sedang olah raga di lapangan belakang kantor DPRD Karanganyar, jaraknya agak jauh dari SMP sehingga kita harus jalan kira2 20-30 menit menuju lapangan. Waktu SD aku juga olah raga di sana, seringkali mampir ke kantor nyari bapak,hehe. Nanti dikasih jatah snack bapak, lumayan... Tapi waktu itu kantor DPRD masih menjadi kantor kabupaten, beberapa tahun kemudian pindah ke dekat masjid agung dan sampai sekarang masih menjadi kantor DPRD. Duuh ceritanya sampai kemana2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, aq orangnya suka olah raga, dulu semangat apalagi klo lari. Ujian lari biasanya ada di urutan satu atau dua. Tapi saat itu bukan sedang olah raga lari, melainkan olah raga lempar cakram. Klo kita ingat lempar cakram itu caranya membalik arah 180 derajat baru cakram dilempar. Karena saking semangatnya, aq tidak melihat arah belakang ada orang atau tidak.. Pada saat melempar dan membalik badan dengan penuh semangat dan sekuat tenaga, cakram terlempar dan tiba2..."plak..." mengenai punggung temenq. Ya Alloh,,, cerobohnya aq... Udah gitu yang kena cakram adalah seorang temen putri yang udah berjilbab dan orangnya sangat2 kalem. Lemparan cakram itu cukup membuatnya sesak nafas tapi alhamdulillaah tidak kenapa2, cuma kan sakit juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saling&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Bertukar Hadiah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Waktu milad aku dan temen2 selalu bertukar hadiah, bahkan klo pas momen kayak gini kita bertukarnya ga hanya yang satu geng, tapi temen2 putri hampir satu kelas ngasih. Setelah itu kita akan makan2 seperti biasa anak2 yang lain. Namun, parahnya yang jadi kebiasaan adalah diguyur air pake telur, tepung dan potongan kertas2 kado. Yang ini dilarang meniru, selain ga ada manfaatnya kebiasaan ini juga bukan kebiasaan kita sebagai muslim......&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Setiap ulang tahun selalu banyak kado berdatangan, meski harganya tidak seberapa tapi ketulusan memberi sebagai tanda persahabatan itu yang ngena.. Sampai sekarang kumpulan2 kado itu masih rapi tersimpan di almari rumah... :) Arigatou mina-san... ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya udah ya, mau ngerjain yang lain lagi... Alhamdulillaah, makasih buat mba Asih yang telah mengingatkanku masa2 SMP yang penuh warna... Selalu jagalah tali persaudaraan, sahabat tidak bisa dibeli dengan uang, tetapi hanya bisa didapat dengan keikhlasan dan keimanan... :) berikan yang terbaik untuk saudara/imu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*lepas isya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8679883895513555657?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8679883895513555657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8679883895513555657' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8679883895513555657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8679883895513555657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/masa-smp-cheerful-p.html' title='Masa SMP: Cheerful ;p'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6372773402581190179</id><published>2011-12-12T19:46:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T19:56:22.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir studi'/><title type='text'>curhat colongan ^^</title><content type='html'>Saat:&lt;br /&gt;1. persamaan sudah ditemukan, rasanya seperti ingin tersenyum sepanjang hari&lt;br /&gt;2. tapi ternyata program yang dibuat ga jalan2, entah dimana kesalahannya&lt;br /&gt;3. mau konsultasi dosen meninggalkan bimbingannya ini ke Bandung selama empat bulan sejak Ramadhan, bingungnya...&lt;br /&gt;4. ditelpon orang rumah sedang pesta duren, duuh sedihnya&lt;br /&gt;5. dikejar2 amanah ini-itu sedangkan pikiran terkuras di skripsi&lt;br /&gt;6. sang mr pun tidak mendengar ceritaq, hanya satu teman halaqah tempat bercerita &lt;br /&gt;7. pekan ini acara ini itu, yang satu diamanahkan ke aq, rasanya ingin melepas begitu saja&lt;br /&gt;8. mendengar yudisium dimajukan pertengahan bulan januari, seperti mendapat tamparan sekeras2nya&lt;br /&gt;9. ditelpon orang tua kapan lulusnya, ingin tenggelam di laut merah&lt;br /&gt;10. diundang syura jam 06.00 eh ternyata ban motor bocor, dibela2in pinjem sepeda adik kos dan sampai di TKP pukul 05.55 tapi ternyata si pengundang membatalkan syura secara mendadak pada jam 06.07 dengan alasan beberapa orang yang mengundang udah ada agenda sendiri2 (ga bisa ngatur jadwal ya?), duuh keselnya...&lt;br /&gt;11. menjadi singa yang mungkin bisa meledak sewaktu2, duh malu banget dengan-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terasa tidak kooperatif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ending:&lt;br /&gt;- menunggu kiriman duren dari sista ^^ sedikit melegakan...&lt;br /&gt;- menghubungi dosen pembimbing katanya pekan depan datang ke Jogja, duuh senengnya...&lt;br /&gt;- mendengar do'a otosan dan okaasan, pengen nangis aja....&lt;br /&gt;- makin sayang dengan keluarga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------- prepare anything next week for ending my lecture ---------&lt;br /&gt;^^ rina ^^ dewi ^^ maya ^^ sari ^^ spirit for you! ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6372773402581190179?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6372773402581190179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6372773402581190179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6372773402581190179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6372773402581190179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/12/curhat-colongan.html' title='curhat colongan ^^'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-1091483742904926371</id><published>2011-11-13T04:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T04:00:14.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='es campur ^^'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir studi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='not crazy but fighting'/><title type='text'>It's Difficult but Alloh Made it easy</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu, aku sudah lupa tanggal berapa. Aku hanya terus mengikuti kata hati, do all my best, finished my paper! I don't think anything about releasing to go to Japan or not. I just follow my heart...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagian klo misalkan aku mau berangkat ke sana untuk mempresentasikan tetesan peluhku dapat uang dari mana?? Ingat sekali bagaimana aku dan devy (partner pergi ke negeri Sakura) membuat proposal dan menyelesaikan paper, devy harus nginep setiap malam dan mungkin sampai dua pekan di pondok Nabila, kediamanku selama di Jogja. Bukan hal yang mudah, kadang mataku ga bisa diajak kerja sama untuk menyelesaikan semua dan aku tertidur lebih awal. Di hari yang lain, devy yang tertidur dan aku bergadang menyelesaikan yang aku bisa. Tapi, tak jarang juga kita malah tertidur dan tak menghasilkan apa - apa karena kita sudah kecapekan di siang harinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TRAGEDI I: ANTARA DEVY DAN WADEK MIPA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengerjaan proposal tidak hanya dibuat di sela - sela waktu kuliah dan skripsi, tetapi kita juga mengurus paspor ke kantor imigrasi Surakarta dan memaksa kami bolak - balik Solo - Jogja selama tiga kali.Karena tak mungkin aku yang memboncengkan devy, maka selama tiga kali pulang - pergi itu devy harus memboncengkan aku di belakangnya. Rasanya udah ga enak banget ngrepotin, tapi aku salut dengannya yang sepertinya tidak memiliki rasa capek. Hmmm... apa karena dia bergolongan darah O tidak mudah capek dan aku bergolongan darah AB yang mudah capek ketika banyak aktivitas. "Dev, gpp nih kamu boncengin aku bolak - balik terus? Ga berat?" tanyaku ga enak. Setiap kali ngurus paspor adalah jadwal kuliah pak Edi, tetapi kita sudah merencanakan bisa mengikuti. Perjalanan ke Solo membutuhkan waktu 1,5 jam, setiap kali ngurus paspor kira - kira hanya butuh 30 - 60 menit dan balik lagi ke Jogja 1,5 jam, total kira - kira 4 jam. Klo aku berangkat jam 9, maka estimasi sampai Jogja lagi sekitar jam 13, insya Alloh masih cukup ngejar waktu kuliah. Devy jawab pertanyaanku dengan santai, "Yaelaah emang beratmu seberapa dew? Lagian aku kan ga nanggung beban beratmu, yang nanggung nih motor, gimana nih Fisikanya?". "Hehe, iya sih Dev, tapi kan aku ga enak..." jawabku sambil krik2 banget. - -"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah proposal &lt;i&gt;supporting grant&lt;/i&gt; selesai, tantangan tak cukup sampai di sini. Saat itu panitia hanya membutuhkan revisi &lt;i&gt;extended abstract&lt;/i&gt;, jadi kita tidak membuat papernya sampai akhir, apalagi saat itu senseiq (baca: Prof. Kamsul Abraha) sering dinas ke luar kota. Sesampainya di fakultas, kita harus berhadapan dengan Wakil Dekan Bidang Akademik yang tidak mengizinkan kita untuk memberi dana bantuan keberangkatan ke Jepang. Prosesnya sangat rumit dan kami sempat bersitegang dengan beliaunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak mau terlalu pusing dengan urusan birokrasi fakultas yang ribet dan membuat putus asa, maka kita sambi dengan mengurus paspor yang pasti butuh waktu lama juga untuk mengurusnya. Saat itu pagi hari dan hari pertama kita mau membuat paspor, bertepatan pula hari pertama kuliah. Saat itu kita ada kuliah Komputasi Fisika (sebelum dibatalkan), awalnya kami udah niat mau ikut. Namun, karena kebutuhan paspor mendesak dan aku lupa bawa kartu keluarga dan akta kelahiran sebagai syarat untuk membuat paspor, maka kita putuskan saat itu juga segera meluncur ke Solo dan Karanganyar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pertengahan Solo - Jogja, temenku Fika tiba - tiba sms, "Wi, telpon aku sekarang, penting". Singkat tapi cukup membuat penasaran dan sedikit cemas dengan sms itu, khawatir ada sesuatu yang sangat penting. Kebetulan saat itu kita sedang di lampu merah, "Dev, ni fika sms minta ditelpon sekarang katanya penting, nanti berhenti dulu ya.." kataku mengabarkan ke Devy. "Oya, ada apa ya? Jangan2 ada kaitannya dengan kuliah komputasi?" kata devy.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menepi..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Iya fik, ada apa?" tanyaku buru - buru. "Ini wi, sekarang kan kuliahnya komputasi, baru saja Wadek (pake title beliau aja ya, bukan namanya... ^^) membatalkan kuliah komputasi. Beliau marah besar, bla..bla..bla..." jelas Fika dengan buru - buru. "Astaghfirullaah..dibatalin fik???" teriakku kaget dan mencoba ngertiin perasaan devy. Saat itu devy sangat kaget dan berusaha menenangkan diri. "Oke makasih ya Fika..." tanyaku menutup. Iya dev, tadi katanya bla..bla..bla... Ga perlu dijelaskan ya,,,, :) Intinya, aku dan devy kemarin udah getol - getolan dan ngeyel untuk tetap mempresentasikan paper ke Jepang, sekarang Devy harus berhadapan kdengan kemarahan beliau karena kasus komputasi. Pengadaan kuliah komputasi yang mengusulkan devy dan kegetolan kemarin dengan beliau juga lebih banyak yang bicara devy.. Jadi..... "Dew, kamu mau ga habis ini, nanti siang ta'ajak menghadap beliau dan memberikan penjelasan kenapa kita ga ikut kuliah pagi ini sekaligus melobi" kata devy. "Hwaa.... ya gpp dev..." kataku meski aku juga takut sih... Tapi, setelah diobrolin sepanjang jalan, akhirnya kita tertawa terus memikirkan dan membicarakan kegilaan yang sedang terjadi diantara kita, khususnya Devy vs Wadek. Ckckckck....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan pasang muka tembok, setelah sampai di Mipa lagi, kita langsung menemui beliau. Akhirnya mendapat ceramah yang tak kalah seru dari pelobian kita. Bla..bla..bla... &lt;i&gt;Finally, &lt;/i&gt;kuliah komputasi fisika tetap ditiadakan. Tetapi, paper kita tetap diperjuangkan... ^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Ternyata dari masalah rumit yang ada, yang dibutuhkan beliau adalah lampiran paper (bukan &lt;i&gt;extended abstract&lt;/i&gt;) yang telah ditandatangani oleh Prof. Kamsul sebagai bukti bahwa dosen pembimbing telah setuju paper dipublikasikan dan telah mengoreksinya. Namun, untuk memahami maksud beliau itu kami membutuhkan waktu satu pekan untuk berpikir dan berkali - kali mengganti abstract &lt;i&gt;plus&lt;/i&gt; membuat &lt;i&gt;paper&lt;/i&gt; seadanya dulu. Padahal &lt;i&gt;acc&lt;/i&gt; fakultas sangat kami butuhkan saat itu secepatnya untuk menyebar proposal dan mencari visa sambil nunggu paspor jadi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari aku dan devy mengejar sensei yang mau bertugas ke Manado - Makassar - Jakarta. Waktu itu beliau akan berangkat ke Jakarta pukul 07.00 sedangkan kami harus segera mengurus jika memang mau mengejar pembuatan visa yang butuh waktu kira - kira satu pekan dan menyiapkan berkas - berkasnya satu pekan juga. Akhirnya nekat kami mendatangi rumah beliau pukul enam pagi dan secara halus sepertinya kami memaksa beliau untuk menandatangani paper yang sudah kami kerjakan dan untuk revisinya beliau akan mengirimkannya ke email. Beliau mendukung penuh, yang penting ini diajukan untuk mendapatkan acc dari fakultas dulu. Alhamdulillaah sensei tanda tangan... ^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu aku segera merevisi lagi paper yang tadi sudah dikoreksi dan membuahkan hasil tulisan sebelumnya tentang &lt;a href="http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/09/menilik-kembali-kasus-plagiarisme.html"&gt;Plagiarisme&lt;/a&gt;. Huft, semua dilalui dengan penuh harap - harap cemas, tapi Alloh terasa begitu dekat dengan hamba - hambaNya yang tak lelah untuk berikhtiar meski raganya sudah merasa di puncak kelelahan. Setelah getol melobi fakultas, akhirnya tanda tangan wadek pun dengan cantiknya menghiasi proposal dan surat permohonan kami [lebay dikit... ^^]. Horee... alhamdulillaah Alloh kasih rezeki, supporting grant buat kita berangkat.. Lumayan lah.... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TRAGEDI II: STASIUN LEMPUYANGAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, naik ke universitas... Sesampainya di universitas ternyata Kepala Dirmawa sedang rapat sampai nanti sore jam 16. Subhanalloh... Padahal dua tiket kereta sudah di tangan, kereta Progo berangkat pukul 15.45 dari stasiun Lempuyangan menuju Pasar Senen. "Terpaksa kita harus menunda keberangkatan ke Jakarta untuk nyebar proposal dew.." kata devy lemes. "Iya dev, sayang uang kita 70rb melayang.. Ya udah deh gpp, aku telpon bulik dulu klo ga jadi ke Jakarta. Klo misal berangkat sekarang sepertinya aku juga udah lemes banget" jawabku tak kalah lemes kayak devy. "Eh, kita nanti sore jualan tiket kita aja ke penumpang yang udah kehabisan tiket. Gpp yang penting kan kita bukan calo" kata devy tiba - tiba dengan ide gilanya. "Haaahhh... ga mau, maluu...." kataku. "Ih gpp tau, kita nanti nyari orang yang di depan penjualan tiket dan kita nyari orang yang udah kehabisan" jawabnya. "Ya udah klo gitu, kita ke sana sekarang? Gpp lah nanggung malu, toh mereka juga ga kenal kita dan mereka akan terbantu dengan tiket kita, hahaha" kataku tertawa melepas kepenatan siang yang panas itu bareng devy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar pukul 14 aku dan devy sudah sampai di stasiun Lempuyangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Krik...krik.... ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Orang - orang penuh dan kita tidak tahu mana yang sedang kebingungan mencari tiket. Waktu itu H+2 pekan lebaran kalau tidak salah, tetapi masih tetap penuh arus balik ke Jakarta. Di tengah - tengah kita mencari orang - orang yang butuh banget tiket kereta tiba - tiba, "Haaahhhh... dew......" kata devy kaget. "Ada apa dev?" tanyaku penasaran dan cemas. "Haahh aku baru inget tiket keretanya ketinggalan di kos-an..." katanya. "Haahhhh??????" teriakku kaget... Setelah itu kami tertawa lepas di tengah keramaian orang. Hahahahahaha.... Gubrak! Hal bodoh yang pernah aku lakukan dengan sohibku di tengah manisnya perjuangan menuju negeri impian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TRAGEDI III: OLEH2 BUAT BULIK&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dew, ntar malem aku mabit di tempatmu lagi ya buat ngerapiin proposal ita lagi" kata devy. "Boleh.. oya dev aku baru inget, kita kan udah beli oleh2 juga buat bulikku... Huhuhu, banyak banget mau kita apain" kataku. "Hahaha, oiya ya.. Ya udah ditaruh di freezerku aja" katanya. "Oiya, ya udah deh nitip ya..." kataku tapi dalam hati masih agak ragu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari kedua devy mabit di kosku, dia kuminta untuk membawa oleh2 yang kemarin dibeli sembari menghabiskan dari pada nanti busuk dan mubadzir. Duuh banyak banget lagi, semua manis. Meski aku paling doyan makanan manis, tapi klo sebanyak itu rasanya neg juga kan... Setelah kira - kira hari ke-4 devy masih mabit di kosku setiap malam dan kuminta membawa bakpia pathuk ke kos buat dihabiskan. Feelingku ga enak, tapi devy meyakinkan klo gpp karena udah masuk freezer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kami buka dan mau dimakan, "Hwaaa.... udah menjadi berwarna hijau sebagian.....huhuhu, sayang sekali...." kataku. "Eh coba dulu, kayaknya masih enak kog... Cobain deh..." kata devy sambil makan. "Tuh masih enak kan, ini kayaknya bukan jamur, memang ini kan kacang hijau jadi warnanya hijau. Emang sih harusnya warnanya hitam kayak dulu yang aku beli. Cobain dulu..." tambahnya. Terbujuk juga dengan desakan devy dan memakan bakpia yang telah berwarna hijau dari warna asli berwarna hitam, "Hwaaa...pahit dev..." teriakku. "Hahahaha... iya sih emang agak pahit, diambil yang ga pahit lah..." kata devy. Hiks..hiks... akhirnya terpaksa juga harus aku makan dan membuat perutku mulai merasakan tanda - tanda keanehan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena tidak terlalu suka dengan makanan yang udah agak pahit itu, akhirnya yang masih tersisa aku masukkan ke &lt;i&gt;ricecooker&lt;/i&gt;ku&lt;i&gt; &lt;/i&gt;untuk di&lt;i&gt;warming. &lt;/i&gt;Setelah itu aku bungkus semua dan minta devy buat membawa sisanya ke kosnya yang banyak orang. Tragedi ini selesai, entah bagaimana reaksi pencernaan temen2 kos devy, aku lupa menanyakannya.. ^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;to be continued....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Penghujung senja pondok Nabila, 4th room&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;With my spirit, I want to be cheerful person any time... ^^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-1091483742904926371?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/1091483742904926371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=1091483742904926371' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/1091483742904926371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/1091483742904926371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/11/its-difficult-but-alloh-made-it-easy.html' title='It&apos;s Difficult but Alloh Made it easy'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-750170711141685561</id><published>2011-10-28T17:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-28T17:26:10.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='es campur ^^'/><title type='text'>Menyimpannya dengan Rapi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan video - video kuno itu bermain di depan mataku. Kadang terdengar suara berdecit pita - pitanya yang sudah usang. Sesekali aku tersenyum dan tersipu, namun setelahnya aku menangis tersedu - sedu, lalu kembali aku tersenyum bahkan tertawa "sungguh tingkahku sangat memalukan!" batinku. Suatu waktu aku merasa sangat malu dan membuatku tertunduk untuk tidak melihat lagi alur ceritanya karena aku pernah mengalaminya. Ya, aku sedang melihat diriku sendiri di masa lalu, gambarnya terlihat jelas di mataku dan percakapannya begitu terdengar jernih di telingaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenangan, sejuta episode telah kulalui dan sejuta naskah baru menanti untuk kulakoni, seperti artis yang telah dinanti - nantikan &lt;i&gt;release&lt;/i&gt; film terbarunya. Bukan dinantikan oleh siapapun, tetapi oleh diriku sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menegakkan kepala dan membuka mata lebih lebar, meyakinkan diri bahwa itulah yang telah kau lalui selama ini. Bukan rasa sesal yang mendalam, tetapi rasa ingin melakukan yang terbaik di keesokan hari. Bukan ingin mengutuk diri sendiri, tetapi kenangan telah mengajarkanku untuk mencapai tingkat yang paling tinggi. Tingkat mana yang akan kau daki? Aku tak tahu... Huft...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sia - sia waktumu untuk melihatnya bahkan menyimpannya. Buang saja yang telah lalu dan tatap lekat - lekat tulisan - tulisan episode kehidupan yang akan datang yang telah engkau ketik rapi dalam sebuah folder, "rina, your life is so wonderful". Aku menggeleng... "Ah apa pedulimu?" batinku berperang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menatap keduanya dan kurapikan dengan baik yang telah lalu dan yang akan datang. Untuk sejuta kenangan yang telah berlalu, aku tak bisa berlepas meski aku tak akan pernah kembali. Kusimpan rapi untuk menamparku kesekian kalinya biar hidupku nanti tak mejadi sia - sia. Sejuta kenanganku, semua bukan hal yang buruk, kadang kala aku masih melihat cahaya sesekali menerangi jalanku. Di ujung sana aku melihat cahaya, dari api dan dari cahaya teduh yang minyaknya dari kesturi. Tentu aku berharap cahaya kedua yang menerangi hidup meski waktu matiku masih lama. Karena aku ingin sepanjang hidupku penuh dengan cahaya dan Dia ridha dengan kehidupanku. Buatku, "Jangan pernah membuat Dia menyesal telah memberi kehidupan". Untuk sebuah kenangan yang akan datang, Alloh ridhailah aku dan sampaikan aku pada cahayaMu yang minyaknya pun sangat wangi...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-750170711141685561?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/750170711141685561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=750170711141685561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/750170711141685561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/750170711141685561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/10/menyimpannya-dengan-rapi.html' title='Menyimpannya dengan Rapi'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-7997012358119568173</id><published>2011-10-23T20:24:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T20:24:05.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Sederhana'/><title type='text'>Tenggelam Di Dalam Agar Rasa Leci</title><content type='html'>Dinginnya pagi tak membuat surut berangkat pergi&lt;br /&gt;Jam belum menunjukkan pukul enam&lt;br /&gt;Nekat aku berpamitan, berucap salam&lt;br /&gt;Menyalakan motor dan berlalu pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kecilku masih ingin tinggal&lt;br /&gt;Namun, tugasku telah menunggu untuk dikerjakan&lt;br /&gt;Surakarta - Jogja, aku bersenandung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, dua, tiga, hingga puluhan kilo aku lewati&lt;br /&gt;Ups, pandangku tak sampai 10 meter&lt;br /&gt;Semua yang kulihat berwarna putih&lt;br /&gt;Samar - samar dan membuatku pelan berkendara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woow.. Subhanalloh&lt;br /&gt;Aku sedang menembus agar - agar putih&lt;br /&gt;Yang baru saja kemarin dibuat oleh ibu&lt;br /&gt;Aroma lecinya tercium menusuk sebagai udara yang sejuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... nice trip&lt;br /&gt;Tenggelam dalam kabut putih&lt;br /&gt;Yang warnanya hampir - hampir seperti agar rasa leci&lt;br /&gt;;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kapan2 klo mudik pagi hari lagi ah... Pengen menembus si agar putih sambil meraup sejuta inspirasi.. :) 24 Oktober 2011&lt;br /&gt;Hari ini Alloh mengajariku lewat alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-7997012358119568173?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/7997012358119568173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=7997012358119568173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7997012358119568173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7997012358119568173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/10/tenggelam-di-dalam-agar-rasa-leci.html' title='Tenggelam Di Dalam Agar Rasa Leci'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-7315549903697840732</id><published>2011-10-13T21:01:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T20:38:11.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='es campur ^^'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir studi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi bahagia'/><title type='text'>Make your Life More Wonderful</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="fcg" style="color: grey;"&gt;Berusahalah! Karena setiap hamba senantiasa dimudahkan terhadap apa yang ia diciptakan untuknya. -HR. Muslim-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="fcg" style="color: grey;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="fcg" style="color: grey;"&gt;1st: Jangan takut bermimpi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="fcg" style="color: grey;"&gt;2nd: Mulailah merealisasikannya, jika kamu adalah seorang yang pemalu maka lakukan dengan sembunyi - sembunyi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span class="fcg" style="color: grey;"&gt;example:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;kata hati: pengen rasanya ikut kompetisi menulis. Tapi.... ah malu gih klo ketauan orang, kualitas tulisanq kan ga bagus2 amat..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Never mind, nulis aja trus dikirim. Itung - itung, iseng - iseng berhadiah :p&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;3rd: Berusaha itu ga hanya di permukaan, tapi sampai kamu merasa letih hingga kamu &amp;nbsp;benar - benar putus asa, dan setelahnya kamu ga mau kalah dengan keletihan apalagi putus asa. Kamu berkata, "life must go on, moving forward!!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;4th: Do'a ke Alloh, minta apa yang diinginkan. Memohon yang terbaik sama Alloh dan semoga yang kita kehendaki adalah yang terbaik menurut pandangan Alloh. Jikalau memang bukan yang terbaik, maka mohon berkah dan balasan atas usaha yang telah dilakukan. Dengannya, kamu akan siap menghadapi ketentuan Alloh, baik kamu benar - benar merealisasikan mimpimu atau masih menunda untuk mencapainya hari ini..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;5th: Tunggulah kejutan dari Alloh dan kamu akan merasakan your life is more wonderful.. Jangan lupa sujud syukur pada-Nya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;See you with other dreams... :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;*Japan, i wanna come back for living there many years... :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Dew, ada peluang lagi ke Jepang... Ya Alloh, galau nih pengen ke sana lagi... Bismillaah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: grey; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; line-height: 14px;"&gt;Mohon do'anya my friends....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-7315549903697840732?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/7315549903697840732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=7315549903697840732' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7315549903697840732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7315549903697840732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/10/make-your-life-more-wonderful.html' title='Make your Life More Wonderful'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6980061615813734900</id><published>2011-09-25T14:19:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T14:19:45.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KarEna kiTa istiMewa'/><title type='text'>Umurnya Kira - Kira Masih Belasan Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang itu udara kota Solo sangat panas seperti waktu - waktu sebelumnya. Panasnya Solo mungkin setengah lebih panas dari Jogja. Saat tengah terengah - engah dengan nafas - nafas pendek setelah jalan kaki dari stasiun hingga pertigaan Gilingan (nama tempat di Solo, pen), bus yang aku tunggu belum kunjung datang. Sembari menata nafas, kira - kira sepuluh menit kemudian bus yang akan membawaku pulang akhirnya datang juga. Sepuluh menit terasa sepuluh hari, berjalan menyusuri rel kereta api di tengah terik matahari, dan berjalan di pinggiran kota yang jaraknya kira - kira satu kilo. "Ah ga masalah, daripada naik bus dan harus oper, mendingan sekali jalan. Paling butuh 15 menit.." pikirku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah mungkin saking lelahnya, bus sederhana itu terlihat megah seketika di mataku. Mungkin layaknya kereta kuda yang sedang menjemput tuannya [alaah sesuatu banget..]. Lantas aku segera naik dan di dalamnya seolah bus ini menawarkan sofa indah yang siap menopang tubuh yang hampir roboh. Busnya luang tidak banyak penumpang, sehingga aku seperti pemilik bus yang bebas memilih jajaran sofa - sofa. Aku berjalan ke tengah menghindari kepulan asap rokok laki - laki tua yang duduk di barisan belakang. Sontak aku langsung menjatuhkan tubuhku, ambruk di atas sofa terpilih. "Alhamdulillaah leganya... huft..." menarik nafas dalam - dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalananku kira - kira satu setengah jam lagi, maklumlah naik angkutan umum harus bersabar. Jalannya layaknya putri Solo yang sedang menahan lapar, sesekali berhenti untuk menunggu penumpang yang kita tidak tahu kapan datang. Beberapa saat kemudian para pengamen datang silih berganti. Pendengaranku sepertinya terganggu dengan nyanyian mereka, "aku butuh kesunyian sekarang!" batinku berteriak tetapi mereka tidak mendengar. "Ini bukan bus milik pribadi sist jadi bersabarlah..." ujar batinku lagi menenangkan diri. Ya bersabarlah, bersabar dalam waktu satu jam lebih untuk menunggu sambutan kelapa muda di rumah yang sudah aku pesan jauh - jauh hari layaknya wanita sedang '&lt;i&gt;nyidam&lt;/i&gt;'. Hari - hari kemarin banyak yang harus aku selesaikan mengejar waktu,&amp;nbsp; dan ujung - ujungnya pasti akan terlintas makanan - makanan yang harus dipenuhi, "ah dasar nafsu..".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa pengamen tak kuhiraukan kehadirannya, pikiranku melayang dan semua berebut minta&amp;nbsp; jatah untuk dipikirkan. Beberapa saat kemudian dua orang masuk ke dalam bus. Bukan penumpang, tapi pengamen lagi. Awalnya aku masih mengabaikan dan tidak menoleh sedikitpun ke belakang. Setelah mendengar mereka mulai memetik gitar dan menyanyikan lagu, sang penyanyi berdiri tepat di depan sebelah kiri kursi yang aku duduki. Melihat penyanyi itu aku terus memperhatikannya dan mendengarkan lagunya. "Ck... lagu pop Indonesia yang tengah populer dan &lt;i&gt;ga &lt;/i&gt;bermutu" batinku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku adalah orang yang ketika melihat sesuatu membuatku tertarik, membuatku penasaran, dan sesuatu yang menurutku aneh, maka aku akan terus memperhatikan tingkah orang itu sampai aku berpikir dan mendapatkan kesimpulan atas apa yang aku pikirkan. Tak jarang orang yang aku perhatikan sampai melihatku [duuh malu2in..]. Penyanyi itu membuatku tercenung, seorang gadis belasan tahun, kira - kira kelas tiga SMA menyanyikan lagu dengan semangat sambil tertawa&amp;nbsp; dengan temannya yang sedang memetik gitar. Celana jeans selutut membalut &lt;i&gt;press body&lt;/i&gt;, memakai jaket kaos warna abu - abu yang dilipatnya sampai siku, rambutnya panjang diikat separuh, kulitnya sedikit hitam karena debu dan cahaya matahari. Sedangkan temannya laki - laki berambut acak cat pirang, memakai anting kecil di telinga kanan,&amp;nbsp; ikut menyanyi sambil terus memetik gitar. Pakaiannya cukup kusam dengan stelan celana jeans panjang warna biru laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku terus memandangi si gadis itu, bukan melihat wajahnya tetapi hanya memandang ke arahnya sambil berpikir, tepatnya terus memperhatikan kedua orang itu. Aku yakin dia masih belasan tahun, tetapi apa yang dia pikirkan untuk menyambung hidup? Kenapa dia mau bergaul dengan seorang lelaki yang bertampang dan berpenampilan preman? Mungkin ini hanya pikiran sesaat, tetapi aku terus saja berpikir. "Siapakah yang akan mengajaknya mengaji?" gumamku dalam hati. Lagunya pun berhenti dan ia berlalu turun bersama teman laki - lakinya itu sambil terus tertawa sepanjang perjalanannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika aku mau membangun negeri, harus kumulai darimana? Sontak muncul kembali keinginan membangun LSM pemberdayaan dan perlindungan wanita yang jauh dari kaum feminisme. Betapa aku ingin dihargai dan menghargai sesama wanita. Siapa yang mau menjadi pengamen apalagi seorang kernek angkutan umum. Bekerja bersama laki - laki berpenampilan preman, bangga dengan penampilan 'gaul'nya, dan mengamen di atas bus sementara batinnya menangis menanggung malu. Namun, mengelola dan memelihara kaum miskin apalagi yang sudah terbiasa meminta - minta atau mengamen di jalan sangatlah sulit. Mereka sudah terbiasa hidup mendapatkan uang recehan secara instan dari orang - orang di jalan. Mengajaknya bekerja dan belajar akan membuatnya merasa waktunya terbuang sia - sia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangsa kita kaya, tetapi kaya orang miskin, kaya pengamen, kaya peminta - minta, dan kaya dengan orang - orang yang tidak peduli dengan lingkungan. Yang penting keluargaku kenyang, anak istriku bisa tertawa lebar. Yang penting aku dan keluargaku ngaji, ilmuku belum cukup untuk dibagikan ke orang lain. Nikmati sajalah hidup dan surgamu sendiri dan jangan berbagi jika kau tak ingin memuliakan wanita - wanita lain yang hidup di pinggir - pinggir jalan... Untung si gadis itu pengamen dan bukan bekerja dalam komunitas maksiat dimana seorang wanita sangat mudah dan instan mendapatkan uang tetapi sesuatu yang berharga dari dirinya harus direlakan, yaitu kehormatan... &lt;i&gt;Na'udzubillaah...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam untuk wanita - wanita hebat, semoga kita senantiasa dilindungi oleh Alloh dan dipanggil Alloh untuk melindungi teman - teman kita menuju kesyukuran menjadi seorang wanita. Karena kita istimewa... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*subuh dan mataku sulit terpejam&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4th room &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6980061615813734900?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6980061615813734900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6980061615813734900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6980061615813734900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6980061615813734900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/09/umurnya-kira-kira-masih-belasan-tahun.html' title='Umurnya Kira - Kira Masih Belasan Tahun'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-998570517286439294</id><published>2011-09-20T03:14:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T06:21:46.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir studi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar banyak'/><title type='text'>Menilik Kembali Kasus Plagiarisme</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oHrf2DK6IIw/TniTCX4P1QI/AAAAAAAAAJE/UXl67gC75QY/s1600/157458385_6dc97e34141.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/-oHrf2DK6IIw/TniTCX4P1QI/AAAAAAAAAJE/UXl67gC75QY/s200/157458385_6dc97e34141.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan menjadi cukup bukti untuk mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Alloh kepada kita, baik apa - apa yang kita sukai maupun apa - apa yang tidak kita sukai. Kadang kala kemarahan orang, keselnya orang, dan juga kritikan - kritikan pedas yang ditujukan ke kita bukan semata - mata sebagai sebuah kebencian, tetapi sebuah kehati - hatian dengan tindakan yang kita lakukan. Inilah hari - hari yang dapat aku ambil hikmahnya dari segelintir kejadian yang sedang dialami (bukan berarti saya habis melakukan kasus pencurian ini lho ya...). Bukan sekedar semangat yang kita butuhkan, tetapi tindakan yang benar yang harus diutamakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menulis tugas akhir telah terasa menjadi kegiatan rutin sehari - hari. "Kalau kita sedang mengambil mata kuliah Tugas Akhir dengan bobot 6 sks, maka &lt;i&gt;normally &lt;/i&gt;kita mengagendakan waktu kita untuk mengerjakan skripsi setiap harinya 6 jam,  layaknya mengatur dan mengagendakan jadwal kuliah" tutur dosen pembimbing enam bulan yang lalu. "Cukup menampar keras" batinku. Penulisan Tugas Akhir bagi mahasiswa tingkat sarjana umumnya merupakan kajian pertama kali dalam menciptakan sebuah maha karya penelitian yang akan di&lt;i&gt;publish&lt;/i&gt; menjadi sebuah karya ilmiah. Sudah barang tentu apa yang kita tulis akan menjadi salah satu pilihan orang untuk dijadikan referensi dari sekian banyak deretan daftar referensi yang ada. Beruntung ketika karya kita bisa menjadi acuan orang lain untuk mengembangkan ilmu sesuai dengan bidang yang kita pilih, rasanya apa yang kita tulis itu memiliki nilai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, apa yang terjadi ketika tulisan yang kita buat dijiplak oleh orang lain? Dalam bahasa sehari - hari lebih sering kita sebut sebagai tindakan plagiat. Untuk seorang mahasiswa yang baru pertama kali&amp;nbsp; menulis karya ilmiah, maka menjadi keharusan baginya memiliki pengetahuan tentang ini (baca: plagiarisme). Di sini saya akan menggunakan kata 'plagiarisme', tetapi saya tidak memandang benar&amp;nbsp; atau tepat tidaknya penggunaan kata ini (hehe, soalnya klo memikirkan itu maka tulisan ga akan jadi2). Jika mahasiswa tidak tahu tentang tata cara penulisan Tugas Akhir, maka boleh jadi hal tersebut akan berakibat fatal. Kadang kala yang terkena imbasnya bukan hanya dirinya sendiri, tetapi ikut melibatkan orang lain, yaitu dosen pengampu. Selain Tugas Akhir, tindakan plagiarisme lebih sering terjadi pada pembuatan &lt;i&gt;paper&lt;/i&gt; atau publikasi ilmiah. Untuk dosen yang sudah mendapatkan gelar Profesor atau guru besar, hal ini bukanlah main - main. Hmmm... inilah yang menjadi perhatian khusus dari saya setelah memutuskan dosen pembimbing saya adalah dosen yang bergelar paling tinggi di kalangan akademisi tersebut, bukan apa - apa atau hanya ingin gaya melainkan merasa prefer sekaligus bisa bimbingan yang lain tidak hanya sekedar Tugas Akhir (hehe).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu, jika kita menilik kembali kasus-kasus plagiat yang selama ini terjadi di Indonesia, maka kita perlu mencermati bagaimana hal itu bisa terjadi. Seorang dosen dicabut gelar guru besarnya dikarenakan telah terbukti melakukan tindakan plagiat &lt;i&gt;paper&lt;/i&gt; milik orang lain, seorang mahasiswa doktoral dicabut gelarnya dll. Memang dari beberapa kasus hal ini rupanya dosen tidak tahu-menahu apa yang dilakukan mahasiswanya. Mahasiswa hanya mencantumkan nama dosen, konsultasi jarang dilakukan, dan akhirnya men-&lt;i&gt;submit&lt;/i&gt; sendiri hasil karyanya tanpa review dari sang dosen. Jadi sebenarnya bukan dosen yang melakukan plagiat tetapi dia hanya menjadi korban mahasiswa yang ingin turut andil dalam kancah publikasi ilmiah baik skala nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap produktif dalam dunia publikasi merupakan tindakan yang positif terlebih&amp;nbsp; untuk mahasiswa strata satu karena jarang mahasiswa S1 yang melirik &lt;i&gt;Call paper&lt;/i&gt;. Dosen pun masih menyarankan bagi mahasiswanya belum pantas untuk mengikuti publikasi ilmiah, kecuali jika yang akan diikutkan adalah hasil skripsinya karena publikasi ilmiah bukan sekedar main - main semacam PKM dll. Akan tetapi, semangat berkontribusi dengan hal - hal yang penting tetapi sering kali disepelekan. Bicara masalah penulisan karya tulis, karya ilmiah, Tugas Akhir, Skripsi, Thesis, Disertasi dan segala macam karya yang berhubungan dengan hal tersebut harus diimbangi dengan tata caranya. Ibarat kita memiliki netbook baru, maka kita harus tahu aturan - aturannya biar tidak cepat rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun saat kita mencoba menuangkan hasil penelitian kita dalam sebuah tulisan. Plagiarisme sudah menjadi wacana yang sangat luas dan semakin gencar sekarang - sekarang ini. Tetapi dari sekian banyak mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir, berapa persen dari jumlah mahasiswa tersebut yang tahu tentang batasan - batasan menulis dan apa itu yang dimaksud dengan plagiarisme. Jangan - jangan mereka hanya mengetahui sebatas pada tidak menjiplak atau &lt;i&gt;copy paste&amp;nbsp; &lt;/i&gt;secara keseluruhan hasil orang lain. Hanya sebatas itukah? Inilah pentingnya kehati - hatian. Banyak kasus plagiarisme dimana pelakunya kurang paham bahwa ternyata apa yang dia lakukan itu sudah merupakan kasus plagiarisme. Niatnya baik tetapi ternyata caranya salah, sama halnya saat kita ibadah. Ibadah tidak akan diterima Alloh ketika niat kita lurus tetapi ibadah kita tidak mengikuti ajaran Rasululloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mendeteksi plagiarisme pada sebuah karya seseorang, sekarang telah&amp;nbsp; dikembangkan teknologi sederhana yang mudah dipakai dengan hasil yang akurat. Untuk menguji hasil karya seseorang itu plagiarisme atau tidak sudah ada softwarenya, tinggal memakai dan meneliti berapa persen dari keseluruhan karya itu yang termasuk tindakan plagiat. &lt;i&gt;Nah&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;banyak pula yang baru tahu kalau ternyata plagiarisme itu biasanya dihitung dalam parameter persen, ada yang 20%, 30%, 50% hingga 90%. Kalau di kalangan akademisi, katanya angka plagiarisme hasil karya seseorang yang mencapai 20-30% itu masih dikatakan normal atau masih dimaafkan oleh pemiliknya. Tetapi, jika sudah melebihi itu maka pencuriannya sudah terlalu melampaui batas dan bisa diproses secara hukum. Hadiah yang diberikan atas tindakan plagiarisme biasanya adalah pencopotan gelar pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejauh apa sebenarnya kita boleh mengutip karya seseorang? &lt;/b&gt;Sebenarnya yang diinginkan oleh pendidikan Indonesia adalah &lt;i&gt;character building&lt;/i&gt;, tidak serta merta&amp;nbsp; mementingkan nilai dan gelar semata. Pendidikan kita ingin menciptakan orang - orang yang berkarakter kuat dalam keilmuannya dan bisa berdiri tegak di atas kaki sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, ketika kita menulis skripsi diharuskan ada latar belakang dan dasar teori, pun&amp;nbsp; saat kita menulis paper. Sedangkan yang kita lakukan saat menulis latar belakang dan dasar teori biasanya mengutip sana - sini sumber referensi yang telah ada. Bagaimana cara kita mengutipnya, sedangkan &lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; adalah bagian dari tindakan pencurian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita pahami saat kita mengutip referensi adalah kita &lt;b&gt;mengambil ide &lt;/b&gt;si penulis &lt;i&gt;paper &lt;/i&gt;atau karya tersebut. Artinya, kita tidak mengambil bagaimana cara dia menyampaikan tetapi kita hanya 'sepakat' atau menerima dan membenarkan teori yang telah ia tulis. Jadi, saat kita menuliskannya kembali, bukan kita meng-&lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; atau menulis sama persis dengan aslinya baik hanya satu baris maupun secara keseluruhan, melainkan kita menyampaikan kembali ide penulis dengan gaya bahasa kita sendiri. Sehingga bisa kita bedakan antara &lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; dengan mengutip sebuah karya tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan mengartikan atau membahasaindonesiakan &lt;i&gt;paper &lt;/i&gt;yang berbahasa asing? Hal ini tidak jauh beda ketika kita mengutip karya yang berbahasa Indonesia. Kita tidak diperbolehkan menulis arti kalimat secara harfiah dan utuh, tetapi kita mengambil inti dari apa yang disampaikan orang lain kemudian membahasakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang mahasiswa yang berkutat dengan rumus, sangatlah perlu untuk berhati - hati. menulisnya Rumus tidak boleh meniru persis sama, tetapi kita bisa menggantinya dengan parameter yang berbeda tetapi tidak mengubah simbol yang sudah ditetapkan. Misal kita akan menuliskan suhu awal yang mana suhu secara internasional telah ditetapkan T, lalu dalam referensi yang kita pakai dituliskan suhu awal     &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;sub&gt;o&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;, kita bisa menuliskannya dengan &lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;T&lt;sub&gt;a&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;. Kalaulah kita benar - benar buntu karena sulit membahasakan atau memang secara teori benarnya adalah seperti yang telah dituliskan, maka secara sederhana dan mudahnya kita bisa memainkan kalimat. Misalnya kalimat aslinya adalah kalimat aktif bisa kita ganti kalimat pasif, itu gampangnya. Tetapi menulis dengan bahasa sendiri&lt;/span&gt; akan menjadi lebih baik dan lebih aman.&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sedikit sharing dari saya. Hal ini sangat perlu diketahui oleh siapapun, tidak hanya mahasiswa strata satu tetapi siapapun itu, karena yang menjatuhkan dosen ITB dahulu bukan mahasiswa strata satu tetapi seorang mahasiswa yang sedang mengambil program doktoral. Semoga bermanfaat dan selamat menulis karya ilmiah yang berkarakter... Semoga karya kita menjadi manfaat bagi orang lain, bukan menjadi bencana bagi orang lain, terlebih dosen yang sangat sabar membimbing kita untuk membuat kita menjadi tahu tentang ilmu... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*siang saat menunggu kuliah eh malah telat kuliah dan lanjut ba'da kuliah menikmati senja..&lt;br /&gt;Alhamdulillaah Alloh kasih pelajaran sebelum aku tanpa sadar melakukan pencurian akademik untuk sebuah karya yang sedang diusahakan, semoga skripsi lebih terarahkan... Terima kasih kepada Prof. Dr. Kamsul Abraha, insya Alloh dengan sekuat usaha saya tidak akan mengecewakan Bapak yang telah baik dan sabar membimbing mahasiswa yang berkemampuan pas-pas an ini. Insya Alloh&amp;nbsp; saya akan menjaga gelar Bapak... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pondok Nabila tercinta- ditemani Elfa dan Desi ^.^//&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-998570517286439294?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/998570517286439294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=998570517286439294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/998570517286439294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/998570517286439294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/09/menilik-kembali-kasus-plagiarisme.html' title='Menilik Kembali Kasus Plagiarisme'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-oHrf2DK6IIw/TniTCX4P1QI/AAAAAAAAAJE/UXl67gC75QY/s72-c/157458385_6dc97e34141.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-5571583941233066867</id><published>2011-08-19T20:30:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T20:36:31.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngaji Terus Sampai Mati :)'/><title type='text'>Apa itu Lailatur Qodar?</title><content type='html'>&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: Aba AbduLLAAH&lt;/span&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Xr7TmX0jLPA/Tk8oWuyzeSI/AAAAAAAAAJA/5U2p4MLoywM/s1600/doa-lailatu-qadr1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://4.bp.blogspot.com/-Xr7TmX0jLPA/Tk8oWuyzeSI/AAAAAAAAAJA/5U2p4MLoywM/s320/doa-lailatu-qadr1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Ya Allah, Sampaikanlah kepada kami malam lailatul Qodar”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;الدَّلِيْلُ عَلىَ مَشْرُوْعِيَّةِ لَيْلَةِ الْقَدَرِ وَبَيَانِ وَقْتِهَا وَمَا يَتَعَلَّقُ بِهَا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“DALIL-DALIL TENTANG DISYARIATKANNYA LAYLATUL-QADAR, PENJELASAN MENGENAI WAKTUNYA DAN HAL-HAL YG BERKAITAN DENGANNYA”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;ALLAH berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ  الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ&amp;nbsp;. لَيْلَةُ الْقَدْرِ  خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ&amp;nbsp;. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا  بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ&amp;nbsp;. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ  الْفَجْرِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya kami telah  menurunkannya (Al Quran) itu pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu  apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu  bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan  izin RABB-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh)  kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qodar:1-5)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Menghidupkan malam Laylatul Qadar adalah bukti keimanan seseorang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا  وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah ra, bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa menghidupkan malam&lt;br /&gt;Laylatul Qadar dengan iman dan mengharap ridho ALLAH SWT maka diampuni dosanya&lt;br /&gt;yang terdahulu.”&lt;/i&gt; (HR Bukhari, I/61, hadits no. 34)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Menggapai Laylatul Qadar hendaklah dalam keadaan berpuasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا  غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا  وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah ra Nabi SAW  bersabda : “Barangsiapa menghidupkan malam Laylatul Qadar dengan iman  dan mengharap ridho ALLAH SWT maka diampuni dosanya yang terdahulu, dan  barangsiapa berpuasa Ramadhan dlm Iman dan mengharap ridho ALLAH SWT  maka akan diampuni dosanya yg telah lalu.”&lt;/i&gt; (HR Bukhari, VI/468, hadits no. 1768)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Mencari Laylatul Qadar itu pada 10 malam yang terakhir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ  وَيَقُولُ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ  رَمَضَانَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Aisyah ra berkata : “Adalah Nabi SAW biasa mencari Laylatul Qadar pd 10&lt;br /&gt;malam yg terakhir.” (HR Bukhari, VII/147, hadits no. 1880)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Mencari Laylatul Qadar itu pada 10 terakhir tersebut, terutama pada malam-malam witirnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ  مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Aisyah ra : “Adalah Nabi SAW mencari Laylatul Qadar pd malam2 witir di 10&lt;br /&gt;hari terakhir.” (HR Bukhari, VII/145, hadits no. 1878)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;5. Mencari Laylatul Qadar itu bisa juga pada 7 malam yang terakhir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي  الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي  السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي  السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Ibnu Umar ra : “Ada beberapa  orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang bermimpi melihat Laylatul Qadar pd  7 malam terakhir, maka sabda Nabi SAW : Aku juga melihat apa yang  kalian mimpikan itu jatuhnya pada 7 malam terakhir, maka barangsiapa  yang ingin mencarinya maka carilah pd 7 malam terakhir tsb.” (HR  Bukhari, VII/142, hadits no. 1876)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6. Atau juga pada tanggal 23-nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ  أُنْسِيتُهَا وَأَرَانِي صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ قَالَ  فَمُطِرْنَا لَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ فَصَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْصَرَفَ وَإِنَّ أَثَرَ&lt;br /&gt;الْمَاءِ وَالطِّينِ عَلَى جَبْهَتِهِ وَأَنْفِه . قَالَ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُنَيْسٍ يَقُولُ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari AbduLLAAH bin Unais ra, bersabda  Nabi SAW : “Aku melihat Laylatul Qadar lalu aku dibuat lupa waktunya,  dan ditampakkan padaku saat Shubuhnya aku sujud di tanah yang basah,  lalu kata AbduLLAAH : Maka turun hujan atas kami pada malam 23, maka  Nabi SAW shalat Shubuh bersama kami, lalu beliau SAW pulang dan nampak  bekas air dan tanah di dahi dan hidung beliau SAW, lalu dikatakan : Maka  AbduLLAAH bin Unais berkata tanggal 23 itulah Laylatul Qadar.” (HR  Muslim, VI/80, hadits no. 1997)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;7. Hadits paling seringnya tentang Laylatul Qadar adalah tanggal 27 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;فَقَالَ أُبَيٌّ وَاللَّهِ الَّذِي لَا  إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِنَّهَا لَفِي رَمَضَانَ يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِي وَ  وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ :هِيَ اللَّيْلَةُ  الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ&lt;br /&gt;عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ  وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ  يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Berkata Ubay bin Ka’ab ra : “Demi  ALLAH yang Tiada Ilah kecuali DIA, sungguh malam tersebut ada di bulan  Ramadhan, aku berani bersumpah tentang itu dan demi ALLAH aku tahu kapan  malam itu, yaitu malam yang kita diperintah Nabi SAW untuk  menghidupkannya yaitu malam 27 dan tanda-tandanya adalah matahari  bersinar di pagi harinya dengan cahaya putih tapi tidak menyilaukan.”  (HR Muslim, IV/150, hadits no. 1272)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;8. Laylatul Qadar itu bisa didapati dalam keadaan jaga maupun dalam mimpi yang benar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي  الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَقَالَ&amp;nbsp; رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي  السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي  السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Ibnu Umar ra : “Ada beberapa  orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang bermimpi melihat Laylatul Qadar pd  7 malam terakhir, maka sabda Nabi SAW : Aku juga melihat apa yang  kalian mimpikan itu jatuhnya pd 7 malam terakhir, maka barangsiapa yang  ingin mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir tsb.” (HR Bukhari,  VII/142, hadits no. 1876)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;9. Laylatul Qadar itu tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak ada angin, tidak hujan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;لَيْلَةُ الْقَدَرِ لَيْلَةٌ بَلْجَةٌ لاَ حَارَةَ وَلاَ بَارِدَةَ (  وَلاَ&amp;nbsp;سَحَابَ فِيْهَا وَلاَ مَطَرَ وَلاَ رِيْحَ ) وَلاَ يَرْمِى فِيْهَا  بِنَجَمٍ وَمِنْ عَلاَمَةِ يَوْمِهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لاَ شِعَاعَ لَهَا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Pada malam Laylatul Qadar itu tidak  panas &amp;amp; tidak dingin, tidak berawan dan tidak hujan dan tidak  berangin, tidak juga terang dg bintang2, tanda di pagi harinya adalah  Matahari terbit bercahaya lembut.” (HR As-Suyuthi dlm Jami’ Shaghir,  di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahihul Jami’, XX/175, no. 9603)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;10. Tapi kadang-kadang Laylatul Qadar itu disertai juga dengan hujan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;وَقَالَ إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ  ثُمَّ أُنْسِيتُهَا أَوْ نُسِّيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ  الْأَوَاخِرِ فِي الْوَتْرِ وَإِنِّي رَأَيْتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ  وَطِينٍ فَمَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْيَرْجِعْ فَرَجَعْنَا وَمَا نَرَى فِي السَّمَاءِ  قَزَعَةً فَجَاءَتْ سَحَابَةٌ فَمَطَرَتْ حَتَّى سَالَ سَقْفُ الْمَسْجِدِ  وَكَانَ مِنْ جَرِيدِ النَّخْلِ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَرَأَيْتُ رَسُولَ  اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْجُدُ فِي الْمَاءِ  وَالطِّينِ حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ الطِّينِ فِي جَبْهَتِهِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Said Al-Khudriy ra, bersabda  Nabi SAW : “… Aku melihat Laylatul Qadar lalu aku dibuat lupa kapan  waktunya, maka barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pd 10 hari  terakhir pada malam-malam witirnya dan aku melihat diriku pada malam  tersebut sujud di atas tanah yang basah… Maka kami kembali dan kami  tidak melihat ada awan di langit, maka tiba-tiba ada awan dan turun  hujan sampai airnya menembus sela-sela atap masjid yang terbuat dari  pelepah Kurma, maka aku melihat Nabi SAW sujud di atas tanah yang basah,  sampai&amp;nbsp; kulihat bekas tanah yang basah itu di dahi beliau SAW.” (HR  Bukhari, VII/174, hadits no. 1895)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;12. Pagi hari setelah Laylatul Qadar cahaya Matahari putih tapi tidak silau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;فَقَالَ أُبَيٌّ وَاللَّهِ الَّذِي لَا  إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِنَّهَا لَفِي رَمَضَانَ يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِي وَ  وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي  أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا  أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ  لَهَا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Berkata Ubay bin Ka’ab ra : “Demi  ALLAH yang Tiada Ilah kecuali DIA, sungguh malam tersebut ada di bulan  Ramadhan, aku berani bersumpah tentang itu dan demi ALLAH aku tahu kapan  malam itu, yaitu malam yg kita diperintah Nabi SAW untuk  menghidupkannya yaitu malam 27 dan tanda-tandanya adalah Matahari  bersinar di pagi harinya dengan cahaya putih tapi tidak menyilaukan.”  (HR Muslim, IV/150, hadits no. 1272)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;13. Laylatul Qadar hanya bermanfaat bagi orang yg Iman &amp;amp; Mengharap Ridho ALLAH SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَيُوَافِقُهَا أُرَاهُ  قَالَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW  bersabda : “Barangsiapa yg bangun saat Laylatul Qadar lalu pas  melihatnya, lalu sabda Nabi SAW : Dan orang tsb beriman dan mengharap  ridho ALLAH SWT maka diampuni dosanya yg telah lalu.” (HR Muslim,  IV/147, hadits no. 1269)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;14. Saat Laylatul Qadar Malaikat yang turun ke bumi lebih banyak dari Kerikil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;لَيْلَةُ الْقَدَرِ لَيْلَةٌ سَابِعَةٌ  أَوْ تَاسِعَةٌ وَعِشْرِيْنَ ، إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةُ  فِي الأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Bersabda Nabi SAW : “Laylatul Qadar  itu pada malam 27 atau 29, sungguh Malaikat yang turun pada saat itu ke  bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil.” (HR Thayalisi dlm  Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad&amp;nbsp;I/519; dan Ibnu Khuzaimah dlm shahih-nya  II/223)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;15. Apakah doa yang paling baik dibaca saat Laylatul Qadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللهُ عَنْهَا  قَالَتْ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيْ  لَيْلَةَ الْقَدَرِ مَا أَقُوْلُ فِيْهَا ؟ قَالَ : ” قُوْلِي : الَّلهُمَّ  إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Aisyah ra : Wahai RasuluLLAAH,  menurut pendapatmu jika aku tahu bhw malam terjadinya Laylatul Qadar,  maka doa apa yg paling baik kuucapkan? Sabda Nabi SAW : “Ucapkanlah  olehmu, Ya ALLAH sesungguhnya ENGKAU adalah Maha Pemaaf, mencintai orang  yg suka memaafkan, maka maafkanlah aku.” (HR Ahmad, Ibnu Majah &amp;amp;  Tirmidzi, di-shahih-kan oleh Albani dlm Al-Misykah, I/473 no. 2091)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subhanalloh, Maha Murah Alloh menebar kasih sayangnya di Bumi. Semoga Alloh mengaruniakan keberkahan untuk semua hamba-Nya yang beriman baik yang mendapat Lailatul Qodar maupun belum mendapatkannya... Amiin ya Alloh...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber: al-ikhwan.net &lt;/div&gt;&lt;div id="wherego_related"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-5571583941233066867?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.al-ikhwan.net/fiqh-lailat-al-qodar-602/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/5571583941233066867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=5571583941233066867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5571583941233066867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5571583941233066867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/apa-itu-lailatur-qodar.html' title='Apa itu Lailatur Qodar?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Xr7TmX0jLPA/Tk8oWuyzeSI/AAAAAAAAAJA/5U2p4MLoywM/s72-c/doa-lailatu-qadr1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-375981900477356170</id><published>2011-08-19T19:54:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T19:54:40.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngaji Terus Sampai Mati :)'/><title type='text'>Fiqh I'tikaf</title><content type='html'>&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: Aba AbduLLAAH&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;	&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;فِقْهُ الإِعْتِكَافِ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;(FIKIH I’TIKAF)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;مَعْنَاهُ (Definisinya) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Secara bahasa (لُغَةً) : Berasal dari kata عَكِفَ-يَعْكُفُ-عُكُوْفًا (tetap pada sesuatu), sebagaimana dalam firman ALLAH SWT dalam&amp;nbsp;surat Al-Hajj, 21:52&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Secara Syari’at (شَرْعًا) : Yaitu menetap di masjid &amp;amp; tinggal di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada ALLAH SWT&amp;nbsp; (لُزُوْمُ الْمَسْجِدِ وَالإِقَامَةِ فِيْهِ بِنِيَّةِ التَّقَرُّبِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;مَشْرُوْعِيَّتُهُ (Dalil disyariatkannya) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Al-Qur’an :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;QS Al-Baqarah 2:187 &lt;em&gt;“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. ALLAH mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu ALLAH mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan ALLAH untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu Fajar. Lalu sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu ber-i’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan ALLAH, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah ALLAH menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. As-Sunnah :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Aisyah ra : “Adalah nabi SAW melakukan i’tikaf pd 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan ALLAH SWT, lalu hal tersebut dilanjutkan oleh para istri beliau SAW setelah wafatnya.” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pd 10 hari terakhir &amp;amp; I’tikaf di masjid2, hadits no. 2026)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Ijma’ :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah sepakat seluruh ummat atas disyariatkannya i’tikaf&amp;nbsp; (أَجْمَعَتِ الأُمَّةُ عَلىَ مَشْرُوْعِيَّةِ الإِعْتِكَافِ)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;حُكْمُهُ (Kedudukan Hukumnya) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. WAJIB : Jika merupakan NADZAR, baik nadzar tersebut MUTHLAQ (lepas, tanpa syarat) maupun MASYRUTH (dengan syarat, misalnya jika saya dimudahkan urusan maka saya niat i’tikaf), berdasarkan hadits Ibnu Umar ra : “Umar bernadzar akan i‘tikaf pada zaman jahiliyyah di masjidil Haram. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya : Penuhilah nadzarmu!” (HR Bukhari, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab Apabila seorang bernadzar untuk i’tikaf di masa Jahiliyyah lalu ia masuk Islam, hadits no. 2043)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. SUNNAH : Pada 10 hari di akhir Ramadhan (berdasarkan hadits Aisyah no. 2026 di atas) &amp;amp; di bulan-bulan lainnya selain Ramadhan (berdasarkan hadits Amrah binti AbduRRAHMAN dari Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf di bulan Syawwal, hadits no. 2041)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;زَمَانُهُ (Waktu memulai &amp;amp; mengakhirinya) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Untuk yang wajib karena nadzar, maka waktunya sesuai dengan yang dinadzarkan (lihat hadits Ibnu Umar no. 2043 di atas).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Untuk yang sunnah di bulan Ramadhan, maka masuk masjid saat shalat Shubuh pada hari ke-20 bulan Ramadhan (berdasarkan hadits Amrah binti AbduRRAHMAN, hadits no. 2041 di atas) dan keluar saat akan shalat Ied (berdasarkan semua hadits2 tentang jumlah hari i’tikaf di atas). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;أَرْكَانُهُ (Rukun-rukun I’tikaf) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. النِّيَّةُ (niat), berdasarkan firman ALLAH SWT Surat Al-Bayyinah, 98:5 dan hadits Umar ra : Semua amal dilihat dari niatnya (HR Bukhari, bab Permulaan Turunnya Wahyu, hadits no. 1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. مَكَانُهُ (tempat i’tikaf) : Di masjid (berdasarkan firman ALLAH SWT surat Al-Baqarah, 2:187), Imam Syafi’i lebih menyukai di masjid jami’&amp;nbsp;dan Imam Malik mensyaratkan harus di majid jami’, karena i’tikaf akan terputus jika orang tersebut keluar untuk shalat Jumat&amp;nbsp;di masjid yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;مَا يَسُنُّ لِلْمُعْتَكِفِ (Apa-apa yang dusunnahkan pada orang yang i’tikaf) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Puasa (berdasarkan hadits-hadits di atas), pada selain bulan Ramadhan dibolehkan i’tikaf tanpa berpuasa (berdasarkan hadits Umar no. 2043 di atas)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Shalat malam, baik berjama’ah maupun sendiri-sendiri (berdasarkan hadits Abu Hurairah, Fathul Bari, Kitab Shalat Tarawih, bab Keutamaan orang yang melakukan Qiyam Ramadhan, hadits no. 2009)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menanti lailatul qadar (berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudri, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf pada 10&amp;nbsp;hari akhir&amp;nbsp;dan i’tikaf di masjid-hadits, hadits no. 2027)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Membaca al-Qur’an (berdasarkan firman ALLAH SWT surat Al-Baqarah, 2:185),&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Berdzikir, membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat, istighfar&lt;br /&gt;(berdasarkan firman ALLAH SWT&amp;nbsp;surat Al Baqarah, 2:185 ..wa li tukabbiruLLAAHa ‘ala ma hadakum..; dan Al-Ahzab, 33:41)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Berdoa (berdasarkan Firman ALLAH SWT&amp;nbsp;surat Al-Baqarah, 2:186)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;مَا يُبَاحُ لَهُ (Apa-apa yang dibolehkan bagi orang yang i’tikaf) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Perbuatan-perbuatan&amp;nbsp;yang mubah seperti mandi, berminyak wangi, mencukur rambut, berhias, disisir rambut oleh istri, mencuci rambut/keramas (Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab wanita haid menyisir rambut orang yang i’tikaf, hadits no. 2028-2030)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Boleh bercakap-cakap dengan orang lain, berduaan dengan istri, ataupun karena ada keperluan keluar ke pintu mesjid atau kerumahnya, kemudian kembali lagi (berdasarkan hadits Shafiyyah ra, Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab Apakah orang yang I’tikaf boleh keluar untuk keperluannya ke pintu masjid? Hadits no. 2035 &amp;amp; no. 2038)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Boleh wanita yang sedang istihadhah (mengeluarkan darah bukan karena haid) ikut i’tikaf (berdasarkan hadits Aisyah ra, Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, bab I’tikaf bagi wanita yg Mustahadhah, hadits no. 2037)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Boleh orang yang i’tikaf membatalkan i’tikafnya karena sesuatu hal yang penting (Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, Bab Orang yg I’tikaf lalu tampak baginya keinginan untk keluar dari i’tikaf, hadits no. 2045)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Boleh orang yang i’tikaf membawa barang-barang yang diperlukan, seperti alas tidur ke dalam masjid (Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, Bab Orang yang keluar dari i’tikafnya di waktu shubuh, hadits no. 2040)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Boleh orang ber-i’tikaf di malam harinya saja atau di siang harinya saja, jika tidak mampu sempurna (Fathul Bari’, Kitab I’tikaf, Bab I’tikaf di Malam Hari, hadits no. 2032; juga Bab Orang yang Keluar dari I’tikaf-nya di Waktu Shubuh, hadits no. 2040)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;مَا يُحْرَمُ لَهُ (Apa-apa yang dilarang bagi yag i’tikaf) :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Keluar dari Masjid tanpa uzur (Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab Tidak boleh masuk rumah kecuali untuk suatu keperluan, hadits no. 2029)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Haidh dan Nifas (Fathul Bari, Kitab I’tikaf, bab wanita haid menyisir rambut orang yang i’tikaf, hadits no. 2028; dan Bab Mencuci Orang yang I’tikaf, hadits no. 2031)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Berhubungan suami-istri di malam i’tikaf (Al-Baqarah, 2:186 …&lt;em&gt;dan janganlah kamu campuri istrimu pada saat kamu sedang i’tikaf di masjid..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;والله أعلم بالصواب&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga membantu orang - orang yang akan menunaikan ibadah i'tikaf. Jangan lupa niat yang ikhlas dan mempersiapkan diri dengan sebaik - baiknya... Saling mendo'akan ya... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;#Selamat menikmati hari - hari terakhir Ramadhan....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;diambil dari situs al-ikhwan.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-375981900477356170?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.al-ikhwan.net/fiqh-itikaf-2-600/' title='Fiqh I&apos;tikaf'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/375981900477356170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=375981900477356170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/375981900477356170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/375981900477356170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/fiqh-itikaf.html' title='Fiqh I&apos;tikaf'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2277237019254997604</id><published>2011-08-16T19:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-16T19:52:30.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi kisah'/><title type='text'>Aku Tak Takut Bermimpi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ScwU5RdOKps/Tksqx_awt8I/AAAAAAAAAI8/13ee-3glaZ0/s1600/fly-ur-dream-up-high-n-free-it2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ScwU5RdOKps/Tksqx_awt8I/AAAAAAAAAI8/13ee-3glaZ0/s1600/fly-ur-dream-up-high-n-free-it2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang kulalui penuh kegalauan, tapi life must go on..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku merasa mimpiku semakin dekat meskipun aku harus menunda kelulusan bulan November esok hingga bulan Februari. Tetapi, semoga inilah jalan yang tercepat untuk menggapai mimpi - mimpi yang selama ini aku acuhkan. Ah, apalah diriku ini tak berani menegakkan tangan ke langit untuk meraihnya. Tapi, semua itu aku tepis dan aku mulai membangun power lagi dari awal. Entahlah, modalku hanya satu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Orang - orang yang berjihad di jalan Kami sungguh akan Kami tunjukkan jalan - jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh menyertai orang - orang yang berbuat kebaikan" (Qs. Al Ankabut: 69)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Insya Alloh Dia akan menunjukkan jalan-Nya dengan cara-Nya dan aku akan mengalir mengikuti apa yang dibisikkan oleh hati dan simpul - simpul syaraf otakku. Menjumput kembali mimpi yang telah tercecer, menggali lagi mimpi yang terpendam meski sudah tertimbun terlalu dalam. Semakin tinggi keyakinan kita pada Alloh dan penghargaan terhadap diri sendiri, maka harusnya semakin berani kita menambah mimpi - mimpi yang lain. It's so simple, yakinlah meraih mimpi itu sangatlah sederhana. Kita hanya membutuhkan hard work and smart work, and you will can take all of that you want. Yes, I can you can, I will and you will.. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ikhtiar sudah dilakukan dengan usaha terbaik, maka tinggallah banyak berdo'a dan meminta do'a dari orang banyak. Selama do'a masih digratiskan oleh Alloh dan do'a itu pasti akan dikabulkan, inilah saatnya tawakkal pada Alloh dengan benar - benar penuh memasrahkan hasilnya. Kalaupun ternyata Alloh memandang mimpi kita bukan yang terbaik untuk kita, maka sungguh apa yang telah kita lakukan bukan hal yang sia - sia. Orang lain sudah mencapai Antares, maka sudah bukan saatnya lagi untuk tidur lama dan hanya membuai mimpi dalam mimpi. Our dreams will come true... :')&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alloh telah menunjukkan jalan-Nya dan sekarang saatnya tanganmu menyelesaikan semua, kakimu melangkah mendekatinya, pikiranmu terus berpikir, hatimu ikhlas untuk semua. Inilah keharmonian kerja yang akan membuahkan hasil yang insya Alloh penuh dengan ridha-Nya. Bukan menjanjikan tetapi mengingatkan janji Alloh... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh my mother, my father, my brothers n sister, di sana kalian tak henti - hentinya berdo'a untukku meskipun aku akan meraihnya dengan sedikit terlambat tetapi kalian bersabar atasku. Hiks, pengen pulang..... Aku bersyukur Alloh memberiku banyak teman meski aku belum pernah bisa memberi hak - hak mereka, tetapi aku yakin mereka terus melafazkan do'a - do'anya untukku. Untuk orang - orang yang seperti bintang di langit, yang aku tidak pernah tahu siapa itu yang sangat cantik karena do'a yang terus dipanjatkan pada Alloh untukku, berjuta terima kasih aku haturkan dan semoga aku pun ikut membalasnya lewat do'a. My Alloh, syukur atas segala yang telah Engkau beri untukku, aku yakin dengan yang telah Engkau berikan padaku tidak akan membuatku lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku terlalu malu jika aku tidak yakin akan karunia-Mu. Aku bukanlah seorang balita lima tahun yang terkena kanker darah dan tetap tegar dengan sakitnya. "Mama, kenapa sedih? Alloh sangat sayang padaku jadi aku akan diambil lagi sama Alloh...". Dia tidak berkesempatan hidup hingga dewasa dan mengukir sejarah hidupnya dengan mimpi - mimpi yang terealisasi. Ya, aku bukan adik itu, aku punya lebih umur, aku masih bisa berpikir, aku masih bisa beraktivitas dengan normal, tetapi aku selalu berharap kesembuhan pada-Nya...  :))) Alloh, aku rindu ingin berjumpa dengan-Mu meski aku sangat malu belum ada ibadah yang khusyuk kuhaturkan untuk-Mu.. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan aku memiliki mimpi di bulan Ramadhan ini :) Follow my dream..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber: hikmah yang diselipkan Alloh dalam hidupku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;#hanya seorang biasa yang berani bermimpi dan akan merealisasikan mimpinya#&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sambil dengerin "Meraih Sukses n Optimis Sajalah" :D&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mengikuti apa yang dikasih ke Alloh 31 Agustus 2011 :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2277237019254997604?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2277237019254997604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2277237019254997604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2277237019254997604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2277237019254997604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/aku-tak-takut-bermimpi.html' title='Aku Tak Takut Bermimpi'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ScwU5RdOKps/Tksqx_awt8I/AAAAAAAAAI8/13ee-3glaZ0/s72-c/fly-ur-dream-up-high-n-free-it2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4067715941628591000</id><published>2011-08-13T18:06:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T18:06:56.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seri remaja'/><title type='text'>Kamu Itu Unik..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebel 'n kesel ga sih klo kita tu direndahin orang lain? Tetapi, mereka seringkali adalah orang yang ngasih &lt;i&gt;power&lt;/i&gt; paling besar ke kita untuk mencapai apa yang ingin kita raih. &lt;i&gt;So that&lt;/i&gt;, harusnya orang yang paling pertama harus kita kasih ucapan terima kasih adalah 'orang tersebut' karena dia udah capek - capek melecut kita sekeras - kerasnya untuk bergerak, mencari - cari kekurangan kita dan berani mengatakan evaluasinya ke kita. &lt;i&gt;But&lt;/i&gt;, sebenernya di sini aq ga akan membahas orang - orang yang seringkali baik secara sadar ataupun tidak menancapkan paku di hati [halaaah...] :D&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya yang ingin aku share di sini adalah kepercayaan diri kita terhadap potensi atau bakat kita masing - masing. Seburuk - buruknya kita, sedikit - dikitnya prestasi kita atau bahkan ga' pernah yang namanya nyandang gelar prestasi, kita masih punya potensi untuk menjadi luar biasa. Yang perlu dilakuin hanya meng&lt;i&gt;explore&lt;/i&gt; diri biar kita tahu kemampuan kita itu dimana. Alloh ga' bakal ngasih kita kosong dalam diri dan kita dibiarin aja hidup di dunia ini. Klo gtu caranya darimana kita nanti bisa pergi Haji? [lhoooh..]. Maksudq tadi, darimana kita bisa beli makan? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klo kamu terus - terusan ngerendahin diri, jangan harap ada orang yang kasih spirit positif. Adanya mah dikasih spirit negatif, baca: sindiran - sindiran &lt;i&gt;nylekit&lt;/i&gt;. Ga' mau kan kita direndahin? Jadi, salah juga klo kita nyalahin orang yang suka ngasih wejangan yang menyakitkan hati karena memang kita menunjukkan kapasitas yang masih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang suka nyakitin orang lain [lhoooh..], tolong dong hargain orang sedikit. Iya sih kita tahu kamu punya potensi yang lebih dari pada orang lain. Tapi, itu karunia Alloh juga gan, jadi bukan milikmu semata. Bahkan karunia Alloh yang dititipin ke kamu itu sebenernya diwajibkan sama Alloh untuk dibagi - bagi (di&lt;i&gt;share&lt;/i&gt;kan) dengan sodaramu yang masih kurang. Lagian juga, ngapain kamu ngasih wejangan yang menyakitkan? Kan tu jadi nambah dosa klo dia-nya sakit hati.. Nah loh... Sekali lagi masih nyakitin orang lain berarti itu sama saja ngerendahin ciptaan Alloh. Jangan marah juga dong klo orang bilang kamu sombong.. Kasian tuh yang disindir nangis di pojokan... :) So, lembutkan hati kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya yang harus kita pahami bersama adalah setiap pribadi itu unik. Aku, kamu, dia, semua orang punya keunikan masing - masing. Yakin deh ga ada yang sama persis. Nah, inilah kuasa Alloh, kita dicipta untuk saling berbagi dan menghargai. Setiap pribadi itu unik, dan kamu pun juga unik... Sekarang yakin? :)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;explore your talent..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;#di pagi Ramadhan mengharap kasih sayang Alloh&lt;br /&gt;"Boleh jadi apa yang kamu kira itu baik bagimu belum tentu baik bagi Alloh. Dan boleh jadi apa yang menurutmu itu buruk belum tentu itu buruk menurut Alloh"&lt;br /&gt;Sabarlah karena semua telah diatur oleh-Nya dengan timbangan yang terbaik untuk hamba - hambaNya..&lt;br /&gt;*belajarbersyukurmeskimasihseringmengeluh :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4067715941628591000?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4067715941628591000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4067715941628591000' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4067715941628591000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4067715941628591000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/kamu-itu-unik.html' title='Kamu Itu Unik..'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8050678159108801506</id><published>2011-08-12T10:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T10:13:19.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='es campur ^^'/><title type='text'>Jangan Pernah Redupkan Sinarnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ia begitu bermakna dalam kehidupan hati. Ia selalu menyinari selayaknya cahaya matahari yang menyinari alam semesta sepanjang masa -yang telah ditetapkan Alloh lamanya-. Kamu tidak ada hak untuk mematikannya. Alih - alih mematikan, meredupkannya pun tak boleh... Ia sempurna milik Alloh dan semua atas kehendak Alloh. Hanya saja kadang kala kita menjadi misykat yang meneduhkan pancarannya. Dan kita merelakan diri menjaganya, menjadi misykatnya, dan bahkan menambah bahan bakar untuk ikut membuatnya lebih bersinar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan pernah redupkan sinarnya, karena aku membutuhkannya. Kehidupanku terlalu kelam untuk tidak kau sinari. Kehidupanku terlalu manja jika tidak kau terangi dengan makna hidup mandiri dan bahkan ketidaksempurnaanku adalah cahaya yang paling terkasih dari Sang Maha Pencipta. Cahaya itu dikaruniakan agar kita menjadi master of syukur. Jangan pernah redupkan sinar cahayaku, tapi tambahlah terangnya agar aku mampu melihat jalan yang terlalu berbahaya karena kerikil - kerikil dan kelakar - kelakarnya yang sangat tajam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia membuatku tidak tertatih lagi meski kadang waktu istirahatku terlalu lama dan melupakan kebaikan lain yang harusnya aku tunaikan. Ia menuntunku menuju impian besar di sisi Alloh nanti. Ia menyumbangkan energi terbesar dalam setiap rapuhku, menjadi penerang yang terlalu kuat yang kadang - kadang membuat mataku sangat sakit saat aku melakukan hal yang sia - sia dan bahkan berdosa. Tapi, inilah aku yang masih membutuhkannya dan tak mau engkau redupkan. Karena aku bukan bidadari yang terlalu cantik dan terlalu mulia dibandingkan dengan seorang biasa yang ingin menjadi luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8050678159108801506?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8050678159108801506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8050678159108801506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8050678159108801506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8050678159108801506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/jangan-pernah-redupkan-sinarnya.html' title='Jangan Pernah Redupkan Sinarnya'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3481828123211267830</id><published>2011-08-12T09:48:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T09:57:02.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><title type='text'>Pengen Nyantri: Hanya Sekedar Tiba-Tiba atau Kerinduan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Curhat gag jelas.. hehe. Tapi pengen berbagi aja, buat kita belajar menganalisa antara keinginan dan kebutuhan..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu rasanya biasa-biasa aja, cuma mau melangkahkan kaki terasa begitu berat karena tugas kuliah belum dikerjain. Tapi, klo dipikir-pikir lagi insya Allah akan ada kemudahan untuk ngerjain tugasnya karena gag sulit juga, tinggal nanti bisa nyuri-nyuri waktu atau enggak. Akhirnya dengan langkah malas tapi hati semangat (bisa bayangin kan...), keluar dari kos dan melaju ke arah barat dengan tujuan Ponpes Mahasiswi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam ini mabit di tengah tugas yang menumpuk. It's OK.. Entah kenapa juga saat itu aku tidak terlalu terbebani. Padahal sore harinya ketika ngobrol dengan temen sekelas Fisika ditanyain udah ngerjain belum, saya jawab dengan enteng, "tinggal ngetik aja, bahan udah ada". Seketika itu temen pun kaget, "Woww, pe-de bener.. Aku aja udah pusing sejak dua hari yang lalu". Umm... aku cukup mengernyitkan dahi dan takjub dengan kekhawatirannya yang berlebih akan tugas ini. Yang aku rasakan saat itu hanyalah rasa syukur bahwa Allah kasih kemudahan buatku untuk menyelesaikan tugas kuliah tanpa mengesampingkan 'tugas' yang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke, itu bukan bahasan utama. Sesampainya di Ponpes beberapa waktu kemudian adzan isya, karena masih menjaga wudhu akhirnya langsung menuju masjid utama. Mulai shalat berjama'ah, mulai saat itulah hatiku bergetar tak henti-henti. hmm, what's wrong? Rupanya ada keinginan kuat yang muncul untuk ikut mondok di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali ada bukaan pesantren mahasiswi, sudah apply sih.. Tapi, ada hal yang berat yang membuat langkahku menjadi gontai. "Administrasi dilengkapi ya mbak, termasuk surat izin dari orang tua" kata petugas administrasi pondok. "Oya, ini saya berniat mau pulang sekalian meminta surat izin." kataku dengan batin yang bergejolak menolak dengan keyakinan tidak ada izin dari orang tua. Benarlah adanya ketika melobi orang tua.. Kali ini tidak berhasil, "Kamu mau mondok? Yakin? Nanti ngadu lagi kalau ga betah karena sekamar lebih dari seorang. Udah dewi tu ga bisa bareng orang lain, kos sendiri aja, lagian kos juga dibayar perbulan itu lebih baik buat kamu karena kamu orangnya ga betahan" jawab ortu tercinta. Hiks.. iya sih benar kata orang tua, tapi... - -"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang keinginan seringkali bermunculan di benak kita, tetapi kadang kita selalu memaksa bahwa ini itu harus tercapai tanpa melihat kondisi diri. Meskipun itu juga merupakan keinginan yang mengarah pada kebaikan, ketidaktercapaiannya itu yang membuat kita belajar lebih kreatif untuk mencari jalan (alternatif) lain. Dalam konteks cerita ini, ilmu tidak hanya bisa didapat dengan memondokkan diri, ternyata setelah kulalui sekian lama dengan segala aktivitas, sepertinya pondok bukan tempat terbaik untuk aku tinggali.. ^^ thanks to my pa yang udah selalu ngertiin... :) Ayo cari ilmu, ayo muraja'ah, ayo belajar semuanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dewi ga boleh malas.&lt;br /&gt;Mencoba mengeluarkan isi draft, udah lama nulisnya, tapi baru diposting..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3481828123211267830?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3481828123211267830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3481828123211267830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3481828123211267830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3481828123211267830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/pengen-nyantri-hanya-sekedar-tiba-tiba.html' title='Pengen Nyantri: Hanya Sekedar Tiba-Tiba atau Kerinduan?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2386250063249754133</id><published>2011-08-11T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T21:45:26.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah dan amanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujih penyemangat'/><title type='text'>Membangun Soliditas Kader Guna Mempersiapkan Kemenangan Strategi Dakwah</title><content type='html'>&lt;div style="color: white; font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Qs. Al Anfal: 60-66&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Bermula dari ayat tersebut, aku terinspirasi saat mempersiapkan materi suatu malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Kali ini tulisan aku agak berbobot, semoga.. hehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Kita pasti sudah mafhum tentang dakwah, jundi, qiyadah dan segala hal yang membangunnya. Kalau boleh saya definisikan secara sederhana, dakwah adalah bangunan orang2 yang menyeru kepada kebenaran. Bangunan tersebut akan kokoh jika batu bata dan semennya berkualitas tinggi. Batu batanya kuat&amp;nbsp; yang terbuat dari tanah liat yang berkualitas dan pengeratnya pun sangat kuat. Sehingga, utk mencapainya kita butuh dua hal yang kuat, yaitu batu bata sebagai pribadi2 kita dan pengerat atau semennya yang saya anggap di sini adalah soliditas, amal jama’i, qiyadah wal jundiyah dll.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Pertama, kita butuh batu bata yg kokoh, sehingga akhirnya kita pun membutuhkan kualitas  dan kapasitas pribadi - pribadi yang baik juga. Kebaikan kualitas dan kapasitas kita  terlihat pada jihad kita atau amalan2 kita yg&amp;nbsp; merujuk pada delapan arkanul bai'ah dalam jama’ah, diantaranya kefahaman, jihad yang ikhlas, tadhiyah (pengorbanan) kita, tha’ah  (ketaatan) kita, tsabat (kekokohan) kita, tajarrud (kesungguhan) kita,  al-ukhuwah (persaudaraan) kita, dan tsiqah (kekokohan) kita. Namun, seringkali kita mengalami maju - mundur dan naik - turun baik dalam semangat mapun amalan - amalan dakwah. Bukankah Alloh terus menyemangati kita lewat Al-Fath: 28? Mungkin kita memang jarang membukanya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;“ Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (Q.S. Al-Fath: 28).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Dengan merujuk dan berusaha memenuhi arkanul bai’ah itu maka akan mengantarkan kita pada ekspansi dakwah yang lebih luas. Artinya, arkanul bai'ah menjadi pemicu, pemacu, dan pemecut bagi akselerasi gerakan dakwah kita , sehingga akan mempercepat tercapainya ahdafu da’wah (sasaran-sasaran dakwah) dan ghayatu da’wah (tujuan-tujuan dakwah). Namun, syaratnya adalah saat kita melaksanakan kedelapan rukun bai'at itu haruslah kita laksanakan secara total. Jika tidak bisa kedelapannya sekaligus, maka satu atau dua saja yang kita pegang dan kita amalkan dengan penuh kesungguhan, maka amalan dakwah kita itu yang akan membawa ruh. Kita sedang memanggil hati seseorang, memenuhi hak mad'u - mad'u kita, baik dari yang ilmunya lebih tinggi sampai yang belum tahu apa - apa. Sehingga, kita menyentuh hati mereka pun dengan hati atau dengan ruh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Dalam poin arkanul bai'ah yang lain, saya akan menyinggung sedikit tentang ukhuwah.&amp;nbsp; Mungkin kita sudah terlalu banyak materi tentangnya dan di sini saya ingin menyampaikan sedikit apa yang saya pikirkan tentangnya. Ukhuwah seringkali menjadi power yang sangat besar saat kita berada dalam kondisi kelelahan dalam amal lapangan.. Ukhuwah selalu menjadi embun yang menyejukkan, dan kebutuhan akan ilmu akan menjadi air atau oase saat kita sedang berada dalam kondisi kehausan, terkhusus bagi saya pribadi. Sehingga, saya tidak pernah menyepelekan dengan hal - hal yang akan mengeratkan diri satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Berikutnya, saya akan mengulas beberapa pertanyaan yang seringkali muncul dalam dinamika dakwah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;bagaimana jika saat di tengah jalan dan saat kita kecapekan, tuntutan ilmu tidak dipenuhi oleh halaqah dan kita hanya tersibukkan pada amaliyah lapangan saja?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Maka jawabnya adalah kita kembali mempertajam iman kita sendiri, menumbuhkan jiwa yang haus akan ilmu sehaus2nya sampai kita menyempatkan diri utk mendapatkan taujih dari ustadz atau dari buku, apapun taujih itu insya Alloh akan menjaga ruhiyah kita. Karena Alloh telah berfirman,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Sekarang yang dipertanyakan adalah siapa yang punya furqan? Ya, orang2 yang beriman dan berilmu yang bisa membedakan dan menggunakan bashirah atau mata hatinya utk menimbang2 atau menggunakan skala prioritas. Sehingga saat kita sedang futur karena rasa capek, maka yang datang pada kita adalah semangat dan kerinduan, yaitu kerinduan akan Qs Al Ahzab: 23.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya)." (Al Ahzab: 23)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Sebagai contoh semangat ini ada sedikit cerita, Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Titik poin pada pertanyaan ini adalah &lt;b&gt;keimanan kita itu dibangun oleh kita sendiri&lt;/b&gt;. Keimanan kita bukan dibangun oleh murabbi, teman, orang tua dan siapapun itu. Kita kuat karena men-tarbiyah&amp;nbsp; diri sendiri, kita beramal karena dorongan nafsu kita mengantarkan ke sana, kita mencari ilmu karena kita merasa membutuhkannya, bahkan kita -bagi seorang wanita-  berjilbab itu karena azzam ingin menjaga kesucian dirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="color: white; font-family: inherit; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kedua, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;bagaimana saya bisa ikut berjuang sedangkan kapasitas saya masih dangkal?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; margin-left: 3.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Jika kita masih ciut dengan kemampuan dan kapasitas kita, maka sesungguhnya Alloh telah menjawabnya dalam Qs. Ali Imran: 164.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;“Sungguh Allah telah benar-benar memberi karunia kepada orang-orang mukmin karena Dia telah mengutus pada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (Sunnah), meskipun mereka sebelum itu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt; (Ali ‘Imran: 164)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;“ Orang-orang yang berjihad di jalan Kami sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. 29/Al-Ankabuut: 69).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Dalam ayat Al Ankabut tersebut disebutkan tentang jalan - jalan yang oleh ibnu katsir ditafsirkan sebagai jalan2 utk urusan dunia dan akhirat, jalan yang memudahkan kita dalam berjihad. Jadi, meski kita tidak mempunyai bekal maka Alloh akan mencukupkan bekal kita, jika kita mempunyai uang utk diinfaqkan di jalan dakwah, maka Alloh yang akan memberikan. Dengan cara apapun yang kita tidak tahu. Bekal kita dapat dari apa? Mungkin Alloh akan mengilhamkan kepada kita rasa semangat menuntut ilmu sampai akhirnya tercukupi bekal kita dll..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Maka, jika kita masih merasakan kekurangan di sana sini terhadap diri kita, sesungguhnya bekal dakwah hanya satu, yaitu iman. Dengan iman akan melahirkan rasa mencintai ilmu dan kita tergerak utk mencari sebanyak2nya. Dan dengan iman pula kita akan tergerak utk menyebarkannya, masalah hidayah itu urusan Alloh. Urusan kita hanyalah mengisi teko dan menuangkannya pada gelas2 orang yang sedang kehausan dalam perjalanan di dunia yang katanya hanya "&lt;i&gt;mampir ngombe&lt;/i&gt;"&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Maka, jadilah kita menjadi bagian dari penyedia air - air kesegaran itu untuk memberikan ruh kepada orang lain agar jalannya menuju akhiratnya itu menjadi lancar dan benar arahnya di Jalan Alloh, serta kita turut berjalan membersamainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;tetapi seringkali kita mendapat kabar kader - kader putus di tengah jalan karena banyaknya tantangan dakwah dan merasa dakwah membuatnya capek?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Aktivitas dakwah adalah aktivitas kesabaran akan pengamalan arkanul bai'ah. Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah yang kita lakukan itu seberapa. Berapa persen perbandingan kita dengan Abu Bakar, dengan Umar Al Khattab, Utsman bin Affan, Ali? Atau tidaklah terlalu jauh masanya dengan mereka, berapa persen pengorbanan kita dibandingkan dengan ustadzah Yoyoh, ustadz Rahmat Abdullah dan orang - orang yang di masa kita yang memberikan banyak sekali keteladanan dalam dakwah? Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;"Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt; (Ali Imran: 146)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kesabaran  adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan  ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena  keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Dan &lt;b&gt;pertanyaan terakhir &lt;/b&gt;adalah Untuk Siapa Kita Berjuang? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Apakah dakwah kita untuk mendapatkan harta? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Dari Abdullah Bin Zaid, bahwa Rasulullah saw, saat menaklukkan Hunain, membagi-bagikan ganimah (harta pampasan perang). Beliau memberi orang-orang yang hatinya sedang dijinakkan (muallafatu qulubuhum). Lalu sampai (berita) kepada beliau bahwa orang-orang Anshar pun ingin memperoleh apa yang diperoleh orang lain. Maka bangkitlah Rasulullah saw. berkhutbah seraya memuji dan menyanjung Allah lalu mengatakan, “Wahai segenap orang Anshar, bukankah dahulu aku menemukan kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian dengan perantaraanku; kalian papa lalu Allah memberi kalian kecukupan dengan perantaraanku; kalian terpecah-belah lalu Allah mempersatukan kalian dengan perantaraanku?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nyalah yang paling banyak jasanya.” (Shahih Muslim juz II: 738)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Berawal dari cara Rasulullah saw dalam membagi-bagikan ganimah (harta rampasan perang) Hunain, beliau membagi justru kepada orang-orang yang baru masuk Islam pada saat penaklukan Makkah (Fathu Makkah), yang notabene belum banyak perngorbanannya. Bahkan pada perang Hunain itu justru merekalah yang pertama lari tunggang-langgang saat mendapat gempuran awal dari musuh. Sedangkan orang-orang yang sudah sejak awal turut berjuang dan malang-melintang dalam kancah jihad, kaum Anshar, tidak mendapatkan sedikit pun dari ganimah itu. Sampai-sampai seseorang dari kalangan Anshar berkata kepada sesama mereka, “Sekarang Rasulullah saw sudah bertemu dengan kaumnya”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;. Desas-desus itu akhirnya sampai kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian meminta pimpinan mereka, Sa’ad Bin Ubadah untuk mengumpulkan seluruh kaum Anshar itu di satu tempat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Setelah berkumpul, Rasulullah saw.datang untuk menasihati mereka, "Apa desas-desus yang berkembang di tengah-tengah kalian? Apa perasaan-perasaan yang ada di hati kalian terhadapku?” kata Rasulullah membuka khutbah, setelah bertahmid dan menyanjung Allah swt. “Bukankah aku datang kepada kalian dalam keadaan kalian tersesat lalu Allah memberi kalian petunjuk? Kalian miskin lalu Allah memberi kalian kecukupan? Kalian bermusuhan lalu Allah memadukan hati kalian?” Mereka mengatakan, “Benar, Allah dan Rasul-Nyalah yang paling berjasa dan paling utama.” Rasulullah saw. melanjutkan, “Wahai kaum Anshar, mengapa kalian tidak menjawabku?” Mereka menjawab, “Ya Rasulullah, dengan apa kami menjawab engkau? Allah dan Rasul-Nyalah yang paling berjasa dan paling utama.” Rasulullah saw. mengatakan, “Demi Allah, kalau kalian mau pasti kalian mengatakan –dan kalian pasti berkata jujur dan dapat dipercaya: ‘Engkau datang kepada kami, wahai Rasulullah, dalam keadaan didustakan lalu kami mempercayai engkau. Engkau datang dalam keadaan dihinakan lalu kami membela engkau. Engkau datang kepada kami dalam keadaan terusir lalu kami melindungi engkau. Engkau datang kepada kami dalam keadaan sengsara lalu kami membantu engkau’. Wahai kaum Anshar, apakah hati kalian lebih mencintai kemilau dunia yang dengannya aku menjinakkan hati sebagian orang agar teguh dalam Islam padahal aku mengandalkan kalian pada keislaman kalian?” Dan pada akhirnya kaum Anshar menyadari kekeliruan mereka dalam memposisikan diri mereka dan memandang Rasulullah saw. Mereka menangis sejadi-jadinya hingga janggut-janggut mereka basah dengan air mata seraya mengatakan, “Kami puas dengan Rasulullah saw sebagai bagian kami”. Maka, hal ini telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa hidayah Alloh yang diberikan kepada kita sebagai bagian dari hizbulloh adalah bayaran yang paling besar diberikan oleh Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Lalu, apakah perjuangan kita ini untuk Alloh?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Perjuangan kita untuk menegakkan Islam di muka bumi ini sama sekali bukan jasa kita untuk Alloh swt. Karena Dia, tanpa bantuan manusia, mampu menegakkan Islam dengan tangan-Nya sendiri. Dan Alloh tidak mendapat keuntungan sedikit pun dari ketaatan manusia. Sebaliknya Dia juga tidak rugi sedikit pun bila seluruh manusia ingkar pada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan) sekalian alam. Dan firman-Nya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (Adz-Dzariyaat: 56-58)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Jadi, apakah perjuangan kita untuk Rasulullah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Bukan pula perjuangan kita untuk membela dan menguntungkan Rasulullah saw. Karena, pertama kita sudah jauh dari masa hidup Rasulullah saw. Dan kedua, para sahabat yang nyata-nyata terlibat dalam perjuangan dan pengorbanan bersama Rasulullah saw. saja pun hakikatnya bukan membela Rasulullah saw. Karena tanpa bantuan kaum Muslimin pun Rasulullah saw. sudah nyata-nyata dibela oleh Alloh swt.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal; line-height: 115%;"&gt;Kepada para sahabat yang habis-habisan membela dan berjuang untuk Islam bersama Rasulullah saw itu&amp;nbsp; pun Alloh swt berfirman, “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Alloh telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Alloh bersama kita”. Maka Alloh menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Alloh menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Alloh itulah yang tinggi. Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 40)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu, apakah perjuangan dan pengorbanan kita menguntungkan Islam? &lt;br /&gt;Islam tanpa kita, tenang saja... Kita keluar tidak masalah&amp;nbsp; juga karena akan ada orang lain yang memperjuangkannya dengan kualitas yang lebih baik. Bukankah kita akan menangis?? Alloh swt menegaskan hal itu dengan ayat-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dan Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Maidah: 54). Rasulullah saw.pun bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan kebenaran tanpa terganggu oleh orang yang menghinakan dan menentang mereka, hingga datang kemenangan dari Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi,&lt;/b&gt; sesungguhnya segala yang kita lakukan dalam perjuangan dengan segala macam bentuk pengorbanan adalah jasa kita untuk diri kita sendiri. Untuk diri kita saat menghadap Allah swt. Sebab, setiap kita hanya akan memperoleh apa yang kita lakukan di dunia. “Dan seseorang tidak akan memperoleh selain dari apa yang telah dia usahakan.” Iman, hijrah, jihad dengan harta dan jiwa, itulah yang akan menghantarkan kita menjadi orang yang sukses sejati, sebagaimana yang Allah jelaskan: “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (At-Taubah: 20). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kita butuh gelora semangat kejayaan Islam. Apa yang kita lakukan sekarang memang sangat lokal, hanya lingkup MIPA&amp;nbsp; atau UGM atau lingkungan sekitar saja? Tidak sama sekali... Kita sebagai kader dakwah harus memiliki pandangan yang sangat jauh ke depan. Kata Yusuf Qardhawi kemenangan akan berasal dari Indonesia dan bangunan dakwah yang paling ideal dijadikan percontohan di Indonesia adalah di Jogja. Adik - adik yang akan kita rekrut dan dibina nanti akan menjadi output dan iron stock yang benar - benar berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada sebuah isyu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala prasangka antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, seorang mantan budak hina menemui kemuliaannya di sisi Alloh..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Alqur'an, Hadist Rasulullah, Dakwatuna (taujih Iman Santoso, Lc "Untuk siapa kita berdakwah?", Menuju Jama'atul Muslimin, Arkanul Bai'ah, dan berbagai sumber lain yang penulis lupa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2386250063249754133?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2386250063249754133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2386250063249754133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2386250063249754133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2386250063249754133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/membangun-soliditas-kader-guna.html' title='Membangun Soliditas Kader Guna Mempersiapkan Kemenangan Strategi Dakwah'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3017608436505380399</id><published>2011-08-06T01:16:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T08:50:51.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi bahagia'/><title type='text'>Syawal Tahun Ini Akan Penuh Berkah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang - siang bolong di bulan Ramadhan, saat udara luar sangat panas aku hanya bersemedi di kamar kos menggigil kedinginan. Membuka lembaran - lembaran kertas dan melirik ke &lt;i&gt;handphone &lt;/i&gt;saat sms masuk. Owh sms langganan tausiyah, tapi kali ini sms-nya membuat seneng...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah membuat parit antara dirinya dengan neraka sebagaimana (jarak) antara langit dan bumi" (HR. Ath-Thabrani)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi - bagi sms ah ke temen2, ikut bagi - bagi harapan surga... :) But, lagi pengen sms melow nih ma anak2, panggil aja lagi gang prendz poreper.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Ukhuwah takkan beku di musim dingin, takkan mencair di musim panas, takkan lulus di musim hujan.. Namun, ukhuwah akan tetap mekar walau tidak di musim semi.. :)"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;So sweatest &lt;/i&gt;banget ga' sih smsq... ^^ okeh, sent to Devi, Mba Kun, Nurul, Mba Nindri, Fika, Wheni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cring..cring.. bunyi sms masuk di hape unyuk. Eryani Dewi (Devi), "Eits..katany tinggal wisuda, kpn nih?kpn plg jg?". Sejenak tercenung, kapan ya ane bilang ke devi klo tinggal wisuda.. Hmmm... "Do'ain skripsiq ya dev, smg bs wisuda n*****mber..pulang kemungkinan H-3 :) oy devi, udh nentuin tgl blm? ;-)" balas ke temanq yang sedang kena virus &lt;i&gt;galaucoccus, sp&lt;/i&gt; ini karena sedang ta'aruf ma ikhwan..hehe. "Oke2 aq do'ain deeeh..sEmAngaAaAaTtt!!!! Insya Alloh jam 12 tgl 10/9/11 di masjid muttaqin rin...,,do'ain yaa?smg dimudahkan, lancar n pnuh berkah.. *,*" balasnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Huwaaa keren sekali.. Tapi, maksudnya emot devi apa ya? *,* = malu ? hmmm...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Waah alhamdulillaah.. Ngikutin sunnah Nabi nih nikah di bulan Syawal..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*pengenny.. :D&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;amin2, smg di bulan Syawal ni adlh bulan yg penuh keberkahan utk kalian dikumpulkan.. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barakalloohu fik ya ukhti.. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ikut seneng banget.." balas to devi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mau ada tabayyun nih, sebenernya bukan sunnah Rasulullah sih tapi mengikuti Rasululllah saat menikah dengan Aisyah. Nah, klo kata2 'pengen' tu hanya bercanda, tenang..tenang...hehe. Kan pasti kita seneng klo ngikutin sang teladan.. :) Tapi, klo namanya pernikahan di bulan apapun itu pasti adalah bulan yang paling berkah untuk keduanya.. :) Alhamdulillah, senengnya devi... Tentunya prendz poreper juga coz kita mw punya hajat lageee.... ^^d&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi inget masjid Muttaqin, masjid bersejarah buatq karena masjid dimana aq liqa pertama kali, mengenal tarbiyah yang indah ini.. Masjid tempat pelarian karena liqa di sekolah ga enak dengan temen2 sal*fy. Entah kenapa sampai sekarang aku juga masih bingung kenapa liqa-ku dibilangnya sesat, hadeuh..hadeuh.. ada - ada saja mereka. Tapi, &lt;i&gt;it's no problem&lt;/i&gt;, masing2 punya argumen dan dikembalikan ke pendapat masing2. Mau dibilang sesat kek, mau dibilang bid'ah kek, ane mah ga peduli, urusan ane hanya kepengen ngaji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Balik ke bahasan... Eh, ternyata ceritaq emang udah kelar.. huehehe..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*aku selalu merekam hal-hal yang membuatku seneng dan aku hanya ingin berbagi selama aku masih bisa berbagi...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;waktu ashar di Joga, memohon do'a untuk akhir studiq.. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3017608436505380399?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3017608436505380399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3017608436505380399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3017608436505380399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3017608436505380399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/syawal-tahun-ini-akan-penuh-berkah.html' title='Syawal Tahun Ini Akan Penuh Berkah'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3862223868502528205</id><published>2011-08-03T07:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T08:26:50.019-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><title type='text'>Di Atas Ranjang Kematian (copy paste aja,,,)</title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;28/7/2011 | 27 Sya'ban 1432 H&lt;span class="ajax-the-views" id="ajax-the-views-11674"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;&lt;span class="ajax-the-views" id="ajax-the-views-11674"&gt;&lt;/span&gt;Oleh: Inayatullah Hasyim&lt;/h2&gt;&lt;span class="postedby"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/inayat/" title="Profil dari Inayatullah Hasyim"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" color="#eeeeee" noshade="noshade" size="1px" /&gt;&lt;div id="dd_ajax_float" style="display: block; margin-left: -120px; position: absolute; top: 395px;"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;div id="dd_comments"&gt;&lt;a class="clcount" href="http://www.dakwatuna.com/2011/07/11674/di-atas-ranjang-kematian/#respond"&gt;&lt;span class="ctotal"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div class="st_email_custom"&gt;&lt;span id="dd_email_text"&gt;email&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_extra_v"&gt;&lt;div id="dd_print_button"&gt;&lt;span id="dd_print_text"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6397773686574881347&amp;amp;postID=3862223868502528205&amp;amp;from=pencil"&gt;print&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_content_wrap"&gt;&lt;div class="wp-caption alignright" id="attachment_13568" style="width: 260px;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/04/pohon-senja.jpg?c13ed3" rel="shadowbox[sbpost-11674];player=img;" title="pohon-senja"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-13568" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/04/pohon-senja-250x205.jpg" title="pohon-senja" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kisah para tauladan menyambut kematiannya..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dakwatuna.com -&lt;/b&gt;  Saudaraku, berikut ini kisah para Nabi dan sahabat yang mulia saat  menyambut kematiannya. Kisah-kisah mereka penuh teladan, sarat pesan dan  menjadi bahan renungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kekasih Allah Ibrahim &lt;i&gt;Allaihi Salam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bercerita Imam Muhasabi dalam kitab “Ar-Riayah” bahwa Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim, &lt;i&gt;allaihi salam&lt;/i&gt;:  &amp;nbsp;”Wahai kekasihku, bagaimana engkau menemukan kematianmu?” Dia berkata:  Seperti tusuk besi (yang dipakai untuk membakar daging) yang diletakan  di atas bulu yang basah, kemudian ditarik.” Kemudian Allah berfirman,  “Sungguh (yang demikian itu) telah kami mudahkan kematian bagimu, Wahai  Ibrahim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nabi Allah Daud, &lt;i&gt;Allaihi Salam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa malaikat maut datang untuk menjemput Nabi Daud &lt;i&gt;alaihi salam.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;  Daud berkata: “Siapakah engkau?” Dia menjawab, “kami yang tidak takut  raja dan tidak mengabaikan orang-orang kecil, kami juga tidak menerima  suap”. Daud berkata: “Jika demikian, anda adalah malaikat kematian?” Dia  menjawab: “Ya”, Daud balik berkata: “Kok, mendadak begini, aku tidak  mendapatkan pemberitahuan (terlebih dahulu)” Malaikat berkata: “Hai  Daud, di mana sahabat-mu fulan? Di mana pula si fulanah, tetanggamu?”  “Mereka sudah mati”, jawab Daud. “Bukankah itu pemberitahuan padamu  untuk bersiap-siap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nabi yang diajak bicara oleh Allah, Musa &lt;i&gt;allaihi salam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan  bahwa Nabi Musa allaihi salam ketika jiwanya berangkat menuju Allah,  Allah berfirman: “Hai Musa, Bagaimana kau menemukan kematian?” Dia  menjawab, “Aku mendapati diriku seperti burung hidup yang digoreng di  atas penggorengan, tidak mati sehingga aku istirahat, dan tidak bertahan  hidup sehingga aku terbang”. Diriwayatkan bahwa Musa berkata: “Aku  menemukan diriku sebagai seekor kambing dikuliti oleh tukang daging  dalam keadaan hidup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ruh Allah, Isa &lt;i&gt;allaihi salam.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Isa putra Maryam, &lt;i&gt;allaihi salam&lt;/i&gt;,  berkata, “Wahai kaum Hawariyin, berdoalah kepada Allah agar kalian  dimudahkan pada saat syakrat (maut) ini” Diriwayatkan bahwa kematian  lebih berat dari tebasan pedang, gorokan gergaji dan capitan gunting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasulallah saw menggambarkan kematian kepada para sahabatnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan  dari Syahr bin Husyab dia berkata, Rasulullah saw ditanya tentang  beratnya kematian? Dia (saw) bersabda, “kematian yang paling ringan  adalah seperti bulu wol yang tercerabut dari kulit domba. Apakah mungkin  kulit dapat keluar kecuali bersama bulu-bulunya itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Bakar As-shidiq, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Bakar &lt;i&gt;radiallahu anhu &lt;/i&gt;menghadapi  hari-hari kematiannya, dia sering membaca, “dan datanglah sakaratul  maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”  (Qur’an Surah: Qaaf 19).&lt;br /&gt;Dia berpesan kepada Aisyah, puterinya:  “Lihatlah kedua pakaianku ini, cucilah keduanya dan kafankan aku  dengannya. Sesungguhnya mereka yang hidup lebih utama menggunakan baju  baru daripada yang sudah jadi mayit.”&lt;br /&gt;Di detik-detik menjelang  kematiannya, ia berpesan kepada Umar dengan berkata, “Aku berpesan  padamu dengan satu wasiat, sebab tak mungkin engkau mendahuluiku.  Sesungguhnya Allah Maha Benar dengan tidak pernah membuat malam  mendahului siang, dan siang tak pernah mendahului malam. Sesungguhnya,  tidak diterima ibadah-ibadah sunah, jika yang wajib tak ditunaikan. Dan,  akan diberatkan timbangan (kebaikan) di akhirat bagi mereka yang  menunaikan hak-hak di dunia. Dan akan diringankan timbangan (kebaikan)  seseorang di akhirat jika diikuti dengan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Umar bin Khathab, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Umar bin Khattab ditusuk oleh seseorang, Abdullah bin Abbas datang  menjenguknya, dia berkata: “Engkau telah masuk Islam saat orang-orang  (lain) masih kafir. Dan engkau selalu berjihad bersama Rasulallah SAW  saat orang-orang (lain) malas. Saat Rasulallah SAW wafat dia sudah ridha  denganmu”. Umar kemudian berkata, “Ulangi ucapanmu!” Maka diulang  kepadanya. Dia kemudian berkata, “celakalah orang yang tertipu dengan  ucapan-ucapanmu itu.”&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar, puteranya, berkata: waktu  itu kepala ayahku di pangkuanku, saat sakit menjelang kematian. Ayah  berkata, “letakan kepalaku di atas tanah!” Aku menjawab, “Bagaimana  ayah, apakah tidak sebaiknya di atas pangkuanku saja.” “Celaka kamu,  letakan di atas tanah.” Ayah setengah membentak. Kemudian, Abdullah bin  Umar meletakannya di atas tanah. Umar berkata, “Celaka aku, celaka juga  ibuku, jika Tuhanku tidak menyayangi aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustman bin Affan, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah  ditusuk oleh orang-orang yang memberontak, hingga darah mengalir ke  janggutnya, Ustman berkata, “Tidak ada Tuhan selain Engkau (ya Allah),  Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Ya  Allah, aku memohon perlindungan-Mu, dan pertolongan-Mu atas segala  persoalanku, dan aku memohon pada-Mu diberikan kesabaran atas ujian  ini.”&lt;br /&gt;Setelah ia akhirnya wafat, para sahabatnya membuka lemari yang terkunci. Mereka mendapatkan satu kertas yang tertulis begini: “&lt;i&gt;Bismillahirrahman ar-rahim&lt;/i&gt;,  Ustman bin Affan bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, tak ada  sekutu bagi-Nya. Dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dan  bahwa syurga adalah benar (adanya). Dan bahwa Allah kelak akan  membangkitkan setiap yang dikubur pada hari yang tidak ada lagi keraguan  padanya (kiamat). Sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari  janji-Nya. Atas nama-Nya kita hidup, atas nama-Nya kita mati dan atas  nama-Nya pula kita akan dibangkitan, insya-Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ali bin Abi Thalib, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditusuk, Ali &lt;i&gt;r&lt;/i&gt;&lt;i&gt;adiallahu anhu&lt;/i&gt;  berkata: Apa yang sudah dilakukan terhadap orang yang menusukku? Mereka  menjawab, “kami telah menangkapnya”. Ali berkata, “Beri makan dan minum  dia dengan makanan dan minumanku. Jika aku hidup, aku ingin melihatnya  dengan mata kepalaku sendiri. Jika aku mati, maka pukulah dia sekali  pukul saja, jangan kalian tambahkan sedikitpun.”&lt;br /&gt;Kemudian Ali  berpesan kepada Hasan, puteranya, agar memandikannya. Ali berkata,  “Jangan berlebih-lebihan dalam mengkafaniku, sesungguhnya aku mendengar  Rasulallah SAW bersabda, janganlah bermewah-mewahan dalam berkafan sebab  yang demikian itu menghimpit dengan keras.”&lt;br /&gt;Kemudian Ali berpesan  lagi: “Bawalah aku di antara rakyat. Jangan terlalu cepat, juga terlalu  lambat. Jika aku memiliki kebaikan, niscaya (dengan membawa aku ke  hadapan mereka) kalian telah mensegarakan aku menuju kebaikan itu. Jika  aku memiliki keburukan, kalian telah mengantarkan aku untuk bertemu  dengannya sebelum aku dihisab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amr bin Ash, &lt;i&gt;radiallau anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahun 43 hijriyah, Amr bin Ash menemui kematiannya saat ia menjadi  gubernur di negeri Mesir. Pada hari-hari terakhir menjelang kematiannya,  ia berkata, “Aku dulu seorang kafir yang paling keras…. Aku juga orang  terkeras pada Rasulallah SAW. Sekiranya aku mati ketika itu, aku pasti  masuk neraka. Kemudian, aku berbaiat kepada Rasulallah SAW. Tak ada  manusia yang paling aku cintai melebihi beliau SAW. Tak ada yang …  Sekiranya aku diminta untuk membuat naat (pada saat kematiannya),  niscaya aku tak mampu. Sebab, aku tak pernah bisa berhenti menyeka  airmataku sebagai kekagumanku padanya. Sekiranya pada saat itu aku mati,  aku mesti masuk syurga…. Kemudian aku diuji setelahnya dengan  kekuasaan… dan dengan hal-hal yang aku tidak tahu, apakah akan  menolongku atau membebani aku” Kemudian, Amr bin Ash mendongakan  kepalanya ke langit, dan berkata,&lt;br /&gt;“Ya Allah… tak ada lagi (alasan)  pembebas….. Sehingga aku dapat meminta maaf. Tak ada lagi kekuasaan  sehinga aku minta tolong. Sekiranya Engkau tidak merahmati aku, nicaya  aku termasuk orang-orang yang celaka!!” Begitulah selalu ia memohon  ampun kepada Tuhannya, hingga ajal menjemputnya dan ia mengucapkan, “La  Ilaha Illa Allah…”&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa sebulan sebelum kematiannya,  anaknya berkata padanya, “wahai ayah… engkau pernah berucap kepada  kami…. semoga kami dapat bertemu sesorang yang cerdas yang dapat  menceritakan suasana saat kematian. Engkaulah orang itu, ceritakan pada  kami bagaimana kematian? Maka, Amr bin Ash berkata, “Wahai anakku,  seakan-akan di punggungku ada lemari yang menindih, dan seakan akan  bernafas dari lubah jarum ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Huzaifah bin Yaman,&lt;i&gt; radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada  suatu hari di tahun ke tiga puluh enam hijriyah…. Huzaifah dipanggil  menghadap-Nya. Saat ia berusaha untuk bersiap-siap menuju perjalanan ke  negeri akhirat, masuk sejumlah sahabat ke kamarnya… Ia bertanya pada  mereka. “Apakah kalian datang membawa kain kafan?” Mereka menjawab, “Ya”  Dia berkata, “Tunjukan padaku!” Setelah melihatnya, ia mendapati kain  kafan itu masih baru…. Dengan susah payah ia berucap, “Kain kafan apa  ini? Sungguh aku hanya butuh dua helai kain putih yang tak  terjahit…Sesungguhnya aku tidak menggunakannya di kuburan kecuali hanya  sebentar hingga aku mengganti keduanya dengan yang lebih baik… atau yang  lebih buruk.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dia mengucapkan kalimat yang tak  jelas.. Para sahabatnya berusaha mendengarkan… ia berucap: “Selamat  datang kematian. Kekasih yang datang dengan membawa rindu. Tak akan  beruntung mereka yang menyesal (di hari ini).&lt;br /&gt;Ruhnya kemudian terbang menuju Allah. Itulah salah satu hamba yang paling bertakwa….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muadz bin Jabal, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampailah  Muadz bin Jabal ke ajalnya. Ia dipanggil untuk bertemu Allah…. Pada  saat sakratul maut, setiap perasaan yang sesungguhnya akan mencuat, dan  terucap di lidah seseorang, sekiranya ia masih dapat bicara. Ucapan yang  dapat dikatakan sebagai kesimpulan dari perjalanan hidup seseorang.  Pada saat-saat seperti itu, Muadz mengucapkan kalimat yang sangat  menakjubkan yang mengungkap cita-cita seorang mu’min. Ia menghadap ke  langit, seakan berdialog dengan Tuhannya. “Ya…. Allah, aku dulu sangat  takut pada-Mu. Tetapi hari ini aku ingin bertemu dengan-Mu. Ya… Allah,  sesungguhnya Engkau Maha Tahu bahwa aku tidak mendahulukan dunia untuk  akheratku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sa’ad bin Abi Waqash, &lt;i&gt;radiallahu anhu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada  suatu hari di tahun lima puluh empat hijriyah, Sa’ad bin Abi Waqash  telah berusia di atas delapan puluh tahun. Setiap hari ia berharap  segera menemui kematiannya. Salah satu anaknya menceritakan, “Suatu hari  kepala bapakku aku letakan di pangkuanku, dia bernafas  setengah-setengah. Aku menangis. Dia berkata, Apa yang membuatmu  menangis, wahai puteraku? Seungguhnya Allah tidak akan mengazabku  selama-lamanya. Aku yakin aku adalah penduduk surga.&lt;br /&gt;Suatu kali,  Rasulallah SAW telah memberinya kabar baik, dan dia beriman dengan kabar  itu yaitu bahwa ia tidak akan diazab karena ia termasuk ahli surga.  Nampaknya, ia ingin bertemu dengan Allah dengan mengumpulkan semua bekal  yang ia punya. Ia kemudian menunjuk ke arah lemari. Kemudian lemari itu  dibuka. Di dalamnya terdapat kain yang sudah sangat lusuh dan robek  sana-sini. Ia meminta keluarganya untuk mengkafankannya dengan kain itu,  seraya berkata, “Aku berjuang melawan orang-orang Musyrik pada perang  Badr (dengan pakain ini), dan aku menyimpannya untuk hari ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bilal bin Rabah, &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Sang Muadzin Nabi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Bilal didatangi kematian… Istrinya berkata, “sungguh kami akan sangat  bersedih.” Bilal membuka kain yang menutupi wajahnya, saat itu ia dalam  sakratul mautnya. Dia kemudian berkata, “Jangan kau katakan demikian.  Katakanlah, sungguh kami akan sangat bahagia” Kemudian dia berkata lagi,  “Besok aku akan bertemu pujaanku, Muhammad SAW dan para sahabatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Dzar al-Ghifari,&lt;i&gt; radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Abu Dzar al-Ghifari mendekati kematiannya, istrinya menangis. Abu Dzar  bertanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawab, “Bagaimana aku  tidak menangis, sementara engkau mati di negeri yang tandus begini,  sementara kita tidak punya kain untuk mengkafanimu”.&lt;br /&gt;Dia kemudian  berkata, “Tak usah bersedih. Aku beri kabar gembira untukmu. Suatu hari  aku mendengar Rasulallah Saw bersabda, aku dan para sahabat lainnya ada  di situ, “Di antara kalian akan ada yang mati di tempat yang tandus dan  disaksikan oleh sejumlah orang-orang beriman”. Tak ada seorangpun dari  para sahabat itu yang mati di padang tandus begini. Mereka meninggal di  perkampungan dan di tengah-tengah masyarakat. Akulah yang akan mati di  tempat tandus ini. Demi Allah, aku tidak berdusta.. tunjuki aku jalan..”  Istrinya berkata, “Rombongan haji sudah berangkat, dan aku tak tahu  lagi harus ke jalan mana”.&lt;br /&gt;Di padang yang tandus itu, tiba-tiba  ada serombongan kafilah lain yang lewat. Demi mendengar suara tangisan  dari balik gubuk yang kecil, mereka berhenti dan bertanya-tanya, ada  apa? Seseorang di antara mereka mengenali, subhanallah, ini Abu Dzar,  sahabat Nabi yang mulia. Mereka menghentikan perjalanannya dan mengurus  seluruh prosesi pemakaman Abu Dzar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Darda, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Darda menemui kematiannya, ia berkata:&lt;br /&gt;Sudahkah  setiap orang mempersiapkan diri untuk seperti aku saat ini? Sudahkah  setiap orang mempersiapkan diri untuk seperti aku hari ini?Sudahkah  setiap orang mempersiapkan diri seperti aku detik ini?&lt;br /&gt;Kemudian Allah mencabut ruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salman Al-Farisi, &lt;i&gt;radiallahu anhu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salman  al-Farisi menangis saat hendak menemui kematiannya. Ia kemudian ditanya  oleh kelaurganya: “Apa yang membuatmu menangis?” Ia berkata,  “Rasulallah saw telah memprediksi bahwa perbekalan kita (untuk mati)  seperti perbekalan orang berkendara. Sementara di sekelilingku hanya ini  perbekalanku.&lt;br /&gt;Ada yang berkata, “Waktu itu di sisi Salman  al-Farisi ada ijanah, jafnah dan muthaharah. Ijanah adalah becana (bak)  tempat dimana air dikumpulkan. Jafnah: tempat mengumpulan makanan dan  air. Al-Muthaharah adalah becana (bak) tempat orang mengambil air yang  suci.&lt;br /&gt;Anas bin Sirrin berkata, “Anas bin Malik hadir saat Salman  al-farisi menemui kematiannya. Ia berkata, “Talqinkan aku dengan La Ilah  Illa Allah, mereka tetap mengucapkan itu hingga ajal menjemputnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abdullah bin Mas’ud:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Abdullah bin Mas’ud menemui kematiannya, ia memanggil puteranya: “Ya  Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, aku ingin berpesan padamu tentang  lima hal. Jagalah demi menjalankan pesanku ini. Pertama: Hilangkanlah  rasa putus asa dari hadapan orang banyak, sebab demikianlah kaya yang  sesungguhnya.&lt;br /&gt;Kedua: Tinggalkan mengemis (untuk kebutuhan hidupmu)  dari orang lain, sebab yang demikian itu adalah kemiskinan yang kau  datangkan sendiri. Ketiga: Tinggalkan hal-hal yang kau anggap tak  berguna. Jangan sekali-kali sengaja kau mendekatinya. Keempat: Jika kau  mampu, janganlah sampai terjadi padamu satu hari di mana hari itu lebih  tidak lebih baik dari kemarin. Usahakanlah. Kelima: Jika engkau shalat,  lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Resapi dan renungkan seakan engkau  tak akan shalat lagi setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*rasanya kematianku begitu dekat... :) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3862223868502528205?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3862223868502528205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3862223868502528205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3862223868502528205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3862223868502528205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/08/di-atas-ranjang-kematian-copy-paste-aja.html' title='Di Atas Ranjang Kematian (copy paste aja,,,)'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-68047318309602017</id><published>2011-07-31T01:14:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T08:32:13.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><title type='text'>Siapa yang ga' Mengharu Biru?</title><content type='html'>Ini hanya sekedar sms yang direkam... SMS yang dikirim oleh seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ordinary girl&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;og&lt;/span&gt;)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;untuk seseorang yang luar biasa menurutnya... Ternyata beliau adalah teman sekamar sewaktu dulu kos bareng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;og&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Assalaamu'alaykum.. Mbk Indri.. udh cuti ya? Sekarang sehat? :-) &lt;br /&gt;moga dmudahkan&amp;amp;dlancarkn smp hari H ya.. amiin :-) :-* B-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Indri:&lt;br /&gt;Wa'alaykumussalam..&lt;br /&gt;T'akhr mgu ni dek, smlm br pe rmh dr smrg,alhamdulillah ud g bolakbalik lg..&lt;br /&gt;Alhamdulillah sehat dekq, dek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;-og- &lt;/span&gt;sehat kn :-D&lt;br /&gt;Aamin  ya Robb,smg kshtn,kelancaran,kberkahan menyertai qt sll dek..do'ain y  dek bs lairan normal,ni jln 8,5 bln, de2kny ud d panggul..Pengen nangis  rasany..trharu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--sontak bulu kuduk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;-og-&lt;/span&gt; berdiri semua, terharu part 1-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;og&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Subhanalloh..&lt;br /&gt;Iy mbk..smg lancar&amp;amp;dmudahkn scr normal.. &lt;br /&gt;Adik yg sehat ya, jgn bwt ummi kesusahan waktu adik mw melihat dunia..&lt;br /&gt;Salam kecup dr bulik.. :-*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba Indri:&lt;br /&gt;Aamin aamin aamin ya Allah.&lt;br /&gt;Inggih ammah -&lt;span style="font-style: italic;"&gt;og-&lt;/span&gt;, adek pgn cpt2 dgendong&amp;amp;dsyg ammah :-*&lt;br /&gt;Adek ddlm rahim ummi beldo'a&amp;amp;beldzikir tyuz..smgt tyuz.. :-*&lt;br /&gt;Syukron ammah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--menahan air mata, terharu part 2-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;og&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;Wa iyyaki :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Indri:&lt;br /&gt;Allahlah yg mbuatmu tsenyum walau dlm keadaan mnangis.&lt;br /&gt;T4 btahan ktka km hendak merasa menyerah.&lt;br /&gt;T4 bdo'a mski km khabisan kata2.&lt;br /&gt;T4 mcintai mski htimu tlah hancur bkali2.&lt;br /&gt;T4 utk ttp mngerti ktka tak ad satupun yg klihatan mberi arti..&lt;br /&gt;Maha suci Allah atas kasih syg&amp;amp;cinta-Nya&lt;br /&gt;-klo  bc sms ni mbrebes..t'ingat wkt it lg down,khilangan pegangan yg  kuat..alhamdulillah, Allah mengirimkn swdri tbaikq ddunia ni utk sll  bngkt&amp;amp;mdkt pdNya..Anna uhibbuki fillah ukhty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;og&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;Uhibbuki fillah.. :')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--menahan sekuat tenaga air mata, terharu part 3--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jauh di sana mbak Indri mungkin belum tahu bahwa sms itu berbalik arah menyemangati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;og&lt;/span&gt; ketika sedang dalam kondisi down.. Bahkan saat itu -&lt;i&gt;og&lt;/i&gt;- pun lupa dengan semua sms yang dikirim saat ia berusaha berbagi ruh kepada yang lain. Seketika itu ia menangis dalam dekapan rindu kepada sang Rabb.. "Ya Alloh, sembuhkan aku..."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang ga mengharu biru jika kita yang mengalaminya?? &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang  kala kita tidak pernah tahu kata - kata mana yang membuat orang kembali  semangat dan bangkit dari keterpurukan. Sering kali kita juga tidak  tahu mana yang membuat orang kembali kepada jalan Alloh dan kata - kata  mana yang menjadi jalan hidayah Alloh.. Artinya, kita hanya berkata -  kata saja, tetapi yang memberikan hidayah hanyalah Alloh.. Semoga  menjadi semangat kepada kita untuk terus berdakwah dan mendampingi semua  saudara kita yang sedang dalam kesulitan dan juga dalam kebahagiaannya.  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;--Ukhuwah adalah buah dari Keimanan--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hope readers get spirit.. ;p &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di empi-q jg ada...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-68047318309602017?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/68047318309602017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=68047318309602017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/68047318309602017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/68047318309602017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/siapa-yang-ga-mengharu-biru.html' title='Siapa yang ga&apos; Mengharu Biru?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-5982568964449551572</id><published>2011-07-31T00:38:00.001-07:00</published><updated>2011-08-10T17:06:43.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir studi'/><title type='text'>Coba - Coba tapi Serius, hadeuh...</title><content type='html'>Dosen: Emang mau dikirim kemana?&lt;br /&gt;RDM: Ke Kyoto Pak..&lt;br /&gt;Dosen: Owh, Rina mau ke Kyoto? Coba lihat, ummm.... [sambil tertawa dan memeriksa lembaran - lembaran A4]&lt;br /&gt;RDM hanya senyum dengan muka udah merah padam..&lt;br /&gt;Krik..krik...krik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak ane bener, ga diminta revisi ma panitia. Nunggu &lt;i&gt;acceptance&lt;/i&gt; di awal syawal... :)&lt;br /&gt;Pray for us... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-5982568964449551572?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/5982568964449551572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=5982568964449551572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5982568964449551572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5982568964449551572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/no-title.html' title='Coba - Coba tapi Serius, hadeuh...'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4707186311156475602</id><published>2011-07-25T15:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T08:35:09.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Sederhana'/><title type='text'>No choice But Life is Choice</title><content type='html'>Serasa pilihan untuk hidupku sudah habis&lt;br /&gt;Sampai aku tak bisa lagi mengambil pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin hari aku ditawari coklat&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku ga' bisa makan coklat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain hari aku ditawarin kue manis dengan struktur yang sangat lembut&lt;br /&gt;Aku suka banget...&lt;br /&gt;Tapi sekarang aku ga' bisa makan kue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ada yang mau ngasih es krim&lt;br /&gt;Sering kali es krim menjadi pilihan saat &lt;i&gt;stress &lt;/i&gt;melanda&lt;br /&gt;Tapi, aku juga udah hilang rasa&lt;br /&gt;Serasa es krim lebih pahit dari obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku ga' bisa makan apa - apa&lt;br /&gt;Hanya putihnya nasi dan beningnya air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin minum air yang warna - warni&lt;br /&gt;Yang sangat manis dan airnya dingin&lt;br /&gt;Rasanya ingin menyegarkan pikiranku&lt;br /&gt;Pikiran yang dipenuhi syaraf - syaraf yang simpulnya semakin rumit&lt;br /&gt;Tapi aku ga lagi bisa meminumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, there is no choice&lt;br /&gt;But, I think life is choice&lt;br /&gt;Pray to Alloh for give me the best&lt;br /&gt;Last, i wanna give everyone my sweatest smile... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pondok Nabila no.4&lt;br /&gt;satu jam meninggalkan subuh&lt;br /&gt;Kali ini hanya butuh 5 menit untuk nulis, hahay.. asiik...&lt;br /&gt;Ga ada hubungannya dengan siapapun, hanya melibatkan pelaku utama :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4707186311156475602?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4707186311156475602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4707186311156475602' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4707186311156475602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4707186311156475602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/no-choice-but-life-is-choice.html' title='No choice But Life is Choice'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-578788186944895972</id><published>2011-07-24T01:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T01:42:46.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Sederhana'/><title type='text'>Peraduanku</title><content type='html'>Tak mampu berucap&lt;br /&gt;Seolah ada yang membungkamku erat - erat&lt;br /&gt;Memupuskan harapan untuk bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan...&lt;br /&gt;Kata - kata yang kurangkai..&lt;br /&gt;Kurangkai dengan bahasaku yang paling halus&lt;br /&gt;Hilang, tercecer, dan terbang tersapu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang...&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menangis di peraduan&lt;br /&gt;Sendiri dan aku memang ingin sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hati yang terluka&lt;br /&gt;Aku tak mampu mengobati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ia sudah terlanjur terluka menganga&lt;br /&gt;Aku mohon tutuplah dengan ikhlasmu...&lt;br /&gt;Dan aku ingin kau tahu, do'aku tak lepas untukmu...&lt;br /&gt;Aku hanya tak ingin melukai siapapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ingin memberikan senyum termanis :)&lt;br /&gt;Ba'da ashar berkah, Nabila's room no.4 &lt;br /&gt;Kepada Alloh aku meminta agar Ia yang akan menjawab segalanya..&lt;br /&gt;Dan kita akan sama - sama mengerti keindahan itu..&lt;br /&gt;Thanks to Alloh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-578788186944895972?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/578788186944895972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=578788186944895972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/578788186944895972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/578788186944895972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/peraduanku.html' title='Peraduanku'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3771136697563372414</id><published>2011-07-24T00:50:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T21:00:41.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><title type='text'>Belajar Baca Tulis [part 2]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasa, 19 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari kedua ngajar Kika. Mendekati pukul enam belum juga menemukan metode belajar yang tepat, belum kepikiran juga cara untuk mengambil hatinya. Huft, dengan langkah gontai dan terus mengumpulkan semangat menuju kos besar itu... Aku hanya berharap hari ini Kika lebih &lt;i&gt;friendly&lt;/i&gt; dari pada hari sebelumnya. Jadi ingat pertama saat aku ajar, "ini huruf apa dek?" tanyaku dengan sepenuh hati. "Mana gue tau' " jawabnya mungkin juga dengan sepenuh hati.. ^,^ Jadi, di hari kedua ini aku tidak terlalu berharap banyak selain mengamati lagi karakter dan lebih dekat dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesan hari kedua, ternyata lancar2 saja.. Dengan buku yang berbeda Kika udah lebih lancar mengeja... Hwuuahhh senaangnya.... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamis, 20 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih bersemangat untuk ngajar... ^.^/&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adiknya hari ke-3 mengalami kemajuan mengeja lagi... Tapi, ada yang lucu di hari ketiga ini... Memang masa anak-anak adalah masa - masa suka menyanyi. Kebetulan di buku mengeja ada gambar &lt;i&gt;little girl's singing&lt;/i&gt;, dikira adiknya itu adalah nyanyian dan akhirnya aku disuruh untuk menyanyikan kata-kata yang ada di situ... Ckckck...pekerjaan yang berat, ga bisa nyanyi lagi... Akhirnya dengan nada yang diaransemen sendiri, menyanyilah aku dan diikuti adiknya.. Betapa senangnya Kika, tetapi karena mungkin merasa nyanyian tidak terlalu bagus, dia menghentikanku untuk menyanyi dan lanjut ke lembar berikutnya... Baguslah adikku sayang... -____-"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikutnya adalah huruf baru lagi "ra pa", yaitu huruf &lt;i&gt;r &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;p&lt;/i&gt;. Awalnya lancar, tetapi saat di tengah aku minta baca 'ra', Kika bilang 'la'.. "Bukan dek, masih salah". Itu berkali - kali dan berulang - ulang, tapi Kika tetap kekeuh membaca 'la', sampai karena kesal akhirnya Kika bilang 'ha'. "Ayo tadi kika udah baca bener, masa' lupa lagi...". Tapi Kika tetap bilang 'la', kemudian aku membenarkan, "Ini huruf 'r' kika...". "Kan aku tadi udah bilang kalau itu huruf 'l' " jawab Kika tanpa kuduga. "Oh, maaf sayang, tadi mbak kira Kika bilang 'l' ternyata Kika masih agak susah bilang 'r' ". Mendengar perdebatan itu Mama Kika dan tantenya tertawa senang, aku pun ikut tertawa. Setelah itu aku melanjutkan, "Ayo sekarang ini dibaca apa?". Kika diam, sekarang dia sudah ga mau lagi konsentrasi, dia memainkan meja. Kalau sudah kayak gini aku kembali bingung... Tahu Kayla tidak segera menjawab pertanyaanku, sang Mama pun menggertaknya, "Ayo Kika jawab pertanyaan mbak. Kenapa kau diam saja??". "Ayo dek, ini dibaca apa sayang?" tanyaku lagi. Dia tetap diam dan akhirnya menitikkan air mata. Gleek.. "Ada apa Kayla kog nangis..? Ayo dibaca ini.."tanyaku sambil kebingungan. "&lt;i&gt;Masya Alloh&lt;/i&gt;.. ada apa dengan kau... Cup..cup..anakku sayang. Ada apa? Ayo belajar yang baik biar nanti bisa baca..." respon ibunya melihat anaknya menangis. Kika semakin menangis keras dan hanya menangis..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama dia ga tahan dan mengatakan, "Mama menertawakanku karena aku belum bisa baca..." Huaaaa...... Jawabnya sambil nangis terus.. Akhirnya kita bertiga, aku, Mama Kika dan tantenya kaget seketika. Akhirnya kami pun melakukan pengakuan dosa (baca: salah) ke Kika sampai dia berhenti menangis.. "Oh my Alloh, keajaiban-Mu yang ada di dalam diri seorang anak kecil.. Kepolosannya, ketakutannya dan segala hal yang membuat kami selalu tersenyum dan belajar tentang hidup..." batinku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah masalah &lt;i&gt;clear&lt;/i&gt; dengan aku sebagai korban tersalahkan, akhirnya Kika mau melanjutkan mengejanya. Beberapa menit kemudian, ia bilang dengan samar - samar kepadaku, "Aku ingin belajar dan bisa membaca, agar mama senang...". Dia tersenyum dan seolah menyiratkan sesuatu kepadaku. "Iya Kika, kamu pasti bisa. Selama kamu di sekolah pasti kamu sudah menanggung malu yang sangat pada teman-temanmu karena belum bisa membaca. Kamu tidak rela ketika mama harus menanggung malu mempunyai anak kelas dua SD yang belum bisa membaca. Semoga aku bisa membantumu nak..." batinku dalam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dia capek dan kita akan menghentikan belajar, Kika mengeluarkan buku iqra' dan minta untuk membacanya. Aku pun menyambutnya dengan senang hati, "Oke kita sekarang baca iqra' ya..". "Kika udah bisa membaca sampai huruf ini, huruf 'ta' " katanya senang. "Wah... pinter dong Kika, yuk coba kita baca.." Dia pun membaca dengan sangat lancar sampai akhir, 'a, ba, ta'. Senyumnya mengembang lebar... Malam itu Kika mengantarku pulang sampai pintu kamarnya dan mengucapkan selamat tinggal....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jum'at, 22 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Alloh, aku sudah mendapatkan hatinya. Beri aku kemudahan ya Robb.. Bismillaah.. Meluncur menyambut Kika dengan semangat. Malam ini kami belajar di luar, di teras depan kamar. Hawa dingin tapi sangat asik, senyaman tempatnya, senyaman kasih sayang... Dengan tertatih - tatih Kika kerepotan membawa tas dan meja belajar ke luar, tapi tidak mau dibantuin. Malam itu dia agak kurang konsentrasi, sekilas dari tadi ia hanya mengamatiku.. Jadi salah tingkah, halaaah... "Ayo dibaca ini sayang..". Aku amati diam - diam, ia membaca sambil mengamatiku. "Kak, kemarin namanya siapa?" tanyanya tiba - tiba. "Hayoo... kog lupa, namanya kak dewi.. Diingat - ingat ya..." jawabku dengan senyum simpul. Ia mengangguk dan tersenyum, "Kak dewi, sekarang ganti kerudung lagi? Hari ini warna putih...". "Oh iya donk sayang, klo pake yang kemarin terus kan udah ga bersih..." haduh Kika mulai ada - ada aja.. Dia hanya tersenyum saja, padahal aku udah memintanya untuk membaca, tapi tidak segera membaca..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba - tiba dia mendekatiku dan membulatkan bibirnya mau menciumku. "Ups, Kika kenapa sayang?" tanyaku. "Aku ingin mencium kak dewi..." jawabnya sambil senyum. "Hmmm... boleh, tapi baca dulu ya, klo udah selesai dan lancar membaca" jawabku tersenyum. "Waah bisa menjadi senjata nih untuk memintanya mau membaca" batinku.. Tapi, di balik itu semua, aku sangat bersyukur pada-Mu... Malam ini Kika ingin menggambar kemudian menulis nama benda yang ia gambar. Awalnya ia menggambar apel dan sudah bisa menulis kata 'apel'. "Kak, aku ingin menggambar kakak boleh?" tanyanya. "Umm..membaca ini dulu gimana sayang?" tanyaku. "Nggak mau, aku mau menggambar terus nulis namanya... Aku kan ingin belajar menulis sekarang" katanya. "Oh boleh, iya coba gambar kakak" jawabku. Dia mulai menggambar, melihat gambarnya tersenyum juga, berusaha menggambar seorang wanita dengan memakai kerudung, dikasih corak bunga karena kerudungku ada bunganya. Sesekali ia mengamatiku dan menggambarkannya, meskipun tidak terlalu bagus tapi ia sudah berusaha menggambar secara sempurna. "Adik, ini bunganya terlalu banyak..." kataku. "Ga papa" jawabnya. Aku membiarkannya... Di atas kepala ia menggambar sesuatu dan dia bilang, "kakak, aku kasih mahkota di atasnya...". "Waah bagusnya, subhanalloh.. terima kasih Kika" sebuah gambar yang tidak aku duga. "Besok kalau udah gedhe aku pengen jadi seperti ini. Ini aku kasih tulisan 'Kika' " katanya. "Waah.. Kika udah bisa menulis nama sendiri, bagus2, semakin pinter nih Kika" kataku. Ia hanya tersenyum dan terus menggambar tangan, kaki dan bersepatu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Udah kan gambar Kikanya, sekarang kita belajar membaca lagi ya..." kataku. "Ga mau, aku mau menggambar pangeran dulu" katanya. Huft... akhirnya menyerah, "Ya sudah, sekarang gambar pangerannya..." jawabku. Kembali ia tekun menggambar seorang pangeran, dan... "Kakak kakak, lihat ini pangerannya punya tangan dan menggandeng putri" katanya senang. Aku hanya tersenyum dan membatin, "Ada - ada saja ini anak.. ckckck...". Dia terus menggambar dan endingnya keduanya di-&lt;i&gt;border&lt;/i&gt; dengan lope-lope... Hadeeehh, anak zaman sekarang tontonannya terlalu banyak cinta - cintaan yang ga jelas..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah bosan menggambar dan menulis, aku menawarkan untuk membaca iqra'. Dikeluarkannya iqra' dan melanjutkan huruf berikutnya. "Sampai sini - sampai sini.. Aku belum tahu huruf ini" katanya sambil menunjuk huruf 'ja'. "Oke kita lanjutkan ya... Kita lanjutkan dulu yang huruf tsa". Kembali Kika membaca dengan lancar dan sampai di halaman berikutnya. "Nah, kalau ini adalah huruf 'ja' " kataku. Sebenarnya aku agak khawatir dengan huruf&amp;nbsp; Arab 'ja' karena Kika sangat kesulitan mengingat huruf latin 'j'. Benar saja perasaanku, saat membaca huruf 'ja', huruf 'ba, ta, dan tsa' lupa kembali... [to be continued]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam ini ia mengantarku sampai gerbang dan terus melambaikan tangan sampai aku hilang dari pandangannya...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14.36, bumi Djogja yang memberikan banyak kasih sayang...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, terima kasih My Alloh, My Rabb... Love Kids..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-tersenyum-&lt;br /&gt;Ingin rasanya setelah dia bisa membaca, Kika akan membaca tulisanku ini... Semoga, aku tunggu ya sayang.. Amiin ^^ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3771136697563372414?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3771136697563372414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3771136697563372414' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3771136697563372414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3771136697563372414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/belajar-baca-tulis-part-2.html' title='Belajar Baca Tulis [part 2]'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2299607700161613634</id><published>2011-07-22T08:06:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T21:01:35.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku Dengarkanku :)'/><title type='text'>Belajar Baca Tulis [part 1]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah hiruk pikuknya kabar - kabar nikah, sepertinya kita butuh suasana baru. Bukan karena &lt;i&gt;mupeng&lt;/i&gt;, tapi sepertinya sudah kenyang dengan ceritanya... Mendadak semua anak MIPA jadi terkenal, dimana - mana jadi sorotan untuk diwawancara bak bintang film yang dikejar - kejar jurnalis pencari kabar berita. ^^&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kika, panggilan kesayangan sang mama, gadis imut - kecil - berkulit sawo matang sangat manis dan sedikit kurus, kelas dua SD yang masih belum bisa baca tulis. Anak yang sekarang menjadi 'didikanq'i ni sedang liburan di Jogja karena mama sedang melanjutkan studi &lt;i&gt;magister&lt;/i&gt; di Fakultas Ekonomi bagian Manajemen Keuangan. Mungkin kita sedikit kaget kelas dua SD belum bisa baca, dan itulah kenyataannya... Setelah mem-vakum-kan diri dari dunia les-mengeles, akhirnya diterima juga tawaran untuk &lt;i&gt;ngajar &lt;/i&gt;Kika. &lt;i&gt;Love kids &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ga mau &lt;/i&gt;ketinggalan main (baca: ngajar) anak kecil yang masih -unyuk-.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari pertama :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendapatkan peta lokasi yang benar - benar membingungkan padahal hanya di sekitar MM UGM. Alamat salah masuk kos orang sampai ke dapur - dapur dan tempat cucian.. &amp;gt;,&amp;lt; Karena ibunya dari daerah kepulauan timur, saat aq telpon bukan membantu &lt;i&gt;ngasih &lt;/i&gt;tahu yang &lt;i&gt;bener&lt;/i&gt; malah kena marah. huft.. "&lt;i&gt;Masya Alloh &lt;/i&gt;mbak, kog bisa - bisanya masuk rumah orang. Ini saya udah di belakang rumah tapi kau tidak ada" (baca dengan logat orang Makassar). Sontak aq yang berasal dari Solo yang terkenal halus, tapi yang terkenal Solo dan putri Solonya bukan aq-nya, menjadi tersayat - sayat.. -___-" Kalau dilihat - lihat sih rumah yang aq masuki ga salah juga sesuai dengan petunjuknya. "Belakang MM, kos tembok batu, belakangnya wisma 2000 tiga". Rumah yang q masuki adalah rumah besar dengan temboknya semua batu [tapi agak serem soalnya rumah kejawen] dan depannya sudah terpampang klinik 2000. &lt;i&gt;Nah lhoh, &lt;/i&gt;ga jauh beda kan...?? Mana gitu pikiranq selama ini sering &lt;i&gt;ga fokus&lt;/i&gt; dan terlalu sering mengalami &lt;i&gt;disconnect&lt;/i&gt; saat diajak ngomong orang, disms, diajak &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;, dan segala hal perangkat komunikasi yang mengajakku bercerita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kos saya itu namanya tembok batu, bukan kos yang temboknya semua batu...!!" kata ibunya lagi. &lt;i&gt;Hmmm... &lt;/i&gt;belum mulai saja udah horor, rasanya pengen pulaangg.... hedeeh, tapi itu bukan aq untuk lari dari tanggung jawab dan kata - kata kesanggupannya :) Akhirnya mencari - cari dan ketemulah rumah kos - kos -an yang besar dan bangunan baru. Jadi inget dulu kata mbak kos kalau rumah - rumah itu adalah bangunan terhoror yang ada di Pogung, tapi saat memasukinya biasa aja... :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu aq sudah menyiapkan soal ulangan harian Bahasa Indonesia untuk tingkat SD. Aq pikir soalnya terlalu mudah untuk setingkat SD tapi gpp-lah orang sekarang lagi belajar baca tulis. Sampai di sana, adiknya terlihat malas - malasan dan saat ambil buku yang akan kita pelajari.....&lt;i&gt;glekk&lt;/i&gt;... Ingin rasanya bangun dari tidur, buku mengeja untuk anak TK. Tapi, gpp mungkin tinggal mengulang aja...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ayo adik kita mulai belajarnya..." Pasang senyum semanis - manisnya.. :)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ini huruf apa (yang aq tunjuk mulai dari A) ?" tanyaku ke Kika. "A, B, C, D, E,...." jawabnya lancar. Setelah itu aq tunjuk huruf E dan bertanya, "Coba yang ini huruf apa dek...?" tanyaku lembut. Kika diam dan hanya menggeleng - gelengkan kepala. Seketika itu batinku kaget, "Haahhh apa ga tau?? Kan tadi baru aja disebutin.. Huruf terakhir yang kamu ucapkan dek..". Hiks, lemeslah aq saat itu, bingung dan kasiiiaaaaaaaaaaannnn... T.T&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Oh lupa ya? ya udah kalau gitu.. Kita belajar dari awal aja ya sayang...". Dia hanya mengangguk. Kata ibunya dengan logat kental Makassar, "Kika itu ga bisa baca mbak, malu - maluin aja dia udah kelas 2 SD. Ga tau tuh kenapa sama gurunya dinaikin ke kelas dua, harusnya ga bisa itu... Dia susah sekali konsentrasi, coba dilatih untuk konsentrasi. Dulu waktu dia umur tiga tahun udah aq ajarin baca, tapi sejak aku tinggal sekolah lagi, dia jadi kayak gini...". Hmmm....aq dapat satu poin pelajaran, buat bekal esok nanti.. ^-^ But, hiks pengen nangis lagi... Aq diminta untuk ngajarin konsentrasi? &lt;i&gt;I'm not psychiatrist, but i'm physicist&lt;/i&gt; :'(&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;It's wonderful experience&lt;/i&gt;. Bukan aq orang yang suka menyerah, tapi ini adalah tantangan selama dua bulan ke depan untuk bisa membuatnya bisa membaca dari nol. &lt;i&gt;It's so hard work&lt;/i&gt;.... Terbersit dalam hatiq, "Oh my Alloh... Mending ngajarin anak SMA dengan belajar dulu sebelumnya dari pada ngajar seperti ini". Biasalah orang pas-pasan klo mau ngajar harus belajar dulu ^-^". Hari pertama penuh pesimisme dan optimisme, and &lt;i&gt;shocked me successfully&lt;/i&gt;....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*pondok Nabila&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;22.03 mencari feel skripsi setelah dua hari ini harus kutinggalkan untuk aktivitasku yang lain. Dan besok harus kutinggalkan lagi seharian. Oh my Alloh.... T_T&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2299607700161613634?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2299607700161613634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2299607700161613634' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2299607700161613634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2299607700161613634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/belajar-baca-tulis-part-1.html' title='Belajar Baca Tulis [part 1]'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8851842855972434678</id><published>2011-07-15T17:05:00.000-07:00</published><updated>2011-07-15T17:05:38.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mumtaz Story'/><title type='text'>Pilih Akhir Yang Mana?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;   &lt;o:AllowPNG/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kullu nafsin dz&lt;span&gt;ã&lt;/span&gt;ikatul ma&lt;span&gt;uu&lt;/span&gt;t..tsumma ilainaa turja’uun”, setiap jiwa akan merasai mati, hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. Kematian bisa mendatangi kita kapan saja, tanpa ada pemberitahuan apalagi penangguhan. Sedang apakah kita pada saat itu? Di tempat manakah nyawa kita akan dicabut Izrail, di masjid, kampus, atau di mall?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat nyawa dicabut perlahan-lahan dengan ruh kita dipegang di ubun-ubun, saat itulah kita berada dalam kondisi di alam bawah sadar. Bagaimana kondisi bawah sadar itu? Analoginya adalah saat kita tidur. Sering kita kedatangan mimpi atau sering orang menyebutnya bunga tidur, entah kenapa disebut sebagai bunga padahal jika mimpi itu ternyata mimpi buruk, masih pantaskah disebut sebagai bunga? Hmm, kayaknya terlalu indah sebutannya. Tidak perlu diperpanjang, kita kembali ke pokok pembicaraan. Mimpi terjadi di alam bawah sadar kita dan topik mimpi akan mengikuti hal-hal yang sedang kita pikirkan, hal yang kita senangi dan biasanya kebiasaan yang kita lakukan saat kita berada di alam sadar. Begitulah deskripsi sederhana tentang kondisi alam bawah sadar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada satu hal penting yang perlu kita garis bawahi bahwa alam sadar kita akan bekerja sesuai dengan apa yang paling kita senangi selama kita menjalani hidup. Jika itu yang terjadi, boleh saya mengatakan bahwa hal yang kita senangi sekarang ini adalah gambaran kondisi sakaratul maut kita. Jika seseorang senang jalan-jalan ke mal, boleh jadi ia akan meninggal di mal. Atau suka nge-game, boleh jadi ia akan meninggal saat nge-game apalagi pas kalah tanding, ckckck apes... Atau terlalu hobi dengan facebook-an, nonton TV, nonton bola semaleman, liat sinetron ‘n gosip tanpa mengenal waktu, tidak menutup kemungkinan nyawa dicabut pada saat ia menikmati hobi-hobi itu. Buat yang cinta membaca Alqur’an, rajin shalat dan menunggu-nunggu waktu shalat, banyak orang-orang shalih yang dicabut nyawanya saat ia beribadah, thalabul ‘ilmi atau sedang berdakwah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Akhir Yang Baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat itu adik masih terbaring lemas di ranjang rumah sakit. Wajahnya semakin pucat, tetapi nyala semangatnya masih tetap hidup. Leukimia telah merenggut tubuhnya hingga kurus dan kulitnya penuh bercak - bercak, putih pucat pasi. Aku dan ibu selalu menunggunya setiap hari, bolak - balik kampus - rumah sakit tidak membuatku merasa capek. Aku selalu menemani dan selalu ingin mengajaknya bercanda karena aku tidak ingin melihatnya sedih. Pagi itu tiba - tiba dia berkata dengan penuh semangat, “Kakak - kakak cepat ambil kameranya, ayo ambil foto tamannya. Di depan ada pemandangan yang sangat indah, ada taman, bunga - bunga dan kupu – kupu yang sangat cantik. Ayo kak cepat ambil kameranya, aku ga mau kehilangan gambarnya”. Tiba - tiba dia menjadi panik karena takut kehilangan pemandangan yang dilihatnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kita yang suka dan sering bercanda, maka aku bilang, “Dek, di depan ga ada taman, kita masih ada di kamar rumah sakit. Ayo dek tenang, kamu sedang sakit”. “Enggak kak, enggak... di depanku masih ada taman yang sangat indah dan aku berjalan menuju ke sana. Ayo kak ambil kameranya” kata dia merengek. Aku yang melihatnya kebingungan dan segera mengambil kamera. Ibu dengan tenang dan sedikit terisak berkata, “Kak tenanglah, sesungguhnya adik sedang dalam kondisi sakaratul maut. Dia telah melihat surga, yuk kita membaca surat yasin dan menuntunnya untuk mengucapkan syahadat”. Kata - kata ibu sontak membuatku kaget dan menangis. Mendengar perkataan ibu, adik terdiam dan sangat tenang... Ia menyadarkan diri dan terus berdzikir kepada Alloh. Aku dan ibu membaca surat yasin dengan menangis dan menuntun adik hingga berucap kalimat syahadat di akhir hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Itu sekelumit cerita dari ustadz Syatori tentang akhir hidup yang baik. Subhanallah dia meninggalkan dunia dengan saat indah, melihat surga sebelum dia memasukinya. Saat ditanyakan kepada kakaknya, “Apa yang membuat adikmu mendapatkan khusnul khatimah?”. Sang kakak menjawab, “Adikku adalah orang yang paling bawel untuk masalah kemaksiatan. Saat itu jilbabku pendek dan dia terus memberi tahuku sampai aku mengenakan jilbab yang syar’i. Saat ada orang yang melakukan kemaksiatan, maka dia akan terus mengingatkannya”. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt; ya... Sayang saat itu saya ga ngrekam kajiannya, jadi kalau lewat tulisan mungkin kurang terasa menyentuh...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi cerita, dia masih SMA saat itu. Saya lupa adiknya sakit apa, tetapi sudah sejak lama dia dirawat di rumah sakit. Pagi itu dia merengek – rengek kepada ibunya untuk shalat dhuha dan berwudhu, padahal oleh dokter sudah dikabarkan bahwa kesehatannya semakin menurun. “Udah dek tayamum aja, kamu kan sedang sakit. Gak papa mau shalat tapi tayamum aja ya.. Kata dokter ga boleh menyentuh air karena adik sedang tidak sehat” kata ibunya pelan dan terus mencegahnya. “Engga bu, aku masih kuat, aku pengen shalat dhuha tapi aku mau wudhu dengan air secara sempurna. Aku kuat...” katanya. Karena terus merengek, maka ibu pun tak kuasa lagi untuk mencegahnya. Dituntunlah anaknya menuju kamar mandi dan berwudhu dengan sempurna. Setelah itu kembali ke ranjang, mengenakan mukena, dan shalat dhuha secara sempurna pula. Saat dia sedang shalat, ternyata teman - teman dekat sekelasnya datang untuk menjenguknya. Usai shalat dia melihat satu per satu orang yang sangat ia sayangi seperti ia mau meninggalkan mereka. Setelah beberapa lama, maka sang anak mengucapkan dua kalimat syahadat dan menutup akhir hidupnya dengan kondisi suci berwudhu dan shalat dhuha serta didampingi oleh orang - orang yang ia sayangi. &lt;i&gt;Subhanallah....&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Akhir Yang Tidak Baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia adalah penggila harta dan dunia. Hidupnya hanya untuk mencari uang dan terus mencarinya. Sedekah tidak ia keluarkan karena setiap waktu selalu ada target dunia yang dia buat. Awalnya mungkin ingin membeli dari hal - hal yang kecil, tetapi lama kelamaan dunia terus mengejarnya. Hingga hari tuanya ia ingin membuat sebuah rumah yang sangat mewah, akhirnya dengan kerja keras dan ke’pelit’annya ia mampu membuat sebuah rumah yang sangat megah layaknya istana. Setiap orang yang datang pasti sangat kagum melihatnya. Saat itu rumah belum ditempati dan kakek tua itu baru akan menempatinya. Sesampainya di depan rumah dengan diantar sebuah mobil yang mewah pula, tiba - tiba ia terjatuh tanda sedang sakaratul maut. Tahukah apa yang ia katakan? Bukan kalimat syahadat, bukan menyebut Alloh ataupun berdzikir. Ia hanya mengatakan, “rumahku..rumahku...rumahku..” terus berulang - ulang sampai akhirnya dia meninggal dengan tidak rela meninggalkan dunianya. &lt;i&gt;Na’udzubillahimindzalik....&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Itulah cerita yang semoga menginspirasi dan memotivasi kita dalam kebaikan. Untuk mereka yang berada dalam khusnul khatimah, mereka bukan para nabi dan rasul, bukan pula para shahabat dan shahabiyah. Mereka adalah orang - orang yang tinggalnya di sekitar kita dan ada di masa kita. Usia keduanya masih sangat muda. Mereka memiliki amalan - amalan yang istimewa, mereka teguh dalam memegang prinsip untuk tidak mau bermaksiat dan selalu menjaga kesucian diri dengan air wudhu dan istiqamah terus dalam menjaga shalat dhuha. Surga itu sangat banyak pintunya, bisa dilalui dengan menjaga wudhu, lidah, shalat wajib, shalat sunnah, shaum sunnah, tilawah, dan segala macam kebaikan yang kita terus menjalaninya secara konsisten. Harga keistiqamahan itu sangat mahal dan mungkin tak bisa kita beli. Ia hanya bisa kita minta kepada Alloh agar Alloh menjaga kita di setiap tempat dan setiap waktu. Semoga keistiqamahan dalam kebaikan selalu menaungi kita hingga akhir hayat dan semoga kita senantiasa terhindar dari hal - hal maksiat dan jiwa keduniawian. Amiin ya Alloh, lindungilah kami...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jazaakumullahu khairan katsir.. Barakallohu fikum...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Pondok Nabila, 6.59&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;*Tadinya hanya melihat - lihat file yang tersimpan dan menemukan file ini belum rampung digarap, akhirnya tertarik untuk menyelesaikannya dengan cerita ustadz yang masih ada di dalam ingatan. Allohu a’lam..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8851842855972434678?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8851842855972434678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8851842855972434678' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8851842855972434678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8851842855972434678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/pilih-akhir-yang-mana.html' title='Pilih Akhir Yang Mana?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6560584429940796044</id><published>2011-07-14T18:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T18:27:16.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shirah Shahabat'/><title type='text'>Shahabat Pemilik Fitrah Shaffiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Sore itu kajian Ustadz Syatori benar - benar membuat hati menjelajah pada masa Rasulullah, membuat hati semakin malu. Waktu itu sedang menafsirkan Qs. An-Nur: 35 yang secara sekilas ditafsirkan bahwa untuk mendapatkan Cahaya Di Atas Cahaya, maka kita harus memiliki Fitrah Shaffiyah dan 'Ilmu Syar'iyah. What's the meaning of Fitrah Shaffiyah? Yaitu, fitrah (kekuatan Rabbani yang Alloh simpan di lubuk hati manusia sejak lahir) yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk. Untuk lebih bisa memahami terkait fitrah shaffiyah, ustadz Syatori memberi contoh kisah Shahabat yang begitu membuat bulu kuduk berdiri (hmm.. lebay ga ya? ^^).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam berjalan di kota  Madinah beliau berpapasan dengan seorang sahabat yang bernama Haritsah  bin Suraqoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Wahai Haritsah bagaimana keadaanmu di  pagi hari ini?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haritsah menjawab, "Ya Rasulallah aku di pagi hari ini telah mencapai hakekat keimanan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar jawaban tersebut Rasul pun berkata kepadanya: "Ya  Haritsah segala sesuatu ada buktinya, dan mana bukti dari hakekat  imananmu?". [Mengatakan keimanan kan butuh bukti.. Keimanan Shahabat saja sama Rasulullah masih dibuktikan, apalagi kita... hmmm...jadi malu sendiri]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Maka berkata Haritsah: "Ya Rasulallah telah keluar  dari hatiku cinta kepada dunia sehingga emas dan batu sama nilainya  di mataku. Ya Rasulullah seakan-akan 'Arsy Tuhanku sangat jelas terlihat dihadapanku, seakan-akan penghuni surga mendapatkan nikmat di surga  dan sangat jelas dihadapanku, dan seakan-akan penghuni neraka di neraka  mendapatkan azab di neraka sangat jelas di hadapan mataku. Ya Rasulallah  di malam hari aku bergadang (bermunajat) dan di siang hari aku  berpuasa".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah mendengar jawaban Haritsah, beliau berkata, "(Engkau adalah) hamba Allah yang telah memperoleh cahaya di hatimu. Ya  Haritsah engkau telah mengetahui maka lazimilah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Haritsah  berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah doakan aku, aku ingin mati  syahid di jalan Allah". Maka Rasul-pun mendoakan agar Haritsah mati  syahid di jalan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kebetulan di hari itu Rasulullah dan  para sahabat keluar dari kota Madinah untuk memerangi orang kafir  Quraiys di perang Badr yang jumlah tentara orang kafir lebih dari 950  prajurit sedangkan tentara Rasulullah hanyalah 300an prajurit dan persenjataannya sangat sedikit sekali dan terbatas. Akan tetapi kemenangan dari Allah diberikan kepada Rasulullah  dan para sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga diriwayatkan bahwa yang terbunuh  dari orang orang kafir 70 prajurit, dan yang tertawan 70 prajurit.  Adapun yang mati syahid dari kaum muslimin hanyalah 14 sahabat dan diantara  mereka adalah Haritsah bin Suraqoh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Haritsah sudah syahid, salah seorang shahabat Rasulullah pun segera menemu ibu Haritsah. Keimanan sang ibu tak jauh dari anaknya. Saat diberi tahu bahwa anaknya mati syahid, maka yang ditanyakan bukanlah kondisi anaknya terlebih dahulu, tetapi beliau menanyakan kabar Rasulullah. "Bagaimana kondisi Rasulullah sekarang" tanya ibu Haritsah kepada shahabat tersebut. "Rasulullah baik - baik saja dan selamat" jawabnya. "Antarlah aku menemui Rasulullah untuk memastikannya" pinta sang ibu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka bertemu dengan Rasulullah barulah sang ibu bertanya kondisi anaknya, "Ya Rasulullah dimana  anakku Haritsah?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dijawab oleh Rasulullah: "Wahai ibu Haritsah sabarlah sesunggahnya anakmu terbunuh dijalan Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diulangi pertanyaan tersebut oleh ibu Haritsah kepada Rasulullah.  Dan dijawab oleh Rasul dengan jawaban yang serupa. Lantas di ulangilah  untuk ketiga kalinya pertanyaan tersebut oleh ibu Haritsah dengan  menanyakan: "Ya Rasulullah aku tahu kalau anakku terbunuh di jalan Allah,  akan tetapi dimanakah anakku apakah di surga atau di neraka?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah menjawab: " Wahai ibu Haritsah apakah kau tidak tahu?  Sesungguhnya surga itu bukanlah hanya satu surga, akan tetapi surga itu  banyak sekali tingkatannya. Dan sesungguhnya anakmu telah mencapai surga  Firdaus yang paling tinggi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibu Haritsah tersenyum, "Sungguh jika anakku berada di dalam neraka, maka aku akan menangis sepanjang hidupku. Wahai beruntungnya engkau Haritsah..&amp;nbsp; Wahai beruntungnya engkau Haritsah..&amp;nbsp; Wahai beruntungnya engkau Haritsah.. "&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subhanallah ya.. Pengen jadi&amp;nbsp; seperti Haritsah dan ibunya... ^^ Semoga Alloh berkenan memberikan kita fitrah shaffiyah.. amiiin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Ya Alloh berilah kami berkah dan taufiq di bulan Sya'bah, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;sumber: cerita ustadz dan suaramedia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6560584429940796044?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6560584429940796044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6560584429940796044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6560584429940796044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6560584429940796044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/shahabat-pemilik-fitrah-shaffiyah.html' title='Shahabat Pemilik Fitrah Shaffiyah'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8863279309756781552</id><published>2011-07-06T20:36:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T18:35:40.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Sederhana'/><title type='text'>Semua Tentang Cinta Untuk-Mu...</title><content type='html'>Entah kapan aku mengerti akan cinta..&lt;br /&gt;Namun, aku telah mengenalnya sejak lama&lt;br /&gt;Sebelum aku melihat dunia&lt;br /&gt;Sejak Allah meniupkan ruh dan memberiku hidup&lt;br /&gt;Sejak saat itulah aku dikenalkan cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diam, aku memahaminya..&lt;br /&gt;Dalam hening, aku merasakannya..&lt;br /&gt;Namun, dalam lalai aku melupakannya..&lt;br /&gt;Masalahnya..&lt;br /&gt;Lalai itu tidak satu atau dua kali&lt;br /&gt;Tapi, sering kali dan bahkan terlalu sering...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Dalam gundahku Engkau merengkuhku&lt;br /&gt;Dalam tangisku Engkau mengusapku&lt;br /&gt;Dalam bahagiaku Engkau tersenyum padaku&lt;br /&gt;Dalam lupaku Engkau masih memanggilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini segalanya tentang cinta-Mu..&lt;br /&gt;Yang tidak bertepi karena Engkau abadi&lt;br /&gt;Yang tidak mengharap karena hamba-Mu yang berharap&lt;br /&gt;Meski aku tak pernah memberi sepenuhnya air mataku&lt;br /&gt;Tak selalu mengingatMu di setiap waktu&lt;br /&gt;Namun, cinta-Mu begitu terasa saat aku terpuruk&lt;br /&gt;Saat aku penuh harap, saat aku merasa sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis rencana hidupku&lt;br /&gt;Namun, Engkau telah menghapusnya&lt;br /&gt;Bukan memupuskan mimpiku&lt;br /&gt;Tapi, menulisnya dengan rencana-Mu yang sangat indah...&lt;br /&gt;[rdm]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-ungkapan sederhana-&lt;br /&gt;*dalam rengkuhan syukur atas pertolongan-Nya&lt;br /&gt;waktu dhuha yang membuatku tersenyum lega..&lt;br /&gt;FMIPA Utara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8863279309756781552?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8863279309756781552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8863279309756781552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8863279309756781552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8863279309756781552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/semua-tentang-cinta-untuk-mu.html' title='Semua Tentang Cinta Untuk-Mu...'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2215256457438085752</id><published>2011-07-05T11:44:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T11:48:58.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah dan amanah'/><title type='text'>~ Qadhaya Asasiyah Fiid Da’wah ~</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ini sebenarnya akan digunakan untuk proyek buletin yang dikerjain bareng temen - temen, tapi ya sudahlah saya posting saja.. Untuk obat kelelahan.. :D Jadi, nanti kalau ketemu dengan buletin yang tersebar di kawasan kampus dan kembali membacanya, semoga memperdalam keilmuannya... :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tutur tokoh ini menghadirkan beberapa tangkai pesan ustadz Abu Ridho saat berkunjung ke Masjid Kampus UGM dalam kajian akbar beberapa waktu yang lalu. Bagi seorang kader dakwah, bahasan ‘Qadhaya Asasiyah Fiid Da’wah’ hampir sering terdengar dan membahasnya, yaitu isu – isu dakwah yang mendasar. Inilah kebutuhan dan kepentingan kita sebagai muslim dan sebagai seorang da’i.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum jauh kita membahas terkait &lt;i&gt;qadhaya asasiyah&lt;/i&gt; dakwah, kita akan memulainya dengan bahasan perjalanan penciptaan manusia, dimana oleh para filosof islam dilukiskan sebagai era non eksistensi, yaitu ketika kita belum ada wujudnya, tetapi Alloh telah mendesain kita menjadi ‘manusia’. Pada masa itu kita ditanya oleh Alloh, “Bukankah Aku ini Rabb-mu?”. Semua menjawab, “Benar, dan kami menyaksikannya”. Dari sekelumit dialog tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa iman itu sesungguhnya melekat dalam diri manusia sejak masa penciptaannya. Secara fitrah manusia telah berikrar bahwa ia percaya kepada Alloh, bertuhan dan bersyahadat. Jika dalam perjalanannya banyak yang menyimpang, maka hal itu merupakan bagian dari proses perjalanan. Demikian Alloh menjelaskan kepada kita bahwa iman itu adalah sesuatu yang fitri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Babak penciptaan selanjutnya adalah konsekuensi pengakuan Alloh sebagai Rabb, yaitu implikasi iman. Artinya, pembebanan atas pembenaran yang berkaitan dengan pernyataan syahadat. Gambaran sederhananya jika kita sudah memilih, mengakui, bahkan melantik si A sebagai kepala negara, maka ada konsekuensi pembebanan terhadap kita, antara lain segala peraturan yang ia buat harus kita taati. Demikian pula berlaku pada Alloh sebagai kepala negara bumi dan langit beserta seluruh isinya, dimana kita semua merupakan makhluk &lt;i&gt;mukallaf&lt;/i&gt; atau mahluk yang terbebani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘Beban’ apa yang dimaksud di sini? Beban itu termaktub di dalam alqur’an dimana Alloh berfirman, “&lt;span class="gen"&gt;Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’. Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’.” (Qs. Al Baqarah: 30).&lt;/span&gt; Itulah beban kita, beban yang pernah ditawarkan kepada gunung, langit, bahkan para malaikat. Semua menolaknya, tetapi kita dengan penuh keyakinan menerimanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari sepanjang perjalanan penciptaan manusia tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa amanah manusia itu ada dua macam, yaitu amanah ibadah dan amanah risalah. Amanah ibadah adalah konsekuensi penghambaan diri kita kepada Alloh. “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Sedangkan, amanah risalah adalah posisi kita sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi atau membangun peradaban manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua amanah itulah yang sesungguhnya menjadi &lt;i&gt;qadhaya asasiyah&lt;/i&gt; di dalam dakwah. Intinya adalah tegaknya kalimat Laa ilaha illallah atau memakmurkan muka bumi ini dengan syari’at Alloh. Jadi, apapun yang kita anjurkan, ajarkan, dan perjuangkan itu adalah membentuk manusia - manusia yang mampu memikul dua amanah, amanah beribadah dengan baik dan juga amanah berkontribusi membangun&amp;nbsp; peradaban dengan baik. Q&lt;i&gt;adhaya asasiyah&lt;/i&gt; harus menjadi prioritas dakwah sampai kapanpun, sehingga isu – isu selainnya hanyalah penunjang perangkat utama kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa kalimat tauhid menjadi &lt;i&gt;qadhaya asasiyah &lt;/i&gt;dalam dakwah? Tidak lain dan tidaklah bukan karena sering kali kita belum tuntas atau kecolongan dalam hal keimanan, syahadat, dan tauhid di berbagai sektor. Tidak perlu jauh – jauh kita mengambil contoh, jika kita sedang sakit atau menderita sekali atau terancam bahaya, maka dalam kondisi itu kita merasakan kehadiran Alloh yang sangat dekat. Namun, jika kita sudah sembuh, bahagia, dan terlepas dari bahaya, maka seringkali kita merasa biasa - biasa saja dan bahkan kurang merasakan kehadiran Alloh. Inilah ironi – ironi yang masih banyak kita jumpai di kalangan manusia, terlebih di zaman modern ini sering kali kita merasa yang paling kuat dengan dalil - dalil ilmu. Isu sentral dakwah inilah yang harus selalu menjadi dasar pijakan kita untuk diprioritaskan dalam mengajak orang - orang memahami dan mendalami segala konsekuensi makna syahadat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh karena itu, isu mendasar kalimat tauhid tidak bisa ditinggalkan dan harus menjadi &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; tugas dakwah di sektor manapun. Dalam bahasa lain, tugas utama kita dalam dakwah serta tugas yang sudah kita sepakati dalam ikrar kita kepada Alloh adalah tegaknya tauhid dan semua berakar kepadanya. Karena dari hal mendasar inilah yang akan memberikan efek pada kiprah - kiprah dakwah yang selalu lekat dengan tauhid. [rdm]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-pondok Nabila-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tengah malam hingga tengah hari karena idealisme dalam menulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-___-" tinggal 1,5 watt... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2215256457438085752?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2215256457438085752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2215256457438085752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2215256457438085752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2215256457438085752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/qhadaya-asasiyah-fiid-dawah.html' title='~ Qadhaya Asasiyah Fiid Da’wah ~'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6389797320290274721</id><published>2011-07-04T19:30:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T20:33:26.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah dan amanah'/><title type='text'>Ruhul Istijabah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pembaca sepertinya sudah sering mendengar tentang hal ini, hal tentang Ruhul Istijabah. Semangat menyambut seruan Alloh dan Rasul-Nya, sering kali diartikan dalam hal dakwah dan jihad (berperang mengangkat senjata). Namun, kalau untuk sekarang lebih tepatnya pada menyambut seruan dakwah, baik di kala lapang maupun sempit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa ta'limat terkirim ke Hp Ungu -unyuk-, "seruan lagi" batinku... Hmm..ujian - ta'limat - ujian - ta'limat. Berat, seperti makan buah simalakama, halaah l3b4y... Akhirnya ngabur juga buat belajar, mungkin saat itu sedang turun dan Elektrodinamika Belum Belajar.. TIDAAAK!! Hidup memang pilihan, setiap pilihan ada konsekuensinya, yang tahu adalah diri kita sendiri yang bisa menimbang antara kebutuhan dan kepentingan. Kalau kita baca lagi teori tentang ruhul istijabah, di sana ada beberapa jenis, tepatnya ada empat. Kalau kita mampu sih baiknya keempatnya, tetapi kalau tidak mampu, semoga Alloh mengampuni kemampuan kita yang terbatas ini. Apa keempatnya? BACA lagi ya!! Dan akhirnya nilaiku pun terselamatkan... ^-^&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kali ini bukan itu yang akan kita bahas. (Whattt?? Kamu tadi udah curcol begituan ga mau ngebahas??) Pssstt...diamlah.. Hmm.. hari ini sedang ingin mengekspresikan kegundahan jiwa aja.. :D&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenapa kadang kala kita merasa sangat berat untuk menyambut seruan - seruan itu? Apakah karena iman yang sedang turun? Karena Murabbi yang memaksa? Karena malu dengan teman - teman? Atau apa? Oya, ada yang lupa... Ruhul istijabah juga sering dikaitkan dengan semangat menyambut seruan syura (hadeeehh...).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Balik ke bahasan, mengapa kita sering tidak ruhul istijabah?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Niat tidak Lillahi ta'ala&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Mendapat ta'limat tanpa diberikan kejelasan dari Murabbi tercinta&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Karena kita tidak mencintai apa yang kita lakukan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, harus bagaimanakah kita? Bagaimana nanti saat kita yang harus memberikan ta'limat?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jadilah murabbi yang mampu memahamkan dan memahami mutarabbi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat kembali apa makna ruhul istijabah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu menggunakan skala prioritas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cintai apa yang kita kerjakan karena cinta menjadi power tersendiri. Ini saya alami dalam hal syura, ketika saya mencintainya, maka sambutan untuknya pun akan sangat besar. Tetapi di tempat lain, saya merasakan kesedihan yang amat mendalam (hadeeh,, mulai lebay lagi). Sejak awal tidak memiliki rasa senang dengan aminah tersebut, sehingga dari awal tidak ada rasa senang menerimanya. Alih - alih cinta, memikirkannya pun membuat saya menjadi malas. Tapi, ikrar kita pada Alloh, jadi tetap semangat ajah!! ^-^&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terus tingkatkan iman dan ibadah. Semakin dekat kita dengan Alloh, maka semakin tajam bashirah (mata hati, red) kita untuk berpikir dalam skala prioritas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Utamakan akademis karena kamu sedang menunaikan amanah yang terbesar.. Dan inilah ruhul istijabah yang utama.. hehe, on my way of thinking..&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keep spirit on istiqamah..!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;-waktu dhuha, FMIPA Utara-&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya bisa meluapkan isi hati, semoga mbak bisa baca ini (ngarep..) , tapi sunggu aku menyayangimu mbak.. T.T&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6389797320290274721?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6389797320290274721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6389797320290274721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6389797320290274721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6389797320290274721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/ruhul-istijabah.html' title='Ruhul Istijabah'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-485729566049280969</id><published>2011-07-02T16:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-07T18:46:11.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi bahagia'/><title type='text'>Fika's Wedding</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-87fa6ebbb9875dfc" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v22.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D87fa6ebbb9875dfc%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1329935461%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1C0770B60FFB8E11062EAB82D4EF5AE67C79EFD.32B7DF908B3D369AC0FE2E6F540B126C740A8F96%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D87fa6ebbb9875dfc%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DbhHXLcfLFut5qlGnojVdYZJFqjA&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v22.nonxt8.googlevideo.com/videoplayback?id%3D87fa6ebbb9875dfc%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1329935461%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D1C0770B60FFB8E11062EAB82D4EF5AE67C79EFD.32B7DF908B3D369AC0FE2E6F540B126C740A8F96%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D87fa6ebbb9875dfc%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DbhHXLcfLFut5qlGnojVdYZJFqjA&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;25 Juni 2011, ba'da isya&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Lima kurcaci sudah duduk di barisan depan menanti teman kurcacinya keluar dari persembunyian. Ba'da isya kira - kira pukul 19.30, Fika keluar dengan anggunnya memakai kebaya. Melihat sekilas, "Hmmm., cantiknya.. beneran bidadari niy.." batinku. Fika, teman sebangku saat SMA kelas dua, kurcaci termuda diantara yang lain. Pernikahan yang kedua diantara kami, sebut saja Prendz Poreper, setelah pernikahan Wheni.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Batinku berucap syukur mendalam atas pernikahan temanku yang satu ini, jadi teringat saat SMA dulu, Fika selalu bilang ingin nikah muda dan saat itu aku selalu tidak tertarik untuk membicarakan masalah pernikahan. Dia yang selalu memberikan semangat untuk mengaji, mengenalkan dakwahnya, dan membuatku sangat senang saat dia mengatakan padaku bahwa aku sudah menjadi akhwat. Rasanya sangat senang saat itu saya sudah dapat dipanggil 'akhwat', hehe...&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, aku menjadi salah satu pendamping pernikahannya, menjadi hal yang berharga karena masih dianggapnya sebagai sahabat ^^. Akad nikah alhamdulillah berjalan dengan lancar, meski kami cukup kemaleman tetapi kurcaci - kurcaci tetap setia nungguin sahabatnya sampai batas jam maksimal akhwat keluar malam. Buatku sebenarnya tidak terlalu masalah karena orang tua cukup percaya untuk masalah keamanan sampai pukul 23.00 (hmmm... mungkin kalau aku jadi orang tua sudah melarang, kalau jadi..).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;"Eh rin, aku kalau besok nikah pengen kayak Fika ini. Sederhana ya tapi Islami" kata Nurul. "Heehh..? iya rul bener Islami" kataku. Aku lirik, Nurul masih senyum - senyum. "Eh Kun, pernikahannya Islami ya... Aku pengen besok kayak gini, tapi ga usah ada resepsi. Jadi habis akad langsung aja resepsi sederhana.. Kalau Fika kan besok masih ada resepsi. Aku pengen yang kayak gini aja" kata Nurul ke mba Kun. dengan semangat "Iya rul Islami, yo wis gek ndang kono nikah! hahaha.." kata mbak Kun sambil ketawa, dan aku pun ikut tertawa. "Amin, do'ain ya.." kata temanku yang cantik ini. Semoga Nurul segera nyusul aja... :D&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;26 Juni 2011 -Walimatul 'Ursy-&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Tiba - tiba memori lama berputar di kepalaku, "Rin, kamu besok kalau nikah mau dimana tempatnya?" tanya Fika, sepertinya saat jam istirahat. "Heehh?" kaget dan kebingungan. "Iya kamu besok kalau nikah dimana tempatnya? Kamu mesti belum kepikiran. Emang kamu tuh harus ditraining dulu kedewasaannya. Hahaha.." jawab Fika santai. Aku hanya diam sambil berpikir. "Kalau aku besok kata orang tuaku pokoknya harus di hotel soalnya rumahku kecil, kan di perumahan. Aku pengen suami yang ganteng, berada, bla bla bla..." katanya melanjutkan. "Kalau kamu pengen yang kayak gimana?" tanyanya lagi sambil ketawa. "Hehh?&amp;nbsp; Eh.. ga tau fik, belum mikir" kataku dengan masih kebingungan. Dia terus ketawa dan aku masih diam.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah resepsi pernikahan terlaksana lancar. Pukul 10.30 di hotel Kartika Solo dan tepat pukul 10.00 kami kurcaci - kurcaci warna - warni sudah tiba di gedung hotel, kebingungan mencari tempat barisan paling depan. Tamu - tamu sudah pada berdatangan, sebelah kananku Devi dan tempat duduk sebelah kiri mbak Kun. Sambil cerita - cerita, "Rin, aku masih pengen besok waktu nikah ga pake acara - acara resepsi. Aku pengen yang sangat sederhana aja" ujar Devi terlihat sambil membayangkan apa yang diinginkannya. Devi juga teman se-geng, alhamdulillah ba'da lebaran akan menikah, so pleased... :) Semoga dimudahkan ya Dev dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan... "Tapi.. pasti sama keluarga besar bapakku ga boleh. Uti (baca: Simbah putri) ku sudah merencanakan harus mengundang banyak orang.." lanjutnya lagi, kali ini dengan wajah penuh harap dan agak sedih. "Waah dev ga apa2 digedhein, padahal aku kan mau berangkat bareng bapak ibu, soalnya temen yang paling orang tuaku tahu kamu, Nurul dan mbak Kun. Jadi, rencanaku mau berangkat bertiga...hehe" jawabku dengan memaparkan rencana yang udah aku susun sesaat setelah dikasih tahu bahwa Devi akan nikah. "Ga ah rin, aku pengen yang sederhana aja.." katanya. "Oya udah deh, yang penting kita datang... hehe" jawabku dan membatin sebuah harapan untuknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Be te we, jadi inget keinginan dari Devi sejak SMA, "Ntar aku klo ngasih undangan nikah ga usah bagus - bagus. Cukup difotokopi aja, klo perlu kertas buram". "Haaahhhhh???!!!!" sontak PP. "Beneran dev?? awas ya klo ngasih kita undangan kayak gitu ga bakal kita datengin..." jawab salah seorang dari kami... Hmmm... keceriaan masa - masa SMA, aneh - aneh aja...&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;"Eh..eh.. ntar kalian pokoknya harus dateng ya di nikahanku, semoga nikahnya di Jerman" kata ratna, akhwat dengan jilbab paling lebar diantara kami. "Yo rat, tapi ada undangan ada tiket, ga ada tiket ga ada teman, haha" jawabku sambil tertawa diikuti temen2. "Yaah..kalian kog jahat sih..." jawabnya melas. Hal yang paling kita sukai adalah ngegodain ratna, temen yang satu ini orangnya sangat polos tetapi l3b4y dan dapat gelar sebagai 'misleb'. hehe.. Hanya saja itu memang keinginan besar Ratna untuk pergi ke Jerman saat aku mampir sebentar ke rumahnya. Dia banyak bercerita tentang aktivitasnya di Bogor, segudang prestasi yang dia raih, skripsi yang didukung dosen meski agak disindir2, keinginan2nya dll. Senang rasanya menjadi teman bercerita.. Cukup sukses dia ngerjain temen2 dengan mengatakan ga bisa datang ke pernikahan fika, tetapi dia ingin memberikan &lt;i&gt;surprise. &lt;/i&gt;Aku dan nurul menjadi korban suapnya untuk tidak mengatakan kepada siapapun, bukan suap uang&amp;nbsp; melainkan cukup suap tutup mulut,haha..&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Kurcaci - kurcaci PP setia menunggu sampai acara selesai, bukan menunggu siapa - siapa, melainkan menunggu sesi foto - foto bareng manten dengan gaya bebasnya. Tapi dari banyak foto yang diambil, hanya gaya formal yang tidak ngeblur, bahkan itupun masih terlihat blur.. hahaha, gpp lah.. Upload fotonya kapan2 aja deh, koneksi lambat. hehe. Tapi, foto saya udah ta'crop jadi ga ada sosok saya yang menyeramkan... hehe.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Banyak hal yang aku dapatkan dalam dua hari itu, meskipun singkat tapi berkesan. Aku melihat harapan , rencana, keinginan teman - teman. Aku hanya berharap bisa menghadiri semua pernikahan teman - teman, ikut menggantungkan asa dan berbagi bahagia. Semoga jalan kalian dimudahkan teman. Pesan keras devi, "Rina, pokoknya kamu harus segera nikah sebelum umur 25 tahun!!". "Hehehe, gimana ya? serahkan aja deh semua ma Alloh, aku udah pasrah, haha.." jawabku dan maaf dev aq tidak terlalu memikirkannya batinku berbisik, hehehe. "Pokoknya lho ya Rin.. Kamu tahu ga do'aku sama Alloh?" tanya Devi tiba - tiba serius. Waah, jadi agak kaget dengan raut wajahnya yang serius dan membatin, 'jangan do'a aneh2 ya dev, hehe'. "Nggak tahu dev, emang kamu do'a apaan?" tanyaku. "Aku berdo'a sama Alloh biar semua PP bisa nikah sebelum umur 25" jawabnya. Aku lihat rautnya penuh dengan harap dan do'a. "Hehe" mendengarnya aku hanya bisa tertawa simpul. "Ya udah yuk dev, kita ke warnet sekarang!" ajakku menghentikan lamunan dan tema pembicaraannya. "Oke rin, tapi aku deg - deg an ki, malu..." jawabnya. "Haha, wis ga opo2 dev, sama aku ga usah malu.." jawabku sambil starter Vega.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Saat menyiapkan pernikahan Fika, kita udah menyiapkan kado spesial buat Fika. Kita buat video yang udah sukses saya upload meskipun sangat lama, tapi dari pada di multiply sering error. Meskipun di saat membuatnya saya sudah sukses juga membuat kesal mbak kun karena lupa - lupa terus untuk ngirim ucapan (^^V). Alhamdulillah satu per satu temanku sudah menggenapkan separuh agamanya dan aku selalu support buat mereka. Weni sudah melahirkan seorang putri yang sangat imut, -unyuk2 inyik2-, mirip kayak budenya, sebut saja saya, hahahaa.. Jadi keinget weni ga terima klo anaknya disamain. Semoga keberkahan selalu terlimpah untuk kita semua.. Buat PP, semoga kalian dimudahkan dalam setiap langkah, tidak ada ungkapan cinta yang bisa kuberikan selain do'a...&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;*belajar menulis cerita&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;-pondok Nabila, 06.21-&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;pagi yang dingin turut membagi kebahagiaan.. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;add: Terima kabar dari Fika -teman kuliah- kalau dia masih di laut nun jauh di sana, melihat sunrise bareng uus (dalam hati, aku iri ingin bersama mereka)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-485729566049280969?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/485729566049280969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=485729566049280969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/485729566049280969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/485729566049280969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/fikas-wedding.html' title='Fika&apos;s Wedding'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3600531556516729211</id><published>2011-07-02T08:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-02T08:02:59.978-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><title type='text'>Hamba - Hamba Alloh</title><content type='html'>Hidup Di Dunia &lt;br /&gt;Hanya Sebentar Saja&lt;br /&gt;Bila Duka Bila Tawa&lt;br /&gt;Semoga Hati Kembali PadaNya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Yang Berlari&lt;br /&gt;Takkan Pernah Bisa Kembali Lagi&lt;br /&gt;Bila Perih Bila Sedih&lt;br /&gt;Airmata Bukan Segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik Waktu kan Berlalu&lt;br /&gt;Suka Duka kan Berlalu&lt;br /&gt;Tiadalah Semua Abadi&lt;br /&gt;Tangis Tawa Air mata&lt;br /&gt;Semuakan Berlalu Dan Pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Pada Allah Hatikan Berserah&lt;br /&gt;Hanya Pada Allah Jiwakan Berpasrah&lt;br /&gt;Karna Segalanya Bergantung PadaNya&lt;br /&gt;Hanya Pada DIA Semua Bermuara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-opick ft Amanda-&lt;br /&gt;:p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3600531556516729211?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.4shared.com/audio/3oyUPVh4/Opick_-_Hanya_Hamba_Allah.htm' title='Hamba - Hamba Alloh'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3600531556516729211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3600531556516729211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3600531556516729211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3600531556516729211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/hamba-hamba-alloh.html' title='Hamba - Hamba Alloh'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3065205890657016443</id><published>2011-07-02T07:41:00.000-07:00</published><updated>2011-07-02T07:55:04.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berbagi semangat'/><title type='text'>Like Freedom till The End of My Time</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bicara masalah kebebasan, sepertinya kita harus berhati - hati. Untuk orang - orang penganut paham liberalisme, mereka terlalu salah kaprah mengartikannya. Untuk hal ini, cukuplah saya katakan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab dalam ruang lingkup yang diinginkanNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore itu menjadi waktu yang paling bersejarah, mengubah orientasi dan rencana hidup seorang&amp;nbsp; Rina yang masih memiliki sedikit nyali. Inilah kehendak terbaik yang diinginkan Alloh untuk saya. Mencoba mengambil hal - hal positif meski sangat susah mencari celahnya, mencari peluang - peluang lain meski sadar tidak ada lagi jalan lain kecuali kehendak Alloh. Rupanya Ia sangat menyukai air mata kita yang satu per satu menetes karenaNya, tetapi Ia tidak suka kita terpuruk dalam perasaan pesimis yang mendalam. Hal itu hanya akan menurunkan kepercayaan kita pada pertolonganNya, meragukan kasih sayangNya, dan tidak ridha akan nikmat yang diberikanNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini sedikit kita bahas dulu masalah kenikmatan. Nikmat dan musibah bagiku tidak ada bedanya, semua asalnya dari Alloh. Seringkali kita menganggap bahwa kecerdasan, uang, kendaraan, dan barang - barang duniawi lain adalah nikmat. Sedangkan, cacat, bodoh, tidak ada fasilitas yang mencukupi hidup adalah musibah. Padahal semuanya adalah nikmat Alloh, yaitu nikmat yang disukai dan tidak disukai manusia -dikutip dari kajian Ust. Syatori-. Nikmat bisa jadi musibah dan musibah bisa menjadi nikmat. Untuk hal ini saya tidak akan membahas secara lebih khusus karena kita sudah tahu makna yang lebih mendalam dari itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya hanya ingin berbagi semangat untuk setiap kita yang sedang diuji dengan nikmat yang tidak kita sukai. Setiap ujian telah diukur dalam timbangan yang teradil, tetapi manusia sering kali masih tidak menerima, merasa bahwa ada hal yang dikurangi dari hidupnya. Ketika Ia mengambil sesuatu dari kita, maka yakinlah bahwa Ia sedang menyimpannya di surga. Ketika Ia tidak menginginkan sesuatu yang kita inginkan di dunia, maka Alloh telah menyiapkan yang terbaik di surga. Ketika Ia menghendaki sesuatu yang tidak kita inginkan, maka benar - benar ini adalah kasih sayangNya yang paling besar. Dan kita sesungguhnya lebih mencintai apa - apa yang ada di surga dibanding yang ada di dunia. Namun, seringkali mental kita tidak siap dengannya. Mental kita terlalu ciut untuk menghadapi obrolan tidak penting -gosip buruk- di masyarakat saat kita menjalani hari - hari, apalagi kita sebagai potret muslim-muslimah yang menjadi tumpuan teladan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu waktu kecil, saya pernah mendengar orang - orang dewasa mengatakan, "Enak ya jadi anak kecil kayak dewi, belum punya beban hidup". Menurut mereka mungkin saat itu saya belum paham dengan apa yang mereka obrolkan, padahal kata - kata itu sangat terekam dalam simpul - simpul syaraf otak di kepala. Dalam hati saya saat itu berkata, "Ga ada masalah apa, besok aku ujian harus belajar bla bla bla...". Memang saat itu masih polos -unyuk2 inyik2-, tapi sekarang saya tersadar. Hidup kita bukan orang lain yang menanggung, tetapi pribadi kita masing - masing. Ternyata aku sudah &lt;i&gt;gedhe&lt;/i&gt;, sudah harus berani memutuskan untuk hidup meskipun orang - orang di sekitar kita memberikan support dan keyakinan yang besar, tetapi mereka sendiri meyakini dalam hati bahwa tidak ada harapan untuk kita. Dalam hati mereka berkata tulus, "Mudah - mudahan Alloh memberikan kesembuhan dan keistimewaan akan dirimu ya sayang..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita perbanyak istighfar kawan, surga telah menanti. Semoga kita diizinkan memasukinya meskipun saya terlalu malu untuk memasukinya karena amal - amal yang masih belum sempurna. Tetapi berharap dan bermimpi itu tidak dilarang, mimpi untuk dapat menginjakkan kaki di sana. Hidup ini tidak akan lama lagi meninggalkan kita, jika kita tidak berusaha ikhlas maka apa yang akan kita bawa nanti di hadapanNya? Tetap semangat dan yakinlah jika kita mampu mengambil hikmah di baliknya, maka kita akan merasakan jiwa yang bebas dan merasakan ketenangan hati yang amat sangat... Segalanya akan mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya kita lebih merasakan bahagia saat orang lain&amp;nbsp; mendapatkan kebahagiaan. Semoga kita benar - benar dijadikanNya istimewa.. Amin... [rdm]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*menanti ketetapan sembari terus melakukan hal yang selagi masih bisa di lakukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;...pondok Nabila, 21.38...&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-pelepas hati yang resah :p-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(:&amp;nbsp; Ketidaksempurnaan makhluk yang diciptakan merupakan kesempurnaanNya :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3065205890657016443?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3065205890657016443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3065205890657016443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3065205890657016443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3065205890657016443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2011/07/like-freedom-till-end-of-my-time.html' title='Like Freedom till The End of My Time'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6903978885950630351</id><published>2010-06-10T16:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T09:29:08.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seri remaja'/><title type='text'>Mengukur Kedewasaan</title><content type='html'>Kehidupan ini sungguh unik. Semua oleh Allah diciptakan secara seimbang. Kesenangan, kesedihan, kemenangan, kekalahan, keberhasilan, kesuksesan, semua orang pasti telah merasakannya. Semua berputar secara sadar ataupun tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah sesuatu yang berputar itu kecuali cobaan bagi manusia, untuk mengetahui siapa yang beriman dan siapa yang kafir, siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur. Inilah cara Allah meningkatkan kapasitas keimanan hamba-Nya. Semuanya bermula sama, seiring bergulirnya waktu, manusia itu sendirilah yang akan memilih jalannya sendiri, apakah Ia akan menapaki jalan-Nya ataukah ia akan menapaki jalan bayangan yang dibuat syetan. Untuk memilih dua ini, hanyalah butuh iman untuk menunjukkannya, kesadaran akan nikmat Allah dan upaya diri untuk selalu bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat manusia mengelak atas nikmat Allah yang telah diberikan, yaitu kesombongan. Ya, itulah sifat syetan yang telah menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam jurang neraka yang sangat dalam. Lalu, secara sadar ataupun tidak, entah kapan itu, barangkali kita juga sudah lupa, pernah gag sih ngerasa lupa untuk bersyukur? Sering, atau kadang-kadang, atau satu dua kali, atau tidak sama sekali. Tidak sama sekali itu lupa atau terlupakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap harinya, Rasulullah selalu bertaubat, beristighfar, memohon ampun kepada Allah, sebanyak minimal 70 kali. Rupanya jumlah yang cukup membuat kita tercengang dan malu. Entah karena kita hanya sering menengadahkan tangan, merintih dan meminta untuk selalu memenuhi keinginan kita (ingat, keinginan bukan kebutuhan), dan kita lupa untuk beristighfar. Atau kita menyadari bahwa Rasulullah itu lho telah dijamin surga, selalu dipantau oleh Allah, dan langsung ditegur oleh Allah jika hendak melakukan kesalahan, bertaubat saja minimal 70 kali. Kita? hehe, setiap kali berbuat dosa hanya bisa nyengir atau seringnya innocent. Ckckck, wajah yang terlalu polos...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bahasan di atas baru sekedar pengantar.. Hehehe.. ^^V&lt;br /&gt;Kali ini saya akan coba-coba asal jadi untuk merefleksikan diri akan selama ini yang telah dilalui (halaahhh). Yang pasti, kepala dua telah banyak hal yang dilalui, segala perputaran peristiwa yang telah dibahas di atas pun pernah dirasakan. Tetapi, seringnya merasa bahwa diri ini tidaklah cukup dewasa untuk memaknai semua hal yang terjadi. Entah dalam mengambil keputusan dan tindakan, atau hanya sekedar berpikir dewasa pun rasanya sulit. Umur tidak menentukan kedewasaan tiap orang, tetapi kewajaran diukur dari sana. Maksud saya, jika ada seorang yang lebih berumur itu lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap daripada yang muda, maka itu wajar. Gimana kalau sebaliknya? Nah lho, kalau sebaliknya pasti jawabannya 'tidak wajar'. Karena secara teori lidahnya sudah sangat pahit akibat sudah terlalu banyak menelan asam garam kehidupan, katanya sih... Tetapi, sepertinya kita pun sepakat bahwa kita sudah menyadari kog kalau orang yang lebih tua itu belum tentu lebih dewasa dari yang muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk diri saya sendiri, sangat sadar dan menyadari bahwa apa yang sering dilakukan ya belum sepenuhnya dipikirkan matang-matang. Sering berupa ketergesa-gesaan dan sering pula melakukan hal-hal yang sia-sia. Waktu yang kita miliki kan hanya 24 jam, sedangkan kerjaan yang harus kita selesaikan itu lebih dari waktu yang kita punya. Tetapi, kesan manja meminta waktu untuk bersantai, kekanak-kanakan meminta pengertian orang lain saat kerjaan gag beres, atau atas nama merenung dan muhasabah akhirnya memikirkan hal yang sebenernya gag penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, pernah gag sih kita berpikir pengen mengurangi ketidakwajaran yang terjadi di tengah-tengah kehidupan kita. Kan banyak tuh yang berpikir praktis dan akibatnya sikap yang diambil pun lebih mempersulit diri sendiri. Mulai dari sini kita akan bicara bagaimana mengubah pola pikir bangsa kita untuk mendewasakan diri. Percaya deh gag akan ada pengangguran, gag akan ada korupsi dan gag akan ada tuh sampah yang berserakan di jalan. Why and why? Ya iya dong, orang yang nganggur itu kan orang yang putus asa, orang yang korupsi jelas dia berpikir kekanak-kanakan, orang yang buang sampah sembarangan seperti seorang bayi yang masih dalam buaian ibu (belum tahu yang baik dan yang buruk). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan itu terbentuk saat di hati kita hanya ada iman. Segala sesuatu yang kita lakukan hanya untuk Allah dan kita menyadari sepenuhnya bahwa Allah selalu melihat kita. Saat hati kita bersih dan bersinar oleh iman, maka apa yang kita lihat, ucapkan dan keputusan yang diambil, semuanya berdasarkan bashirah (mata hati). Apa sih sebenernya arti kedewasaan itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehkah saya definisikan secara mudahnya seperti ini: Orang dewasa itu gag gampang marah, berpikir objektif, tenang dalam sikap, tepat dalam mengambil keputusan, sabar, pemaaf, senantiasa bersyukur, peka hati, bebas dari penyakit hati (gag ada tuh iri, dengki, sombong de el el), gag pernah berprasangka (selalu berhuznudzon), menginspirasi dan sejuk kalau dipandang (sampai-sampai orang yang lagi banyak masalah, melihatnya pun seolah-olah masalahnya sudah selesai). Lalu, siapa yang akan bisa menjadi seperti itu kalau bukan orang yang mempunyai bashirah? Tahukah engkau? Karena, saat dia memandang, mendengar, melangkah, Ia senantiasa dibimbing oleh Allah. Dia telah memilih Allah untuk menjadi satu-satunya penolong, satu-satunya Dzat yang akan memandang apa yang telah ia lakukan dan satu-satunya Dzat yang mendengarkan segala keluh kesahnya. Semarah apapun, ia kembali kepada Allah, meluapkan marahnya dalam sepi, menerjemahkan kemarahannya dalam air mata, dan semuanya akan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit saya mau cerita tentang kemarahan. Ada seorang yang bercerita, sebut saja namanya mba Septi (nama samaran, hehe gag tau kog dapat nama Septi). Dia pernah bercerita, saat itu keluarganya dan dia sendiri sedang didzalimi oleh seseorang, keputusan yang diambil oleh orang itu sangat memojokkan dan mempersulit keluarganya. Secara jelas orang itu di hadapannya, duduk satu meter di dekatnya. Ada alasan untuk marah, sangat ada, bahkan Allah pun telah berfirman kalau ada orang yang mendzalimimu maka engkau boleh membalasnya. Tapi, jika kita berhenti di ayat itu saja tanpa melanjutkan terusan ayatnya, maka ya bolehlah mba Septi menamparnya dan mengusir dari rumahnya. Dengan darah yang sudah mendidih, nafas yang naik turun tidak karuan, ia berusaha melanjutkan ayat tersebut, "tetapi jika engkau memaafkan maka itu lebih baik bagimu". Kemudian ia ingat sabda Rasulullah, "Jika engkau marah maka ubahlah posisimu". Akhirnya mba Septi pun yang semula duduk, berdiri dan berjalan tanpa arah, masih belum bisa menahan marah akhirnya berbaring. Rupanya tidak cukup untuk menahan kemarahan, akhirnya beliau berniat mengambil air wudhu karena inipun perintah Rasulullah. Sampai wudhu pun beliau tidak mampu menahan amarahnya. Lalu, apa yang beliau lakukan. Beliau mandi dan ia luapkan kemarahannya dengan setiap guyuran air. Karena marah itu dari syetan dan syetan itu dari api, sedangkan api hanya dapat dipadamkan dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah ya, ada orang-orang yang berpikir untuk apa marah, padahal dia sendiri punya alasan untuk marah. Menahan marah adalah bagian dari kedewasaan. Dewasa adalah sebuah pilihan, ia didasari oleh keimanan dan kesyukuran. Gimana kabarmu sekarang?? ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;Salam Jihad dan Dakwah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at yang suci, pondok Nabila, Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6903978885950630351?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6903978885950630351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6903978885950630351' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6903978885950630351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6903978885950630351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2010/06/mengukur-kedewasaan.html' title='Mengukur Kedewasaan'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8547587192710092635</id><published>2010-06-08T04:41:00.001-07:00</published><updated>2010-06-10T06:56:27.639-07:00</updated><title type='text'>Tulisan Santi Soekanto sebelum Mavi Marmara digiring Israel</title><content type='html'>Sebuah renungan mendalam... Ngapain sih berjuang kalau hanya dapat capek? Ngapain sok jadi pahlawan kalau hanya butuh label? Ya Allah, teguran manis dari-Mu tidak pernah qhiraukan... Mungkinkah Engkau akan memberikan teguran yang begitu keras hingga aku baru menyadarinya... Jika itu cara yang membuat kami sadar, jangan pernah Engkau bosan mengingatkan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santi Soekanto (istri dari Dzikrullah Pramudya yang dikabarkan merupakan salah satu korban tewas) adalah salah satu dari 12 WNI di kapal Mavi Marmara yang diserbu Israel. &lt;br /&gt;Sebelum penyerbuan itu, Santi sempat mengirimkan surat elektronik yang sangat menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tulisannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.&lt;br /&gt;(ket. satu hari sebelum serangan Israel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. &lt;br /&gt;Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. &lt;br /&gt;Ada yang sibuk mengadakan halaqah. &lt;br /&gt;Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. &lt;br /&gt;Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalan an ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia "tangan kanan" seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Activism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan "Heroes of Islam" alias "Para Pahlawan Islam." &lt;br /&gt;Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. &lt;br /&gt;Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na'udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengerem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. &lt;br /&gt;Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? &lt;br /&gt;Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? &lt;br /&gt;Had that situation led you to Allah, to Allah's blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah's anger and displeasure?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di  sini. &lt;br /&gt;Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. &lt;br /&gt;Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau  hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berteriak, "Untuk Gaza!" namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? &lt;br /&gt;Hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gaza Tak Butuh Aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. &lt;br /&gt;Gaza tidak membutuhkan aku. &lt;br /&gt;Palestina tidak membutuhkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. &lt;br /&gt;Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. &lt;br /&gt;Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. &lt;br /&gt;Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak - betapa pun sedikitnya - menolong agamaNya. &lt;br /&gt;Menolong membebaskan Al-Quds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cara Allah Mengingatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. &lt;br /&gt;Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya - karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! &lt;br /&gt;Apa yang harus kulakukan? &lt;br /&gt;Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung- jawabnya aku rasanya? &lt;br /&gt;Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. &lt;br /&gt;Kotoran itu ndableg bertahan di situ. &lt;br /&gt;Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air - lalu kusiramkan ke toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ndableg.&lt;br /&gt;Kucoba lagi menyiram&lt;br /&gt;Masih ndableg.&lt;br /&gt;Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubungkus tanganku dengan tas plastik. &lt;br /&gt;Kupencet sekali lagi tombol flush. &lt;br /&gt;Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blus!&lt;br /&gt;Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. &lt;br /&gt;Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi - agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahumaj'alni minat tawwabiin&lt;br /&gt;Allahumaj'alni minal mutatahirin&lt;br /&gt;Allahumaj'alni min ibadikassalihin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Mei 2010, 22:20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santi Soekanto,&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8547587192710092635?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8547587192710092635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8547587192710092635' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8547587192710092635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8547587192710092635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2010/06/tulisan-santi-soekanto-sebelum-mavi.html' title='Tulisan Santi Soekanto sebelum Mavi Marmara digiring Israel'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4455294284925618309</id><published>2010-05-31T23:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T00:24:15.877-07:00</updated><title type='text'>WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AkSuV3vE6p4/TASylBvqR4I/AAAAAAAAAEQ/teFfZdEYTdU/s1600/palestine-21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AkSuV3vE6p4/TASylBvqR4I/AAAAAAAAAEQ/teFfZdEYTdU/s320/palestine-21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477699395982608258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Composed by Michael Heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over Gaza tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they’re dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Women and children alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who’s wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ingin menuliskan kembali lirik lagu itu. kali ini, kita marah dan melaknat Israel lagi dan sampai kapanpun. Kembali kita merasa kasihan, menangis, merintih melihat saudara-saudari Muslim kita dibombardir, dijajah, disiksa dan diboikot. Lalu, apa kontribusi yang dapat kita berikan? Marah dan menangis tidak akan pernah menyelesaikan masalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain sekarang sudah berjalan-jalan di surga meraih syahid. Yang berduit mengeluarkan isi kantongnya minimal one dolar. Mahasiswa-mahasiswi kembali turun ke jalan meneriakkan pembelaan mereka pada saudara-saudaranya. Tiap malam hampir terdengar isak tangis di tempat shalat fulan-fulanah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sini aku merenung, tanpa arti, tanpa gerak, update berita pun tidak, hanya mengandalkan kabar dari teman2q aktivis muslim via sms sewaktu-waktu. Masya Allah... Apa yang bisa kuberikan pada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah diantara kita yang bertanya, apa gunanya turun ke jalan? Masihkah diantara kita yang bertanya, untuk apa one man one dolar kalau saudara-saudarinya sebangsa dan setanah air saja tidak pernah diberi uang, memberi pengemis pun enggan? Masihkah diantara kita yang bertanya, kenapa repot-repot ngurusin sana, beberapa waktu lagi juga akan reda sendiri setelah itu booming kembali? Masih adakah?? Masihkah? T.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk kita kontribusikan apapun yang kita bisa... Boykot produk Israel semampu kita, kurangi hal-hal yang sia-sia, seratus rupiah untuk disumbangkan pun tak apa... Do'a di setiap usai shalat wajib dan sunnah, semoga memberikan kekuatan untuk pejuang-pejuang Palestina dan siapapun dia yang telah ikut berjuang di tanah jihad Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat apa yang disampaikan salah satu orator aksi Selasa, 1 Juni 2010, saat orang-orang Israel ditanya, "Berapakah harga tanah Palestina menurut kalian??" Mereka menjawab, "Harga Palestina adalah diri saya". Lalu ikhwah, "Berapa harga Palestina menurut antum/antunna??" Tidak ada lagi ruang untuk ragu, bermalas-malasan, apalagi tidak peduli. Semoga Allah memberkahi perjuangan mereka dan menggerakkan hati dan mengizinkan kita menjadi bagian orang-orang yang akan memerdekakan Palestina. Janji Allah itu pasti... Insya Allah, we will not go down!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4455294284925618309?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4455294284925618309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4455294284925618309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4455294284925618309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4455294284925618309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2010/05/we-will-not-go-down-song-for-gaza.html' title='WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AkSuV3vE6p4/TASylBvqR4I/AAAAAAAAAEQ/teFfZdEYTdU/s72-c/palestine-21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2000951985639695811</id><published>2010-05-16T07:57:00.000-07:00</published><updated>2011-08-12T09:33:25.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah dan amanah'/><title type='text'>Mengorganisir Kebaikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pukul sembilan malam baru sadar harus mendownload email penting dari teman. Selepas membaca isinya, masya Allah, seluruh tangan menjadi dingin, hati ini menjadi takut dan segala perasaan yang berkecamuk, merasa butuh dikuatkan. Tangan Allah di atas tangan jama'ah, hanya kata itu yang tepat untuk menguatkan hatiku menghadapi peperangan yang terlihat di depan mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak perlu aku menyantumkan apa isi email tersebut, tetapi inilah yang menjadi refleksi diri pribadi. Selepas ke luar kota selama sehari hari-dua malam, pagi hingga siang rasanya ingin istirahat seharian. Pagi masih sempat menyelesaikan masalah yang sudah lama ditunda-tunda karena tidak nemu waktu, masalah pribadi yang harus segera diselesaikan. Pukul delapan kurang beberapa menit datanglah sms yang mengabarkan sesuatu yang sangat penting dan harus segera dianalisis. Namun, laptop sedang tidak di tangan hingga akhirnya bisa membacanya malam hari. Cukup ada penyesalan dalam hati kenapa sedikit terlambat merespon sesuatu yang memang urgent. Ini hanyalah masalah prioritas dan kemauan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menunda-nunda untuk hal yang penting bukan wilayah yang tepat untuk seorang yang harus memikirkan umat ini akan dibawa kemana. Jika saja kita terlambat merespon dan terpeleset hingga tidak ikut ambil bagian darinya, barangkali orang lain sudah memikirkan dan mengorganisirnya, tetapi ini masalah kontribusi pribadi. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain meskipun orang itu sendiri tidak menyadari adalah suatu kesenangan yang hanya terasakan di dalam hati, inilah kenikmatan yang Allah berikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir, banyak orang yang menolak dengan konsep ini. Tetapi, coba kita cerna kembali kalimat yang singkat tetapi sangat mendalam. Allah sendiri berfirman, "Barangsiapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya". Inilah salah satu hal yang menjadi catatan penting, pertolongan di sini tidak hanya sebatas Allah menolong pada kepentingan-kepentingan pribadi kita, tetapi apa yang kita perjuangkan mendapat pertolongan dari-Nya. Subhanallah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah saatnya berkontribusi, bukan lagi masanya cengaeng, bermalas-malasan apalagi tertinggal di paling belakang barisan. Saatnya berkontribusi, saatnya mengorganisir kebaikan untuk mendapatkan keberkahan dan kemenangan yang nyata. Janji Allah itu benar kawan, maka yang menjadi catatan tinta emas adalah, tertuliskah nama kita sebagai orang yang dijanjikan Allah? Ini hanya masalah kemauan... Allahu a'lam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam jihad dan dakwah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rdm.sholihat@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2000951985639695811?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2000951985639695811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2000951985639695811' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2000951985639695811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2000951985639695811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2010/05/mengorganisir-kebaikan.html' title='Mengorganisir Kebaikan'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-1012015085639264857</id><published>2009-07-25T02:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T03:25:16.625-07:00</updated><title type='text'>Kali ini gag ada judul</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu waktu kembali mucul ide untuk mencari makna tentang sesuatu. Yang sering terdengar di telinga dan menjadi satu topik yang tidak akan pernah sepi dilamar menjadi satu tema novel, film atau perbincangan bahkan sekedar bercanda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun, jika kamu tiba – tiba bertanya tentang hal ini, maka akan ada banyak persepsi dan pikiran dari teman – teman terdekatmu tentang kamu. Barangkali ekspresi mereka tiba – tiba kaget, tercenung, berhenti sejenak atau dalam hati mereka bertanya-tanya dan otak mereka sedang berpikir tentang kamu... Gumam hati mereka, “Ini anak sedang kena apa ya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alam semesta dan manusia diciptakan oleh Tuhan atas dasar cinta dan inilah mengapa cinta menjadi sangat lekat dengan kehidupan manusia. Dia telah mengajarkan cinta sejak ruh ditiup ke dalam rahim. Menjadi satu tujuan Allah menciptakan semua ini adalah hamba yang diciptakan mencintai Sang Penciptanya dan apa – apa yang dicintai-Nya. Hingga akhirnya dalam kehidupan ukhuwah kita muncul kalimat, “Uhibukum fillah”; “Aku mencintaimu karena Allah”; “Love you coz Allah”, dan ungkapan cinta yang lain. Tetapi, jika berpikir lebih mendalam, bagaimana makna dari kalimat itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut saya, ini akan menjadi pertanyaan yang sangat menarik jika ditanyakan pada teman2, bagaimana ekspresi mereka dan barangkali ada yang memang bingung untuk mengungkapkannya karena menurut mereka maknanya sangat dalam. Waah lebih dalam makna ‘ikhlas’ atau ‘cinta karena Allah’ ya? hehe.. Sedikit saya akan bercerita tentang ekspresi teman – teman saat saya mengajukan pertanyaan, “Menurut kamu cinta karena Allah itu seperti apa?”. Berikut respon dari teman – teman saya, “Wah dew ada angin apa niy..;p”; “Kayaknya kamu tnya pada orang yang salah, tanyain dong ke sang ahli cinta, tanya ke ...” (disensor ya namanya..); “Waah dewi knpa tiba – tiba tanya spt itu, hayoo sedang jatuh cinta ya?”; “Kamu kenapa dew, maw curhat atau ap?”. Tak kalah seru ekspresi saya menanggapi teman – teman, tertawa cekikikan.. hihihizizizzzzzzzzzzz... upz!! Seperti menjadi satu pertanyaan yang tabu untuk teman – teman. Membuat saya tertawa terkekeh – kekeh,,,hihihi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, sekarang adalah jawaban dari hati teman – teman saya yang sangat luar biasa, temukan makna Cinta karena Allah di dalamnya..hehe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ga usah diceritain mereka udah tw koq.. Cinta yang sebenar-benar cinta adalah cinta yang ga diungkapkan dg kata2 tapi dengan perbuatan..(Aji)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepertinya aku pernah mengatakan itu ke orang2 yg slama ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mampu membaca pikiranq, apakah ak sedih, apakah aku senang tanpa aku mengatakan bhwa aku sudah senang. Soulmate gitu dech ceritanya...hehe.... Sepertinya cinta itu tidak bisa disampaikan dengan bahasa kata2. Cinta hanya punya satu bahasa, bahasa perasaan. Logika tidak mampu menjelaskan, itu mungkin yang menyebabkan perempuan lebih "pecinta" daripada laki2. Masing2 orang punya bahasa dalam menyampaikan, memahami apa itu cinta dengan gesture bahkan mungkin kejapan mata [dew, aku romantis y, lagi baca recto verso].. (Pu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&gt;&gt; hihi, iy pu kamu romantis.. kapan2 qdtraining ya..hehe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Teorinya c mencintai dia semata mengharap ridha Allah. Pokoknya kita mengajak orang yang kita cintai karena Allah selalu menuju kebaikan dalam rangka sayang, kesabaran, kebaikan, meskipun dia benci atau ga' suka tapi kita tetep sayang. Karena sayang kita bukan mengharap timbal balik tapi mengharap ridha Allah.. Pernah denger, "barangsiapa yang di dunia saling mencintai bukan karena Allah maka di akhirat kelak mereka akan saling benci". Banyak2 evaluasi tentang rasa sayang kita... (Linda Dwitasari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cinta yang memang ditimbulkan oleh Allah, bukan ditimbulkan oleh keadaan orang tsb yang dicintainya (kaya, pintar dll) dan untuk lebih meningkatkan ketaatan kepada Allah dengan jalan saling mengingatkan, memberikan semangat atau motivasi dalam bingkai kaidah Allah. Bahkan cinta karena Allah harusnya membuat semakin bersyukur karena cinta itu adalah karunia yang diberikan Allah untuk kita rasakan dan berikan kepada saudara kita.. (Mba Winda)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mencintai karena Allah adalah apa2 yang dicintai Allah (Yuli Susanti)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bingung, gag bisa diartiin. Mencintai karena Allah misal konteksnya cowok lebih menjurus kita mw dijadiin dia sebagai imam kita yang bisa membimbing kita di jalan Allah. Tentunya buat beribadah. Ketika jiwa rindu kasih-Nya...rindu kasihnya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kadang harus berseteru..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meraihnya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau meraih-Nya..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;meraih keduanya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Intinya ya cinta dalam pernikahan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;May be yes, may be no...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Titis Nastiti)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mencintai karena Allah adalah ketika kita mencintai kita tahu Allah mencintai sesuatu yang kita cintai itu. Maksudnya alasan kita mencintai bukan karena ukuran dunia semata. Ketika kita kemudian membenci hal yang kita cintai, maka itu juga karena Allah membencinya sehingga benci itu bukan benci yang merugikan tapi memperbaiki. Ketika kita kehilangan yang kita cintai maka itu juga karena Allah, karena kita tahu Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita dan kalaupun itu orang, maka rasa cinta Allah pada orang itu tentu jauh lebih besar dari cinta kita. Mungkin intinya, cinta fillah itu cinta yang bermula dan kembali hanya kepada-Nya. Semoga kita bisa mengamalkannya,, amin. (Ovantia Pradevi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut achie, cinta karena Allah adalah saat kita mencintai seseorang, hati kita akan semakin dekat dengan Allah dan saat kita berinteraksi dengan orang yang kita cinta harus tetap dalam koridor syari'at, tidak menyakiti, tidak banyak menuntut, berakhlak yang baik padanya dan yang paling penting ga kecewa klo kita bukan jodoh kita. hehe.. Kan cinta ikhlas karena Allah, kita mencintai karena kita mencintai Allah, kita memilih orang saleh agar tidak menggelincirkan kita dari jalan-Nya. (Asri Wahyuni)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cinta karena Allah itu, kita mencintai sesuatu karena Allah. Tetap yang paling dicintai itu Allah. Nah, oleh karena Allah cinta maka kita juga cinta. Contohnya, Allah mencintai rasul-Nya, karena kita cinta Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka kita pun cinta kepada rasul-Nya. Atau Allah cinta orang beriman, oleh karena kita cinta Allah, kita pun cinta kepada orang beriman.. (Thahirah Arummaisha)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cinta karena Allah, semua hal dilakukan dengan ikhlas,,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kecintaan tanpa paksaan, tanpa keinginan untuk meminta balasan kecuali hanya ridha Allah.. (Paramita Triyaningrum)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tulus dan ikhlas dlm smua aktivitas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(mba Wahyu Warastuti)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti aku mencintaimu ;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Wanodya Asri Kawentar)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&gt;&gt;&gt; Hohoho.. terima kasih Cinta, eh Wano.... Makna yang ini yang tau cuma kita bertiga (aku, Wano dan Allah... hehe, nah looo...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, katanya orang juga, untuk masalah kayak gini hati – hati kalau diomongin dengan lawan jenis. Bukan kata orang juga sih tetapi memang seperti itu. Makanya saya tidak mencari responden ikhwan lewat sms. Hihi... bisa bayangin miskomunikasi yang bakal ribet ujungnya.hehe... Nah, saya menggunakan sarana facebook agar tidak terjadi salah tangkap de el el..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;adalah cinta yang hakiki.. (Ms Panji_ketum KMFM)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;cinta pd ALLOH dL prend.. (Habiburrahman Rifa’i)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&gt;&gt;&gt; good..good...friend..! tapi ini tanya cinta karena Allah tu gimana bib?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;inta karena Alloh =karena Alloh cinta .^_^.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Mas Unggul alias MU)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;If you wanna add or join to share, what you feel love coz Allah, write down your comment... I’m so appreciate you... Jazakumullahu khoiron katsir...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku ingin mengungkapkan sesuatu tapi tak tw..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku ingin menuliskan sesuatu tapi tak ada bahan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku ingin bercakap tapi siapakah aku..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@bumi karanganyar sing adem... ^.^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-1012015085639264857?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/1012015085639264857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=1012015085639264857' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/1012015085639264857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/1012015085639264857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/07/satu-waktu-kembali-mucul-ide-untuk.html' title='Kali ini gag ada judul'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-5549178218487072025</id><published>2009-07-23T22:39:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T18:30:50.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shirah Shahabat'/><title type='text'>Ummu Ruman Seorang Bidadari Surga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wanita ini bernama Zainab atau biasa disebut Di’din. Tapi ia lebih sering dipanggil dengan laqab (nama panggilan) Ummu Ruman. Wanita ini anak perempuan dari Amir bin Uwaimir bin Abdullah Syams bin ‘Iqab. Nasabnya berakhir di Kinanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Ruman tinggal di wilayah yang bernama As-Sirat, yaitu sebuah dataran berkontur pegunungan dan berbukitan di Jazirah Arabia. Ketika sampai usia akil balig, ia dinikahkan dengan pemuda sedesanya yang bernama Harits bin Sakhbarah bin Jurtsumah Al-Kaher. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang diberi nama Ath-Thufail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ummu Ruman dan anaknya, Ath-Thufail, dibawa Harits pindah ke Makkah. Di Makkah, keluarga kecil ini tinggal dan mendapat perlindungan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. Sayang, Harits tidak dikarunia Allah swt. dengan umur panjang. Ia meninggal setelah setahun tinggal di Makkah. Abu Bakar kemudian menikahi Ummu Ruman dan merawat Ath-Thufail. Ummu Ruman pun menjadi istri kedua Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari istri pertamanya, Abu Bakar memiliki dua orang anak, yaitu Asma dan Abdullah. Dari pernikahan dengan Ummu Ruman, Abu Bakar pun mendapat dua orang anak, yaitu Aisyah dan Abdurrahman. Selisih usia Asma dan Aisyah sepuluh tahun. Ummu Ruman menyatukan Ath-Thufail, Asma, Abdullah, Aisyah, dan Abdurrahman dalam asuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Ruman masuk Islam ketika Abu Bakar masuk Islam. Jadi, ia termasuk salah satu as-sabiqunal awwalun (kelompok pertama yang masuk Islam). Seluruh anak-anaknya mengikuti jejaknya masuk Islam, kecuali Abdurrahman. Dengan begitu, rumah Ummu Ruman adalah rumah kedua yang berada dalam naungan Islam setelah rumah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam siksaan yang dilakukan kafir Quraisy kepada kaum muslimin di Makkah juga menimpa diri Ummu Ruman. Apalagi ia aktif bahu-membahu dengan suaminya, Abu Bakar, menyelamatkan orang-orang yang telah memeluk Islam ketika itu dari gangguan kafir Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu, Ummu Ruman sangat disiplin dan berhasil mendidik anak-anaknya. Sebagai seorang istri, ia sangat menghormati hak-hak suaminya. Dan, ia adalah seorang wanita yang menepati janji lagi bijak bestari. Sifat-sifat mulia itu terekam dalam peristiwa Rasulullah saw. meminang Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Amr menceritakan kepada kami. Ia berkata, Abu Salamah dan Yahya menceritakan kepada kami, ketika Khadijah telah meninggal dunia, Khaulah binti Hakim –istri Utsman bin Mazh’un—datang menemui Rasulullah saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, tidakkah engkau menikah lagi?” Beliau berkata, “Dengan siapa?” Khaulah berkata, “Apabila engkau mau, engkau dapat menikahi seorang gadis, atau seorang janda.” Beliau bertanya, “Siapakah gadis tersebut?” Khaulah menjawab, “Putri hamba Allah Azza wa Jalla yang paling engkau cintai di muka bumi, Aisyah binti Abu Bakar.” Beliau bertanya lagi, “Lalu siapakah janda tersebut?” Khaulah menjawab, “Saudah binti Zam’ah. Ia telah beriman kepadamu dan mengikuti segala yang engkau ucapkan.” Rasulullah berkata, “Kalau begitu pergilah kepada keduanya, dan sebutkan namaku kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaulah kemudian datang ke rumah Abu Bakar, dan ketika masuk ia berkata, “Wahai Ummu Ruman, kebaikan dan keberkahan apakah yang dicurahkan Allah Azza wa Jalla kepada kalian?” Ummu Ruman bertanya, “Apakah itu?” Khaulah menjawab, “Rasulullah saw. mengutusku meminang Aisyah untuk beliau.” Ummu Ruman berkata, “Kalau begitu, tunggulah sampai Abu Bakar pulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abu Bakar tiba, Khaulah menyampaikan maksud Rasulullah saw. Setelah mendengan kabar itu, Abu Bakar berkata, “Tunggu sebentar.” Abu Bakar pun keluar rumah. Ummu Ruman berkata kepada Khaulah, “Sesungguhnya Muth’im bin Ady pernah menyebutkan nama Aisyah di hadapan putranya, dan demi Allah, Abu Bakar tidak pernah menjanjikan sesuatu lalu melanggarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pergi menemui Muth’im bin Ady. Ternyata Muth’im menarik kembali ucapannya karena khawatir anaknya masuk Islam. Setelah itu, Abu Bakar berkata kepada Khaulah, “Panggillah Rasulullah saw. kemari.” Khaulah pun pergi menjemput Rasulullah saw. Tak lama kemudian Abu Bakar menikahkan Rasulullah saw. dengan putrinya, Aisyah, yang ketika itu berusia 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah pernikahan itu, Rasulullah saw. mendapat perintah untuk berhijrah. Abu Bakar diminta Rasulullah saw. mendampingi. Abu Bakar segera menyampaikan hal itu kepada isterinya, Ummu Ruman. Berita itu tidak membuat Ummu Ruman takut, meski ia harus tetap tinggal di Makkah bersama dengan anak-anaknya di bawah ancaman mara bahaya yang mungkin terjadi. Ummu Ruman justru berkata, “Sesungguhnya keluarga Rasulullah saw. harus menjadi teladan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abu Bakar berangkat mendampingi Rasulullah saw. menuju Madinah, Ummu Ruman tetap melakukan tugas dan perannya seperti biasa. Tak lama kemudian ia menyusul hijrah ke Madinah bersama keluarganya dan keluarga Rasulullah saw., Fathimah, Ummu Kaltsum, Saudah, Zaid bin Haritsah, Abu Rafi’, hamba sahaya Rasulullah saw., Abdullah bin Ariqazh yang diutus Nabi untuk membawa mereka semua ke Madinah. Thalhah bin Abdullah pun turut serta dalam kafilah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di Madinah, Ummu Ruman berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Bakar, tidakkah engkau mengingatkan Rasulullah saw. tentang perkara Aisyah?” Maka Abu Bakar segera berangkat menemui Rasulullah saw. dan berkata kepadanya, “Tidakkah engkau ingin menggauli keluargamu, ya Rasulullah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah selanjutnya Aisyah sendiri yang menceritakannya. Aisyah r.a. berkata, “Nabi Muhammad saw. menikahiku pada saat aku berusia 6 tahun. Kami kemudian pergi ke Madinah dan tinggal di kediaman Bani Harits bin Khazraj, ketika itu saya tidak enak badan dan rambut pun rontok. Ibuku –Ummu Ruman—kemudian mendatangiku yang ketika itu aku berada di sebuah ayunan bersama teman-temanku. Ia kemudian memanggilku. Aku pun mendatanginya meski tidak tahu apa yang ia inginkan dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian memegang tanganku dan menghadangku di pintu rumah, hingga aku mulai merasa tidak tenang. Ia kemudian mengambil sesuatu dari air dan mengusapkannya pada wajah dan kepalaku. Ia kemudian memasukkanku ke sebuah rumah yang sudah dipenuhi wanita-wanita Anshar. Mereka berkata, ‘Dengan segala kebaikan dan keberkahan, dan rezeki yang baik.’ Ia kemudian menyerahkanku kepada mereka dan segera mendandaniku, dan hal ini tidak membuatku merasa takut kecuali kedatangan Rasulullah saw. Mereka kemudian menyerahkanku kepada beliau, dan ketika itu aku berusia 9 tahun.” (HR. Bukhari dalam Kitab Manaqib, hadits nomor 3605)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Rasulullah saw. dan Aisyah mendapat cobaan yang begitu dahsyat. Peristiwa ini juga berat dirasakan oleh Ummu Ruman, ibu Aisyah. Pada tahun keenam Hijriah, kaum munafikin menghembuskan fitnah yang menyerang kehormatan dan kemuliaan Aisyah. Ketika pulang dari memerangi Bani Musthaliq, Aisyah tertinggal rombongan Rasulullah saw. Ada seorang sahabat menemukan Aisyah dan mengantar pulang ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Madinah Aisyah sakit. Ia meminta izin kepada Rasulullah saw. untuk dirawat di rumah ibunya, Ummu Ruman. Ketika itu sebenarnya sang ibu telah mendengar fitnah yang dihembuskan oleh kaum munafikin terhadap kesucian Aisyah. Ia berusaha menyembunyikan kabar itu dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Masruq bin Ajda’ berkata, Ummu Ruman menceritakan kepadaku seraya berkata, ‘Ketika kami sedang duduk bersama Aisyah, tiba-tiba masuk seorang wanita Anshar dan berkata, “Semoga Allah melakukan yang demikian terhadap fulan!” Ummu Ruman kemudian berkata, “Siapakah orang itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut berkata, “Ia adalah putraku yang menceritakan desas-desus itu.” Ummu Ruman bertanya, “Apakah desas-desus tersebut.” Wanita itu pun menceritakan isu yang merebak di tengah kota berupa tuduhan terhadap Aisyah r.a. Aisyah kemudian berkata, “Apakah Rasulullah saw. telah mendengar berita tersebut?” Ia berkata, “Ya.” Ia bertanya, “Dan Abu Bakar?” Wanita itu menjawab, “Ya.” Mendengar itu, Aisyah pun jatuh pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sadar, Aisyah menemukan dirinya didera demam yang sangat tinggi. Saya –Ummu Ruman—lalu menghamparkan pakaiannya untuk menutupi tubuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Rasulullah saw. datang dan bertanya, “Bagaimana kondisi orang ini?” Ummu Ruman menjawab, “Ya Rasulullah , dia didera demam yang sangat tinggi.” Beliau berkata, “Mungkin saja karena desas-desus yang terkait dengan dirinya.” Ummu Ruman menjawab, “Ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah kemudian duduk dan berkata kepada Rasulullah saw., “Kalaupun aku bersumpah, engkau tidak akan mempercayaiku. Dan bila aku mengatakannya, niscaya engkau tidak akan memaafkanku. Perumpamaan diriku dan dirimu bagaikan Ya’qub dan anak-anaknya yang berkata, ‘Dan Allah Maha Penolong atas apa yang kalian ceritakan.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Ruman berkata, “Beliau kemudian keluar dan tidak mengatakan apapun hingga Allah menurunkan firmanNya tentang kesucian Aisyah. Aisyah kemudian berkata, ‘Segala puji hanya untuk Allah semata, dan bukan pujian untuk seorang pun, juga tidak untuk dirimu.” (HR. Bukhari dalam Kitab Maghazi, hadits nomor 3828).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, di tahun keenam Hijriah itu juga, Ummu Ruman wafat karena sakit yang dideritanya. Rasulullah saw. ikut turun ke dalam kuburannya dan berdoa di sana. Beliau berkata, “Barangsiapa yang ingin melihat wanita bidadari surga, hendaklah melihat Ummu Ruman.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sumber: Al Hadits&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-5549178218487072025?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/5549178218487072025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=5549178218487072025' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5549178218487072025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5549178218487072025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/07/ummu-ruman-seorang-bidadari-surga.html' title='Ummu Ruman Seorang Bidadari Surga'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4969633311004968542</id><published>2009-07-19T03:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T23:11:37.701-07:00</updated><title type='text'>Ketika Ruh Hamba Allah Dicabut</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat seekor burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut, Beliau berkata, “Aku berlindung diri kepada Allah dari siksa kubur.” Beliau mengucapkannya tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang beriman jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggalkan dunia, maka para malaikat itu turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk di dekat orang yang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah kemudian bersabda, “Ruh orang beriman pun keluar dari jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang itu telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman itu berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata hingga kemudian mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kain kafan surga dan wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian paling harum yang pernah ada di bumi.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata Rasulullah selanjutnya, “Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, “Ruh siapa yang harum ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan nama terbaik yang pernah menjadi sebutannya ketika di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit kedua. Mereka minta dibukakan bagi ruh tersebut kemudian dibukakanlah untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh makhluk di langit kedua dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka membawa ruh itu tiba di langit di mana Allah berada. Allah kemudian berfirman, “Tuliskan kitab hamba-Ku ini dalam ‘Illiyyin, lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sebab, dari bumi itulah Kami menciptakan mereka, ke dalamnya Kami kembalikan mereka, dan darinya pula Kami keluarkan mereka sekali lagi.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya orang kafir itu jika meninggal dunia menuju ke akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan kasar, lalu duduk di dekatnya sebatas pandangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya lantas berkata, “Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah!” Lalu ruhnya berpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti mencabut besi pembakar dari wol yang basah. Selanjutnya malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan jika sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kasar tersebut. Dari padanya keluar bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat, mereka bertanya, “Ruh busuk siapa ini?” Para malaikat menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan sejelek-jeleknya nama yang dialamatkan kepadanya ketika di dunia. Ruh itu terus dibawa naik hingga sampai ke langit dunia. Ia meminta agar pintu langit itu dibuka, namun tidak juga dibukakan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian Beliau membacakan firman Allah swt., “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah swt. kemudian berkata, “Tuliskan kitabnya di Sijjin, di bumi yang terbawah!” Lalu ruh tersebut dilemparkan begitu saja. Selanjutnya Rasulullah membacakan firman Allah, “Barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31) [Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/287 dan 295) dan Abu Dawud (4753)]&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berkahilah kami, penuhi jiwa-jiwa kami dengan kecintaan pada-Mu, tentramkan hati kami dengan kerinduan bertemu dengan-Mu... Ya Allah pertemukan kami dengan Rasulullah, para shahabat dan orang-orang yang beriman di tempat terbaik di sisi-Mu... Amin []&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;sumber:Al Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4969633311004968542?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4969633311004968542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4969633311004968542' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4969633311004968542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4969633311004968542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/07/ketika-ruh-hamba-allah-dicabut.html' title='Ketika Ruh Hamba Allah Dicabut'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8791282407023474058</id><published>2009-07-16T02:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T23:09:42.583-07:00</updated><title type='text'>Magic Word??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; Suatu waktu tiba – tiba terpikir oleh saya akan satu kata yang begitu berat. Lima huruf yang sering kita dengar dan ucapkan. Yaa, “IKHLAS”. Saat itu segera saya bertanya pada diri sendiri tentang arti dan makna ikhlas. Ternyata ikhlas itu sangat luas jika kita mencari  artinya sebagai satu kata yang berdiri sendiri. Akan berbeda ketika kita menghubungkan kata ini dengan suatu keadaan. Namun, inilah yang membuat diri penasaran untuk memikirkannya. Sampai buntu, hingga akhirnya terpikir oleh saya untuk bertanya pada teman – teman, barangkali mereka punya definisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat akan hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa syarat diterimanya ibadah kita adalah Ikhlas karena Allah dan mengikuti Sunah Rasulullah. Setelah berpikir, secara pribadi seolah – olah menemukan sebuah kekuatan luar biasa dari magic word ini. Satu kata yang menggambarkan keridhaan Allah, satu kata yang menentukan tempat berakhirnya kita, satu kata yang menguji lahir dan batin kita atau bahkan menjadi satu kata yang barangkali akan membuat kita menangis tersedu – sedu (ceilah..sampai segitunyakah? barangkali...). Inilah yang ingin saya kaji bagaimana seseorang memaknai ikhlas dalam dirinya. Hal ini akan tergambar pada jawaban dari koresponden saya berikut ini, temukan makna terdalam dari ikhlas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uus : Ikhlas itu, pas orang udah nglakuin segala sesuatu, orientasi dan penyebabnya Cuma karena Allah ajah... Ngerjain sesuatu sungguh2, semangat, seneng, tp udah bener2 ga pragmatis deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mita : Ikhlas itu menurutq km melakukannya dg senang hati, tanpa merasa dipaksa, tanpa ad rasa terintimidasi, semata2 hanya karena Allah. Ikhlas itu kamu tidak akan mengungkit2 amal yang telah kamu lakukan meski orang lain menganggap kamu salah, kamu tidak akan menjelaskan hal tsb ke orang lain shg jika kamu menjelaskannya dapat menyebabkan amalan yang kamu lakukan diketahui orang lain, jadi ikhlas itu tidak akan sombong ataupun riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba Indri : Ikhlas adalah kesiapan hati untuk menerima apapun nanti yang sudah menjadi kehendak Allah.. Ikhlas adalah perjuangan... Semangat&lt;br /&gt;&gt;&gt; dari hati ya mba :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji : Ikhlas susah didefinisikan...&lt;br /&gt;&gt;&gt; Saking beratnya ji’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Devy : Ketika ikhlas sudah kau temukan, kau akan merasa paling bahagia hanya dengan memikirkan-Nya..&lt;br /&gt;&gt;&gt; simply, like free person having free soul... ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pu : Saat kamu mengorbankan sesuatu hanya untuk Allah, tanpa perlu mengatakan pada orang lain, “Aq ikhlas koq”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulianto : Ikhlas? Hasan Al Banna mendefinisikan ikhlas dalam pembahasan tentang pemuda, bahwa ada empat ciri pemuda: iman, ikhlas, semangat, amal. Iman adalah dasar kepercayaan hati, ikhlas adalah asas hati yang tulus. Jadi teringat materi halaqah waktu SMA.. Syarat diterimanya amal: ikhlas dan ittiba’ Rasul. Untuk mencapai keikhlasan bisa dilakukan dengan tingkatan: paksa-terbiasa-cinta-ridha Allah. Itu juga sebagai parameter keikhlasan kita.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Wow panjang banget e yul...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andreas : Ikhlas ya? Kalau ak dihubungkan dengan rela nerima kenyataan dan lapang dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ms Rian : Pertanyaan menarik. Perlu waktu, bahkan q harus turun gunung segala. he3x g jg ding. Tp ini perspektif aja nggih.. Ikhlas itu, kalau amalnya bersumber dari awal semua hal...&lt;br /&gt;&gt;&gt; Simply but having deep meaning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fika : Klo menurutku ikhlas itu luas definisinya ya: 1.) Berbuat sesuatu justru mengharapkan imbalan: ridho, surga Allah, mengharap perjumpaan dengan Rasulullah, sahabat dan orang2 yagn kita sayangi di surga kelak. 2.) Berbuat suatu kebaikan dan cepat2 melupakan kebaikan tsb untuk menghindari rasa ujub 3.) Tidak mudah kecewa dan mudah memaafkan 4.) Ridha dengan segala ketentuan-Nya dll...&lt;br /&gt;&gt;&gt; Hmm..Terlihat makna yang sangat luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reza : Kalau yang ada di otak Reza selama ini tentang ikhlas itu menjadikan motivasi utama dalam melakukan sesuatu itu karena Allah.&lt;br /&gt;&gt;&gt; must be ikhlas if we wanna have spirit gtu ya za’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, berikut ini dapat bantuan dari mba Indri untuk nyari makna ikhlas (makasih mba Indri) &amp;amp; temukan jawaban yang lebih seru dan mendalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Cici : mnrtq sih ikhlas=dari hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Didi : ikhlas itu mau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Fina : tanpa pamrih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ms Swandoko: Bagiku, ikhlas merupakan keadaan hati dimana engkau tak merasa terbebani sedikitpun atas setiap peran yang dipilihkan Allah untukmu dalam skenario hidup ini. Engkau hanya bisa menemukan dan merasakannya jika hampir tiada jarak antara engkau dan Dia…&lt;br /&gt;&gt;&gt; berat banget tuch tapi ada kuq generasi pendahulu atau temen2 di sekitar kita yang berhasil melakukannya. Berarti kita bisa dunk melakukannya....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Apan : emang bener ikhlas tu sulit bgt,sm ja kyk lu percaya thd sesuatu tnpa m’gunakam logika…. Ikhlas mnrt gw tanpa beban…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Sofi : wow…berat he3.mnrtku ttp brthn pd niat yg baik (ridha Allah) wlau klhtn sulit,dan mcb tdk mengeluh walau d hati,n yakin ikhlas adlh sesuatu baik n pst b’ujung pd kbaikn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Ginanjar : tanpa beban scr sadar,tanpa rekayasa apapun dan berpikir bhwa tu emg kbtuhan qt, sy lebih suka myebutnya ibadah tu ad rasa syukur qt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Maretta : ikhlas it ktka qt menerima efek apapun dr sgla hal yg sdh qt pbuat dg max.intinya it sm ja dg sportif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Puspita: wah susah jeng!krn teori dpt,praktek sulit bgt!yg jelas tdk mengharap apapun dr tndkn yg di lakukan kcuali utk dpt ridho dr Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Pi2t: ikhlas saat bdoa hny berharap pdNya.ikhlas dlm mnungu proses tkabulnya doa.ikhlas dlm mnata hati agr tetap lurus dlm niat. Ikhlas dlm menerima ketetapnNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Candra: Kalau boleh usul, ikhlas = rasa syukur&lt;br /&gt;&gt;&gt; Boleh aja mas, memang diminta bwt ngasih usulan kuq...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mba Arum: Ikhlas? Selalu berusaha dan never give up disertai do’a. Apapun hasilnya itulah yang terbaik dari Allah. Insya Allah yang terbaik bwt kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Dewi Wasito; ikhlas itu kita lakuin ibadah tanpa pamrih, seandainya tak ada surga atau neraka sekalipun, ikhlas itu dilakukan atas dasar rasa cinta kita sama Allah. Ikhlas itu bebas dari riya’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m’Rika: Pertemuan, pertunangan, rencana menikah, sakit n gag ada adalah serangkaian panjang menuju ikhlas. Begitu mungkin Allah mengajariq lwt masalah. Sekarang aku baru aja sadar, kita manusia hanya menjalani takdir. Keputusan mutlak Allah. Apa yang terjadi masa lalu, sekarang, akan datang adalah hal yang terbaik yang Allah berikan bwtq. Rencana-Nya indah… Ikhlas belum mungkin tapi ak menuju titian tangga ikhlas.&lt;br /&gt;&gt;&gt; kompleks banget ya masalah manusia tu.. so that kt harus ikhlas dan sabar ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iqbal: senarnya ikhlas gag sulit. Kita jangan terjebak pada paham yang ada, latih hati kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menemukan hal yang baru? Sulit menemukan ketulusan jiwa karena kita masih mempertimbangkan pandangan manusia. Sulit merasakan cinta pada Sang Pencipta saat kita masih meracuni diri dengan cinta dunia. Sulit mendapatkan kemenangan jiwa jika imbalan dunia selalu menghantui kita. Sulit menggapai ketenangan hati jika kita selalu dirundung bangga pada amal – amal yang kita lakukan. Dan sulit lapang dada serta pasrah pada ketentuan-Nya jika kita selalu berada dalam kesedihan dan ketakutan akan putusan-Nya meskipun kita telah mengatakan, “Aku ikhlas...”. Kadang perlu menitikkan air mata untuk menegarkan jiwa. Allah tersenyum pada orang – orang yang menangis mengharapkan cinta-Nya. Karena ikhlas didasari rasa cinta, karena ikhlas menjadikan-Nya tunggal dalam hati, karena ikhlas tak mengenal apapun dan siapapun kecuali Dia dan karena ikhlas membuatnya menjadi orang yang paling bahagia tanpa ketakutan sedikitpun. Hanya satu ketakutan orang yang ikhlas, yaitu takut orang lain mengetahui amal - amalnya hingga runtuhlah ikhtiarnya selama ini. Bagaimana menurutmu tentang ikhlas itu...? Monggo silakan menambahkan.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8791282407023474058?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8791282407023474058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8791282407023474058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8791282407023474058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8791282407023474058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/07/magic-word.html' title='Magic Word??'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4851825846033395693</id><published>2009-05-18T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T02:20:53.558-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Cara Berpikirmu?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dia mengatakan, "Orang yang dapat memperoleh kesederhanaan berpikir dan ketenangan bisa memahami segala2nya, bisa menyesuaikan perubahan dalam segala hal. ia akan menembus misteri eksistensi"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan aku berbalas, "Tak ada orang yang mau tenggelam dalam dirinya sendiri, tampak oleh dunia adalah obsesi dasar manusia"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Diam..&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lagi aku berkata, "Bukan karena kesombongan tapi karena kekuatan. Tak akan dapat memberi jika kamu tak mempunyai apa - apa yang dapat kamu berikan"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua omong kosong, kecuali jika ada ikatan. Semua dusta, kecuali jika ada pembuktian. Semuanya adalah nafsu, kecuali ada iman. Dan semuanya hanyalah kata - kata yang hanya berbekas pada lisan, kecuali dibarengi kata hati.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tuhan telah adil mencipta manusia. Tak ada yang rendah kecuali dia merendahkan harga dirinya sendiri. Semua punya eksistensi kecuali mereka yang tak mau keluar dari lubang dosa. Semua rugi kecuali yang mau saling menasihati dalam kebaikan dan takwa. Semua pengecut kecuali yang tetap memegang teguh janji. Semuanya larut dalam kesombongan kecuali yang mau mengambil hikmah setiap apa yang dialami dengan kelapangan hati. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dunia ini terlalu rugi jika tidak dinikmati dengan berbagi. Dunia ini terlalu kelam jika tidak mau bersanding bersama teman - teman. Dunia ini begitu sempit jika tidak pernah membuka pikiran, melihat luasnya cakrawala dunia. Dan dunia ini terlalu nista jika setiap detik yang kita lalui lalai pada-Nya. Astaghfirullah... Itulah kenapa engkau ada teman.. Untuk mengingatkan bukan mencela. Untuk membantu bukan berarti menganggap tidak mampu. Untuk saling menyemangati bukan karena engkau lemah tetapi agar bertambah kekuatanmu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Waduw.. banyak orang mengatakan tulisan ini penuh emosi... hiks.. lalu bagaimana caranya aku bisa menulis apa - apa yang terlintas dalam otak? yasu.. setiap orang punya cara tersendiri, so memahami saudaranya itu lebih sulit dibandingkan mengoreksinya.. Ini caraku yang lebih kejam, memaksa saudaranya untuk paham akan diriku.. Hahaha, upz..&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu bagaimana cara berpikirmu teman?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4851825846033395693?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4851825846033395693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4851825846033395693' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4851825846033395693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4851825846033395693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/05/bagaimana-cara-berpikirmu.html' title='Bagaimana Cara Berpikirmu?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6518580458267118209</id><published>2009-05-16T22:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T23:07:48.649-07:00</updated><title type='text'>Dan Alif Kembali Menari</title><content type='html'>&lt;p&gt;Siapa yang masih menyangka cahaya selalu terbit dari timur? Buktinya tidak.. Di liang sempit itu dengan malu - malu terpancar cahaya difraksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kaku paras wajahnya sembunyikan segala yang ada di dalam hati. Tak ada yang bisa menebak hatinya karena memang sulit ditebak. Hari ini putih, esoknya hitam. Kadang bersenandung, kadang tersedu - sedu. Entah apa yang meracuni pikirannya, bahagia atau ketakutan. Entahlah.. Sepi menggelayut jiwa Alif yang menyulut merahnya api. Tak berlangsung lama bara api itu padam oleh kesucian air wudlu. Lunak hatinya di kemudian hari, memancarkan semangat hidup kembali, tanpa peduli cacian atau kemarahan dunia. Sekarang adalah waktunya pertunjukan seni. Meliuk gesit geraknya seolah - olah ingin meluluhlantakkan kerakusan dunia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak ada yang indah dalam hidup ini kecuali hanya kesuksesan dan berbagi. Dengan izin Allah semua mudah terjadi.. Seolah tak ingin berhenti bergerak, Alif terus menari. Menantang takdir karena ia ingin mencipta takdir. Ibunya pernah bilang, &lt;em&gt;"Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu mau mengubah nasibnya sendiri"&lt;/em&gt;. Alif juga sering mendengar ayat itu dari guru ngajinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lelah tak berarti saat dunia bertepuk riuh akan atraksinya. Ia hanya berbalas dengan senyum simpul penuh kebanggaan, bukan kesombongan. Sekali lagi bukan kesombongan. Dibina dan dilatihnya sang teman - teman untuk ikut menari bersamanya. Menikmati putaran rotasi bumi dan ikut menjalani revolusi dunia. Mengejar mimpi hingga ujung langit ke tujuh. Sebentar lagi kemenangan itu akan tergapai oleh tangannya, dunia akan takluk dalam ideologinya. Hanya tinggal menunggu waktu, terus menari sampai lagu kehidupannya berakhir sunyi...[]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus meneruslah menari dan tuntaskan gerakanmu hingga bahagia memabukkanmu..!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan cahaya itu hanyalah kepunyaan Allah, maka mintalah pada-Nya dengan suara lirih...&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;-boemi djogja yang tiada pernah berhenti memberi inspirasi-&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6518580458267118209?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6518580458267118209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6518580458267118209' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6518580458267118209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6518580458267118209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/05/dan-alif-kembali-menari.html' title='Dan Alif Kembali Menari'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8432517133313832103</id><published>2009-03-29T03:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T03:27:01.750-07:00</updated><title type='text'>Vacuum</title><content type='html'>&lt;p&gt;Terhitung dua bulan lebih dua hari dari terakhir kali posting tulisan. Huff...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ingetlah apa yang dinyanyikan sobat yang nun jauh di Bandung sana waktu collapse,, "aku masih ada di sini, semua pasti kan berlalu, aku kan slalu bersamamu". Don't be looser if u're right!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hohoho...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarin adalah kepayahan yang pantas bertandang di belakang nama sendiri. Kalah, hanya sedikit sentilan dari Allah ternyata terlalu payah.. ga' lagi2 dech.. Janji ya... I promise!! *_*&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Janjinya ga' hanya dilihat sendiri tapi diliat banyak orang lho rin..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yo'a...! Let's come back..!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8432517133313832103?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8432517133313832103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8432517133313832103' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8432517133313832103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8432517133313832103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/03/vacuum.html' title='Vacuum'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-7212536999233062842</id><published>2009-01-27T01:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T02:05:08.020-08:00</updated><title type='text'>Fenomena Nama</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Catatan pembuka: Jika ada kesamaan nama tetapi mempunyai maksud yang  berbeda, saya mohon maaf, bukan berarti yang dituliskan di sini adalah nama anda jadi sebelum baca, simpan dulu rasa Ge-eRnya ya... ;D Artikel ini banyak menggunakan nama – nama Jawa atau ejaan Jawa, jadi jangan salah logat ya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Artikel ini muncul dari saat ditanya tentang arti nama meski akhirnya dibohongi (hoho, siapa ya?? Klo baca ini ya syukurlah dan semoga segera minta maaf, he3x). Tapi, sampai akhirnya ikut berpikir juga tentang nama dan terlintaslah niat untuk berbagi. Banyak sekali fenomena yang menarik dan lucu akan seluk plus beluk nama. Apalah arti sebuah nama? WaLah pertanyaan itu tidak pantas ditanyakan oleh anak kampus biru^^. “Yaa penting-lah mas – mbak – dhek,,”. Fungsi utama nama jelaslah sebagai identitas, sampai kapan kita memanggil “e.. si itu, si anu, mbak,, mas,, dhek,, pak biologi, bu matematika de es be..”. Itulah fenomena kebingungan yang sering kita temui saat orang belum mengenal namanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah secara khusus telah mengajarkan perihal nama – nama kepada manusia dan inilah yang memperkuat kedudukan Nabi Adam as saat Iblis tidak mau bersujud kepada beliau. Peristiwa ini diabadikan dalam Alqur’an dan Allah berfirman, “Dan Allah ajarkan kepada Adam nama – nama semuanya, kemudian ditanyakannya kepada malaikat. Maka Allah berkata: ‘Terangkanlah kepadaku nama – nama benda ini jika sekiranya kamu orang – orang yang benar” (Qs.2: 31). Kemudian para malaikat pun menyerah dan mengakui keunggulan Nabi Adam as atas mereka semua dan mereka kemudia berucap, “Berkata mereka, ‘Maha Suci Engkau! Kami tidak mengetahui melainkan apa – apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Tahu lagi Maha Bijaksana’. Maka Allah berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka, nama – nama benda ini!’. Maka setelah Adam memberitahukan tentang nama – nama benda itu, Allah lalu berfirman: ‘Bukankah Kami telah menyatakan kepadamu, bahwa Kami mengetahui perkara – perkara yang ghaib di langit dan di bumi? Bahwa Kami mengetahui apa – apa yang kamu nyatakan dan apa – apa yang kamu sembunyikan’”(Qs.2:32-33). Subhanallah dengan diajarkannya nama – nama oleh Allah, telah mengangkat kedudukan manusia satu derajat lebih tinggi dari pada malaikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berdasarkan analisa jawaban teman – teman ketika ditanya namanya, paling tidak ada tiga  hal yang menjadi alasan nama itu diberikan oleh orang tuanya tercinta. Who are they? Pertama, arti nama itu sendiri. Kedua, ada sejarah yang menyebabkan meskipun arti namanya tidak terlalu jelas. Atau yang ketiga adalah harapan orang tua untuk anaknya kelak. Berikut ada beberapa kisah tentang arti dan sejarah nama – nama orang. Ada seorang anak TK di sebuah kota kecil yang tentram saat ditanya namanya, ia menjawab “Lossi”. Tertegun, lalu bertanya lagi nama kepanjangannya, dijawabnya dengan agak sedikit kesusahan “Valentio Lossi”, maksud dari anak kecil itu namanya adalah “Valentino Rossi”. Sejarahnya cukup sederhana, yaitu bapaknya adalah fans berat dari pebalap nomor satu dunia sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kisah lain, yaitu kata estu dalam bahasa Jawa sering diartikan ‘benar’, tetapi ternyata tidak untuk nama adik teman SMA saya. Estu, nama adiknya, berasal dari kata es adalah huruf S dengan maksud Strata dan tu dari kata “two” bahasa Inggris yang artinya dua. Jika digabung menjadi S2, artinya pada saat itu bapaknya sedang wisuda magister. Ada juga nama – nama yang mempunyai arti indah. Sebutlah dengan nama alfi, dibaliknya berarti seribu. Sejarah singkatnya adalah lahir pada bulan Ramadhan dimana bulan suci itu mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga menjadi pengingat akan bulan Ramadhan dan berharap anaknya mendapatkan malam mulia itu (Lailatul Qadr). Subhanallah... Lain ceritanya dengan nama “Kautsar Rizqi Nursyifa”, sudah bisa teman – teman baca artinya. Kautsar adalah banyak atau melimpah. Jika digabung menjadi semoga menjadi seseorang yang berlimpah rizqi dengan nur yang bermanfaat (obat) untuk semuanya. Pun dengan Lailia Nur Sholeha, yang berarti seorang wanita salehah yang lahir pada malam hari sebagai cahaya bagi umat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemudian arti nama yang lain adalah berdasarkan bulan lahirnya. Misal, Januari menjadi Yanuar, Februari dengan Febrian atau Febriati, Maret dengan Martini, Mei dengan Meita atau Maya, hwehehe... Bulan juni dengan Wahyuni, Juli dengan Yulianti. Agustus bernama Agus atau Agustina, September dengan Septiani, hihi.. Oktober menjadi Oktaria, November dengan Nova/i dan Desember disingkat dengan Desi. Kalau bulan Ramadhan ditambahkan kata Ramadhan/i. Kemudian nama Fitri yang berarti suci dikarenakan lahir pada hari raya Idul Fitri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana jika berdasarkan hari? Ini yang sering digunakan oleh orang – orang Jawa. Yang lahir hari Minggu dinamakan Ngad (dalam bahasa Jawa artinya minggu dari asal kata arab ahad karena lidah orang jawa susah mengucapkan, maka terlafaz menjadi ‘ngad’). Senin menjadi Senen (baca dengan logat Jawa), Selasa – apa ya? maaf penulis belum menemukan, klo ada yang tahu segera contact me ya.. Hari Rabu, ada yang punya nama pak Rebo lahir hari kamis, hehe.. Hari kamis tinggal diubah menjadi Kemis. Hari Jum’at juga belum nemu orangnya, klo hari Sabtu namanya setu. Wah mudah sekali gantinya.. Fenomena lain yang sering dijumpai adalah berdasarkan urutan kelahiran anak, yaitu anak pertama diberi nama Wahid atau Eka/o. Ada lagi bernama Alifian, berasal dari kata ‘alif’ yang berarti urutan pertama dalam huruf Arab dan menandakan sebagai anak pertama. Anak kedua dengan nama Isnani / Isnaeni atau Dwi. Anak ketiga bernama Tri dan urutan keempatnya Catur. Untuk anak terakhir biasanya diakhiri atau ditambahkan dengan Pamungkas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sekarang beranjak pada nama yang oleh orang tuanya mempunyai harapan besar. Mendapat e-mail dari kakak kelas eS eM A tentang nama-nama Jawa yang sesungguhnya ada harapan tertentu dari orangtuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan. Cermati aja dan jangan terlalu serius,..^^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pandai menanam bunga ... Rosman/wati.  Pandai memperbaiki mobil ...  Kariman. Pandai dalam korespondensi ... Suratman / Surati. Gagah perkasa ... Suparman. Kuat dalam berjalan ... Wakiman. Ahli membuat kue ... Paiman / Paijo / Painem dan Pai - pai yang lain. Pandai berdagang ... Saliman. Pandai melukis ... Saniman. Agar jadi orang kaya ... Sugiman. Suka makan toge goreng ... Togiman. Selalu ketagihan ... Tuman. Selalu sibuk terus ... Bisiman. Biar pinter main game ...  Giman. Biar bisa sering cuti ...  Sutiman. Biar jadi juragan sate ...  Satiman. Biar jadi juragan trasi ...  Tarsiman. Biar pinter memecahkan problem ...  Sukarman. Biar kalau ujian ndak usah mengulang ...  Herman. Biar pinter bikin jus ...  Yusman. Biar jadi orang yang berwibawa ...  Jaiman . Biar jadi pemain musik ...  Basman. Biar pinter berperang ...  Warman. Biar jadi orang Sunda ...  Maman. Biar lincah seperti monyet ...  Hanoman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Fenomena yang masih disukai masyarakat adalah penggabungan nama kedua orang tua. Misalkan, Parmaningrum dari nama ayah Parman dan nama ibu Ningrum. Beberapa daerah di Indonesia ataupun dunia juga suka menggunakan nama marga, misalkan Yulaikha Tampubolon atau Sastro Hadi Sucipto. Saya sempat berpikir juga dengan salah satu nama yang didasarkan profesi orang tua. Gambarannya, punya ortu guru atau dosen fisika dikasih nama transista dari kata transistor. Anaknya pengajar matematika bernama Integralita derivatika. Anaknya ahli komputer bernama Avira sebagai salah satu jenis antivirus yang artinya harapan agar menjadi orang yang sangat bermanfaat. Catatan jangan dinamai nama – nama virus ya,, meski demen dengan nama Trojan. Hohoo...  klo orang statistik, namanya dita katagorika berasal dari kata ‘data kategorik’, klo namanya rejektika berasal dari kata ‘reject’ bisa – bisa anaknya ditolak masyarakat. Hati – hati ya.. Orang – orang kimia bilang anaknya mau dinamai Katalista dari kata ‘katalisator’. Hhmmm, silakan eksplorasi bidang antum wa antuna untuk menciptakan nama – nama indah secantik artinya. Jangan lupa juga dengan nama – nama yang dicontohkan Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menarik sekali saat mencermati nama – nama orang plus dengan maknanya, bahkan ada pula yang punya hobi unik dengan bertanya nama dan artinya. Panggillah saudaramu dengan nama terbaik yang ia sukai..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Data diperoleh dari koresponden, asumsi dan sumber lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika ada kesamaan nama yang bermakna beda, ini bukanlah sebuah kesengajaan dan itu berarti bukan anda yang saya maksudkan.. PeaCE!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-7212536999233062842?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/7212536999233062842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=7212536999233062842' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7212536999233062842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/7212536999233062842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/01/fenomena-nama.html' title='Fenomena Nama'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-6184492744599808221</id><published>2009-01-26T02:36:00.000-08:00</published><updated>2011-07-14T18:34:03.445-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Sederhana'/><title type='text'>Jikalah...</title><content type='html'>Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,&lt;br /&gt;Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa tidak dinikmati saja,&lt;br /&gt;Jika engkau butuh menangis&lt;br /&gt;Menangislah...&lt;br /&gt;Biarlah air mata dari telaga iman mengalir, &lt;br /&gt;membasahi hati, memutihkannya dan menyejukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,&lt;br /&gt;Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,&lt;br /&gt;Sedang menahan diri adalah lebih berpahala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,&lt;br /&gt;Sedang taubat itu lebih utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,&lt;br /&gt;Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,&lt;br /&gt;Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,&lt;br /&gt;Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,&lt;br /&gt;Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,&lt;br /&gt;Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti,&lt;br /&gt;Saat semua telah menjadi masa lalu&lt;br /&gt;Aku ingin ada di antara mereka&lt;br /&gt;Yang bertelekan di atas permadani&lt;br /&gt;Sambil bercengkerama dengan tetangganya&lt;br /&gt;Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu&lt;br /&gt;Hingga mereka mendapatkan singgasananya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) dari blog tetangga dengan beberapa gubahan sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-6184492744599808221?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/6184492744599808221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=6184492744599808221' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6184492744599808221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/6184492744599808221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/01/jikalah.html' title='Jikalah...'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-5356546917902102213</id><published>2009-01-26T02:32:00.000-08:00</published><updated>2011-08-12T09:35:24.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seri remaja'/><title type='text'>Menakar Kebermaknaan Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kehidupan telah memberikan sejuta arti dan sejuta kisah. Kehadiran orang – orang di sekitar mengajarkan berbagai hal dan pelajaran. Namun, seberapa berartikah kehadiran diriku di tengah – tengah kalian? Terlalu banyak alasan mengapa hidup ini memberikan sejuta lebih warna, seindah warna – warna cinta dan sekelam warna – warna kekecewaan. Tinggal bagaimana aku menyikapi dan menjalaninya.&lt;br /&gt;Tiada cermin kehidupan yang paling sempurna terkecuali aku dapatkan dari pandangan bening orang. Ketulusan mereka mengingatkanku dan meluruskan kesalahan. Terlalu murah jika hanya dihargai dengan sejuta terima kasih, setiap orang punya cara tersendiri untuk membalasnya, pun juga dengan diriku. Itulah aku memandang keberartian orang lain dalam membersamai aktivitas kehidupanku. Ada hukum aksi – reaksi yang masih berlaku dan ada hukum relativitas yang akan membersamai. Saat aku berikan aksi positif, berjuta reaksi positif kuterima, tetapi yang menjadi masalah adalah telahkah aku pula memberikan reaksi yang lebih baik saat orang lain baik padaku? Ataukah aku telah menerapkan hukum relativitas ketiga dalam membalas kebaikan – kebaikan orang – orang terdekat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengklasifikasian akan keberartian keberadaan diri dalam lingkungan mungkin harus dikaji kembali. Teringat dengan taujih ustadz Taufik dan ustadz Gun2 asal Solo, bahwa ada empat klasifikasi seseorang berdasarkan kemanfaatan dirinya di lingkungannya. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;,&lt;i&gt; adanya sangat berada&lt;/i&gt;. Artinya, keberadaannya sangat dibutuhkan orang lain dan adanya tidak dapat digantikan orang lain. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;,&lt;i&gt; adanya lebih baik berada&lt;/i&gt; dimana adanya lebih baik berada di masyarakat tetapi jika ia tidak ada, maka keberadaannya masih bisa digantikan orang lain. &lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;keberadaannya boleh&lt;/i&gt; &lt;i&gt;berada dan atau boleh tidak berada&lt;/i&gt;. Hal ini bermaksud bahwa keberadaannya tidak berpengaruh bagi orang lain dan tidak menambah atau mengurangi keimanan dan kemaslahatan umat. Dalam lingkungannya ia tidak nampak dan cenderung menjadi orang yang biasa – biasa saja. &lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;adanya seperti tidak berada.&lt;/i&gt; Keberadaannya tidak diharapkan orang lain, pun dengan orang – orang yang dianggapnya dekat. Kebolehannya hanya bisa menciptakan dan membuat masalah serta membuat was – was dan rasa takut orang – orang yang ada di sekitarnya akan keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mampu aku memilih salah satu darinya, hanya orang – orang yang pernah bersama dan bermasyarakat denganku yang dapat menilai dimanakah diriku berada. Apakah aku mampu menjadi matahari, yang kebermanfaatannya dirasakan semua orang dengan segala kerendahan hati tetapi ia tetap bersinar dengan lantang. Ataukah sebagai kelap – kelip bintang yang kadang bersinar, kadang pula meredup tetapi tetap dirindui orang. Mungkin pula selembut air yang mengalir, memberi sejuta makna kehidupan dan tempat orang kembali mencari kehidupan. Atau semalang lilin yang memberikan sinar dalam kegelapan tetapi ia sendiri membakar diri. Ataukah menjadi sesuatu yang keberadaannya tidak diinginkan orang lain. Cukuplah semua menjadi muhasabah tempat kembali untuk menakar sebarapa dekat diriku dengan Rabbku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya apabila Allah mencitai seorang hamba, maka dia memanggil Jibril seraya berfirman, "Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia". Beliau bersabda, "Maka Jibril mencintainya. Kemudian Jibril memanggil (penghuni langit) di langit, lalu berkata, "Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia". Maka penghuni langit mencintainya. Beliau bersabda, "Kemudian di bumi ia diterima". Apabila Allah membenci hamba, maka Dia memanggil Jibril seraya berfirman, "Sesungguhnya Aku membenci Fulan, maka bencilah ia". Lalu ia di benci oleh Jibril. Kemudian Jibril memanggil penghuni langit, "Sesungguhnya Allah membenci Fulan, maka bencilah kamu sekalian terhadapnya". Beliau bersabda, "Kemudian ia di bumi dibenci oleh orang-orang" (Hadits ditakhrij oleh Imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;“Setiap diri kita berkewajiban menanam dan mempersubur benih cinta dan mencintai di kalangan sesama anggota serta memperkuat persaudaraan karena Allah. Agar setiap hati dan jiwa menyatu dalam ikatan aqidah. Karena aqidah adalah ikatan yang paling teguh dan bernilai. Perlu disadari bahwa persatuan adalah lambang kekuatan. Tidak akan ada kesatuan tanpa cinta. Cinta yang paling rendah adalah kelapangan dada dan berbaik sangka kepada saudaranya, sedangkan derajat yang paling tinggi adalah mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri” (Musthafa Mansyhur)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya engkaulah yang menjadi orang yang paling bermakna bagi diriku.. Beri aku ilmu tentang diriku...[]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-5356546917902102213?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/5356546917902102213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=5356546917902102213' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5356546917902102213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/5356546917902102213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/01/menakar-kebermaknaan-diri.html' title='Menakar Kebermaknaan Diri'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-536559742271380729</id><published>2009-01-05T03:01:00.000-08:00</published><updated>2011-07-14T18:33:10.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair Sederhana'/><title type='text'>Menjadi Lintang</title><content type='html'>Untuk hatiku yang pernah terluka&lt;br /&gt;Untuk hatiku yang pernah kecewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lalaiku&lt;br /&gt;Karena futurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk setiap hati yang pernah terluka&lt;br /&gt;Untuk setiap hati yang pernah kecewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lidahku&lt;br /&gt;Karena sikapku&lt;br /&gt;Karena egoku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi..&lt;br /&gt;Izinkan aku kembali kepada-Mu&lt;br /&gt;dengan segenap diri dan jiwaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak menjadi lilin&lt;br /&gt;Agar tidak menjadi benalu&lt;br /&gt;Tapi, menjadi lintang&lt;br /&gt;yang bersinar dan menyinari kelam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-536559742271380729?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/536559742271380729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=536559742271380729' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/536559742271380729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/536559742271380729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/01/menjadi-lintang.html' title='Menjadi Lintang'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-4715232129936052432</id><published>2009-01-03T04:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T01:40:17.754-08:00</updated><title type='text'>Rupiah Yang Terbuang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kepingan rupiah itu dibiarkan jatuh dan hanya butuh satu detik untuk meliriknya dan memutuskan tidak mengambilnya kembali. Mungkin itu yang sering dilakukan oleh orang-orang saat mendapati uang recehannya jatuh, mengikhlaskan begitu saja tanpa meninggalkan hukum yang jelas atasnya. Baginya seratus, dua ratus atau kepingan uang ratusan yang lain tidak berarti, tetapi mereka melupakan nilainya di mata seorang pengemis jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kecil “genjrang-genjreng” menyanyi dengan suara serak diusirnya secara halus. Padahal, mereka sadar bahwa bukan uang puluhan ribuan atau ratusan ribu yang orang-orang jalanan cari dan atau meminta. Tetapi, sekedar uang recehan yang tercecer di saku celana para pejalan kaki, pengendara motor atau orang lain yang ditakdirkan rezeki berlebih dari Tuhan. Tidak bermimpi mereka mendapatkan uang banyak-banyak karena mereka adalah manusia biasa yang bisa berpikir atas ketidakberartian pekerjaan yang mereka jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang recehan-recehan yang tercecer itu berharap tertimbun di saku celana yang kempes. Tetapi, orang-orang itu terus berpikir bahwa dengan memberi uang padanya akan membuat orang-orang miskin menjadi malas. Begitu sempit pemikiran orang-orang yang mengaku berpendidikan tinggi itu. Siapa yang ingin menjadi pengemis, pemulung, atau berlabel miskin? Atau mereka mengeluh karena banyaknya orang-orang miskin yang hidup di dunia ini. Tetapi, mereka juga harus ingat bahwa orang-orang miskin tidak pernah menyesal dengan pertambahan jumlah orang kaya dadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Tuhan telah bertindak adil, dijadikan oleh-Nya manusia-manusia, ada yang kaya dan ada yang miskin? Tuhan hanya ingin melihat hamba-hamba-Nya mampu bersyukur dengan berbagi. Kewajiban yang dilupakan dengan sengaja. Mereka lebih suka menggelengkan kepala (menolak, pen) daripada memberi sekeping atau dua keping uang receh untuk menyambung kehidupan orang-orang miskin. Mereka juga tidak sadar bahwa orang-orang miskin itu kemarin telah melihat fotonya terpampang di koran yang mereka jual. Dengan sedikit kemampuan mengeja huruf sebelum putus sekolah, tulisan-tulisan koran telah mengabarkan kepadanya bahwa mereka sangat peduli dengan kemiskinan. Ah, begitu sombongnya mereka terhadap diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin tidak identik dengan mengemis atau meminta, tetapi diantara orang miskin itu ada yang terus berusaha bekerja tanpa meminta belas kasihan orang. Hanya saja penghasilan mereka tidak mampu menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi atau bahkan sekadar membelikan susu untuk balita dalam dekapannya. Entah mengapa barang dagangannya hanya terjual sedikit padahal sudah ada pelayanan mengantar hingga di hadapannya? Tetapi, kendaraan-kendaraan yang mereka tumpangi lebih nyaman berhenti di agen koran besar untuk membeli koran serupa. Selisih seratus hingga dua ratus perak saja mereka kejar. Lagi-lagi anak-anak itu termangu dalam diam dan menatap lekat-lekat kendaraan yang lalu lalang sambil berbisik, ”kali ini gagal lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat kebaikan dalam hati manusia-manusia itu hanya mampu ditimbun hingga menggunung. Padahal, setiap detik waktu berjalan orang-orang miskin terus berpikir akan ketidakpastian nasib yang akan dijalani esok hari. Tidak adakah sedikit tindakan nyata yang bisa mereka lakukan untuk penuhi tuntutan naluri kemanusiaannya? Tidakkah mereka ingin saudara-saudaranya bangkit dari jeratan kemiskinan? Atau mereka tidak tahu apa yang bisa dan harus mereka lakukan serta hanya membiarkan uang recehannya jatuh di pinggir-pinggir jalan? Orang-orang miskin itu hanya menatap heran dan melirik sekilas recehan-recehan yang tercecer. Andaikan uang itu terasa halal baginya, pasti sudah bisa termanfaatkan untuk hidup. Mereka berlalu dan segera bersemangat kembali menjemput rezeki Tuhan, menjual suara, koran, jasa mengelap kendaraan atau memilih dan memilah sampah-sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja setiap orang yang ingin mencari berita aktual dan terbaru membeli koran dari anak-anak jalanan, bukankah itu satu tindakan kecil untuk mengurangi tingkat kemiskinan? Setelah usai baca, mereka berikan koran-koran bekas pada pemulung untuk dijual kembali tanpa meminta imbalan. Bukankah hal ini dapat pula dikata, uang yang mereka keluarkan untuk membeli koran telah berlipat ganda menyalurkan rezeki Tuhan pada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja uang recehan, sisa jasa parkir, mereka berikan pada salah satu dari pengemis, pengamen jalanan atau jasa pengelap kendaraan, bukankah itu juga melegakan hati bahwa mereka akan makan hari ini? Merentas kemiskinan tidak harus dilakukan dengan konsep-konsep yang besar karena pada akhirnya hanya sekedar menjadi janji, ucapan atau tulisan di media massa saja. Bertindak akan menjadi lebih terasa sebagai kontribusi nyata daripada harus menunggu tiba masanya merealisasikan konsep pemberantasan kemiskinan secara bersama-sama. Meskipun sedikit yang bisa dilakukan, tidak ada peluang untuk berpikir berulang kali mengurangi tingkat kemiskinan negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-4715232129936052432?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/4715232129936052432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=4715232129936052432' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4715232129936052432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/4715232129936052432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2009/01/rupiah-yang-terbuang.html' title='Rupiah Yang Terbuang'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3898743651182861887</id><published>2008-12-10T03:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T03:02:56.705-08:00</updated><title type='text'>Obama Harapan Seluruh Dunia, benarkah?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menengok kembali kemenangan Obama dari pesta demokrasi Amerika, Obama sukses meraup &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;349 electoral votes&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; dan mengalahkan 14 capres lawannya. Strategi kampanye yang telah dilakukannya cukup progressif dalam pemanfaatan media. Peran internet ia manfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan kampanye. S&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;emua jejaring sosial, situs, facebook, friendster, twitter, myspace, youtube, digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pendukung dan menjadi alat bagi pengumpulkan donasi bagi kampanye-kampanyenya&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. Tidak heran penggunaan internet sangat diutamakan karena &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;71,9 persen atau 218,3 juta dari 303,8 juta penduduk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; (catatan InternetWorldStats sampai November 2007) menggunakan internet&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="EN-GB"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahkan internet merupakan bagian utama kehidupan politik Amerika akhir-akhir ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Strategi ini telah sukses mendulang suara, tidak hanya masyarakat Amerika Serikat saja yang terbius oleh kampanye – kampanyenya, tetapi sebagian besar masyarakat dunia memiliki harapan akan dinobatkannya sosok yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;memiliki pandangan demokratis bersifat universal&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; ini sebagai presiden Amerika Serikat ke – 44.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saat senator Illionis ini menang telak dari lawan – lawannya, terasa dunia bersorak menyambut kemenangan Obama. Saat &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Amerika Serikat telah memutuskan untuk mengubah sejarah dalam perjalanan negaranya&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, benarkah sepenggal sejarah beberapa saat yang lalu menjadi bagian dari harapan seluruh dunia? Apa yang menjadi sebab dunia bergantung pada presiden pertama berkulit hitam di Amerika Serikat ini? Boleh jadi gegap gempitanya dunia merupakan sebuah ekspresi lega (&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;KH.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;A. Mustofa Bisri&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;). S&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;ela&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ma ini dunia sedang mengalami demam berat akibat kerakusan penguasa dan kekejaman tirani. Semua orang mampu membaca bagaimana kinerja kepemimpinan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; George W Bush yang -entah bagaimana bis&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;a- &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;dua&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; periode &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;menjadi presiden&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;rogansinya telah melahirkan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;atau menyuburkan dendam &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;serta &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;kebencian dimana-mana. Sikap ngawurnya telah mengembangbiakkan terorisme&lt;br /&gt;dunia&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, bahkan hampir seluruh penduduk dunia mengatakan bahwa Bush itu sendirilah sang pelaku terorisme. Terpilihnya Obama menjadi presiden setidaknya telah menurunkan demam dunia yang telah lama diderita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Terlepas dari itu semua, harapan itu kini berada di tangan seorang Obama yang katanya pernah dua tahun tinggal di Indonesia. Bisa jadi itulah yang membuat orang – orang Indonesia bersorak gembira. Saat negara – negara lain menyoroti akan pidato dan perjalanan kampanye Obama serta komitmennya, Indonesia ramai mengkaji masa kecil Obama yang pernah tinggal dua tahun di negeri ini. Entah menjadi sebuah kebanggaan bahwa Obama pernah tinggal di Indonesia atau hanya sekedar pencarian topik media yang menginginkan komersialisasi informasi. Namun, pada kenyataannya hanya sedikit masyarakat kita yang peduli akan perjalanan politik Barrack Obama ketimbang penelusuran kisah masa kecil Obama selama dua tahun tinggal di Indonesia. Itulah sisi lain dari masyarakat Indonesia dalam menanggapi masalah perpolitikan negeri adidaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidakkah bangsa Indonesia ingin mengkaji lebih jauh akan proses keberlangsungan pesta demokrasi di Amerika Serikat? Pilpres Amerika tahun ini diikuti oleh 130 juta pemilih dan menjadi catatan terbesar dalam sejarah Amerika. Menjadi satu hal yang menarik dari proses pemilihan umum di Amerika Serikat adalah jiwa besar dari kandidat dan pendukungnya. Yang kalah mengakui kemenangan dan mensupport yang menang, sedangkan yang menang merangkul yang kalah, sungguh indah demokrasi yang terjadi di Amerika Serikat. Itulah poin – poin yang tentunya harus kita kaji sehingga tidak akan pernah ada ribut-ribut dalam pemilihan kepala daerah atau mungkin presiden nantinya. Kesuksesan pesta demokrasi Amerika &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak lepas dari pengaruh Barack Obama yang memiliki talenta luar biasa di mata publik. Seorang Obama yang muda dan sederhana, tetapi memiliki pandangan demokratis yang bersifat universal. Sosok diharapkan oleh dunia mampu menyatukan dan mengubah amerika serikat menjadi negara adidaya seperti masa presiden Clinton, bukan sebagai negara yang suka peperangan seperti masa Presiden Bush. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tantangan dan beban yang diberikan kepada Barack Obama sekarang ini adalah &lt;span style="color: black;"&gt;mengatasi &lt;a href="http://www.jualanbuku.com/2008/09/30/krisis-ekonomi-amerika-serikat-mengapa/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;krisis ekonomi Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, mau tidak mau &lt;a href="http://www.jualanbuku.com/2008/10/12/krisis-amerika-sebuah-analisa/"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;krisis yang terjadi di Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; telah berdampak pada perekonomian di dunia. &lt;/span&gt;Tiga isu utama yang diangkat Barack Obama saat masa kampanye, yaitu penghentian perang Irak, peningkatan kebebasan energi, dan penyediaan perawatan kesehatan menyeluruh akan dibuktikan selama empat tahun mendatang. Akankah Barack Obama mampu melakukannya dan mengatakan seperti video klip yang ditayangkan di YouTube, “Yes We Can”? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                              &lt;/span&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                              &lt;/span&gt;www. cahayasurya.wordpress.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Barack_Obama"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Barack_Obama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                              &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;adhikusumaputra.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3898743651182861887?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3898743651182861887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3898743651182861887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3898743651182861887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3898743651182861887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2008/12/obama-harapan-seluruh-dunia-benarkah.html' title='Obama Harapan Seluruh Dunia, benarkah?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-8232135692507002038</id><published>2008-10-22T06:03:00.000-07:00</published><updated>2009-01-27T01:32:41.161-08:00</updated><title type='text'>Kompetisi Iman</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Dunia ini terasa semakin panas, entah&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;dampak&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; global&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;warming&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; ataukah akibat tingkah manusia yang semakin menjadi – jadi merusak segalanya. Tidak ada yang mau disalahkan dan haruskah kita menyalahkan alam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Barangkali kita harus berani membuka mata lebar – lebar dan berpikir jernih menemukan rahasia alam. Semua wacana telah berbicara dan sejuta penelitian telah membuktikan akan pemanasan global. Sebuah pertanyaan besar yang hadir, bagaimana kerusakan alam bisa terjadi? Telahkah pertanyaan itu terjawab dan benarkah kerakusan manusia akan dunia telah merusak dunia itu sendiri. Bukankah mereka sadar bahwa satu – satunya planet yang bisa dihuni hanyalah bumi, tetapi mengapa mereka tetap merusaknya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Manusia lahir bersama dengan karakteristik dan naluri yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, termasuk nafsu. Itulah potensi yang dititipkan Allah kepada seluruh hamba – Nya, berkapasitas sama dan semuanya punya. Tetapi, pada kenyataannya tidak semua orang mampu mengolahnya dalam kerja – kerja besar. Artinya, setiap orang mempunyai cara sendiri – sendiri dalam mengembangkannya dan bahkan ada yang menyalahgunakannya saat dia berhasil menguasai segalanya karena terasahnya potensi.Di lain pihak, tak jarang pula kemalasan merajai hingga akibatnya menjadikan ketumpulan akal – potensi dan tak ada karya yang bisa dihasilkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Itulah nafsu (baca: potensi), tidak punya mata dan tidak punya hati tetapi bisa diarahkan. Naluri manusia yang akan bicara dan hati yang akan menimbang – nimbang, akankah ia diarahkan untuk kemashlahatan umat ataukah untuk kepentingan perut pribadi. Manusia dihadapkan pada pilihan, kejernihan hati diuji dan keistiqamahan diri diaplikasikan. Kejernihan hati akan mengantarnya mengingat keberadaan Allah, pilihannya hanya satu, “kecerdasan dan keahlianku untuk umat, kuabdikan diri hanya untuk Allah, Rasul – Nya, keluarga dan umat”. Sebaliknya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;bashirah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; (mata hati, pen) yang sengaja ditutup rapat – rapat menginginkan nafsunya berada dalam kedamaian dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Adalah pemilik kejernihan hati begitu sadar akan tugasnya telah bertambah satu, akankah dunia ini terkuasai orang – orang yang hanya menginginkan kesejahteraan sesaat dan sengaja melalaikan keabadiaan akhirat? Mampukah sisa – sisa potensi mengajak pemikir – pemikir dunia kembali ke jalan surga? Kesadaran mereka mengatakan bahwa hal yang bodoh jika keimanan ini hanya ada di hati pribadi. Kesendirian tidak akan mampu mengubah seluruh kerusakan untuk kembali pada kesucian nurani dan kembali lingkungan patuh pada hukum alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Penggabungan diri dalam kerja jama’ah telah ia sadari secara penuh untuk mengatasi problematika umat yang begitu kompleks. Kelebihan – kelebihan yang ada dalam diri, akal dan kemampuan dicurahkan untuk menemukan hal – hal baru, terobosan – terobosan mutakhir yang selalu mengikuti perkembangan peristiwa namun tidak pernah melampaui batas – batas yang telah ditetapkan Allah. Semua tertuang dalam kerja – kerja dakwah yang sistematis dan rapi. Kebutuhan umat terpenuhi dan keshalihan umat akan tercapai, entah ia sendiri mengalami kejayaan itu ataukah melihatnya di tempat terbaik di sisi Rabb-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kerja dakwah, hanya orang – orang yang mempunyai keteguhan hati yang dapat bertahan. Sekali tergoda dengan manisnya dunia, saat itulah berakhir perjalanannya, perkecualian jika Allah berkehendak memberinya ni’mat kesempatan untuk kembali. Mengapa ada yang mampu bertahan tetapi ada juga yang memilih hengkang dari pertarungan? Lagi – lagi sebuah pilihan yang dihadapi umat Muhammad. Siapa yang masih berpikir bahwa jalan dakwah itu penuh keni’matan, wilayah dakwah adalah wilayah aman dan ladang dakwah adalah ladang yang subur? Bersiaplah kembali ke pangkuan orang – orang tercinta yang senantiasa memberikan cinta semu dan tiada pernah punya arti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Karakter dakwah adalah keras, penuh ujian, sarat godaan dan tak henti – hentinya persoalan. Problematika umat selalu berkembang selaras dengan perkembangan modernisasi, semakin kompleks dan bertambah banyak.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Tetapi, bukan berarti semua persoalan itu tidak dapat terselesaikan. Arus permasalahan begitu kuat dan jika setiap diri tidak mempunyai pertahanan maka bersiaplah untuk ikut hanyut bersama arus. Kesendirian akan sangat memudahkan diri terbawa arus, tetapi jika ada banyak tangan yang memegang erat – erat untuk berani melawan arus maka sedikit kemungkinan untuk ikut hanyut bersamanya. Dan bahkan yang ada adalah akan menjinakkan arus dan menjernihkan airnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Itulah keniscayaan sebuah kerja jama’ah. &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt; ukhuwah yang terbentuk, ada orang – orang yang menguatkan diri, ada pemikiran – pemikiran yang sejalan dengan ide – ide kita dan ada realisasi program – program di &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;. Satu lagi yang paling penting adalah ada kompetisi iman. Orang – orang dalam barisan teratur lagi kokoh itu pilihan Allah, ada keimanan di hati mereka , ada prestasi di tangan mereka dan ada ibadah di setiap amal mereka. Tanpa harus melontarkan kata – kata untuk mengajak berbuat baik, melihatnya saja menjadikan diri berpikir, “bukankah seperti itu seharusnya dalam ketaatan pada Allah?”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Sepanas apapun suhu bumi, sepanas apapun permasalahan umat, ada keoptimisan dalam bergerak, ada kekuatan tambahan dalam menyelesaikannya. Bukan hanya saleh pribadi yang diraih, tetapi kesalehan umat pun kembali menyejukkan bumi. Alam kembali pada titah-Nya dan manusia tak pernah lalaikan Rabb-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;“Dan yang mempersatukan hati mereka, orang – orang yang beriman, walaupun kamu membelanjakan seluruh kekayaan yang berada di muka bumi, niscaya kamu tidak akan pernah mampu mempersatukan hati mereka. Sesunggungnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-8232135692507002038?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/8232135692507002038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=8232135692507002038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8232135692507002038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/8232135692507002038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2008/10/kompetisi-iman.html' title='Kompetisi Iman'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-3369426591003388567</id><published>2008-10-21T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-01-27T01:56:51.390-08:00</updated><title type='text'>Satu lagi iLmu</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ccffff;"&gt;Hari itu, ragu...jadi dateng ga', dateng ga'...???? Upz,, tapi laporan masih belum jadi n tugas2 masih numpuk, tapi gpplah, ntar juga temu hikmahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ccffff;"&gt;diskusi yang panjang tapi asyik juga. Pikiran lumayan berkembang setelah sekian lama statis, mandeg dan stagnan. Ugh...&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-3369426591003388567?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/3369426591003388567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=3369426591003388567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3369426591003388567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/3369426591003388567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2008/10/satu-lagi-ilmu.html' title='Satu lagi iLmu'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-1103899441036258463</id><published>2008-10-07T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-01-27T02:02:12.489-08:00</updated><title type='text'>Apa kabar Ramadhan?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ccffff;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terhitung, sudah tujuh hari (saat aku menulis sekarang ini) Ramadhan 1429 H meninggalkan aku dalam kesendirian. Akankah diri ini mampu pertahankan nuansa ibadahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sayangnya Engkau padaku meski hari - harinya sering terlalaikan. Takdir-Mu masih menyempatkan umur ini cukup untuk menyelesaikannya. Sangat jauh dari baik apalagi yang terbaik yang dapat aku sembahkan untuk-Mu. Oh Ramadhanku... Terlalu sadar diri ini dapat merasakan banyak sekali kekurangan saat harusnya bisa memanfaatkan penuh moment Ramadhan, tetapi diri ini juga terlalu lalai untuk bangkit kembali dari rasa kemalasan, kefuthuran atau kemunduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntungnya diri ini atas ni'mat yang Kau limpahkan padaku. Ada orang - orang yang selalu mendo'akan, menyemangati dan menyemangati. Rasa syukur itu semoga selalu dapat kusembahkan pada-Mu lewat amal baikku, meski lupa selalu mengintai, merajai dan menenggelamkan diri dalam kesenangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah,, hamba-Mu ini telah dzolim pada diri sendiri. Ramadhan adalah bulan manajemen waktu terbaik, bulan evaluasi diri yang terbaik. Apakah ibadahku senilai dengan hikmah Ramadhan yang Kau berikan padaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah... Ramadhan tahun ini telah beriku banyak hikmah. Di akhirnya, Engkau pertemukan aku dengan orang - orang tercinta di jalan ini hingga kami menutupnya dengan nuansa ukhuwah-Mu yang indah. Akhir Ramadhan yang penuh ilmu baru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah... Sampaikan salamku untuk Ramadhan yang sedang menunggu di pintu Ar-Rayyan, "Apa Kabar Ramadhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodohnya diri ini yang belum mampu mensyukuri ni'mat dengan optimalisasi amal di bulan Ramadhan.. Beri aku ilmu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-1103899441036258463?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/1103899441036258463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=1103899441036258463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/1103899441036258463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/1103899441036258463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2008/10/apa-kabar-ramadhan.html' title='Apa kabar Ramadhan?'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-2151972638741354579</id><published>2008-10-07T01:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T08:48:53.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Nulis'/><title type='text'>Biarkan Pena Ini Lantangkan Kebenaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-small;"&gt;Apakah ada yang harus kutuliskan lewat pena ini? Dan pantaskah dibaca oleh orang selain diriku? Tetapi aku merasa dan sepenuhnya sadar bahwa aku harus menuliskan tentang sesuatu. Ini bukan sebuah tuntutan tetapi adalah kewajiban. Ku berfikir akan semua itu saat mencoba membuka mata dan mempelajari semua wacana yang ada. Dan kepekaan dalam diri ini benar-benar diuji. Mampukah melihat kebenaran atau hanya sebuah kebohongan? Apa yang sedang terjadi di dunia tak seperti apa yang tertulis dan terbaca di media. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-small;"&gt; &lt;br /&gt;Kadang aku berpasrah dan membiarkan diriku hanya sebagai seorang penonton sandiwara yang sedang dimainkan oleh lakon-lakon yang tak pernah tak mengindahkan naskah aslinya. Ketika moral anak-anak bangsa mulai mengalami degradasi dan para orang tua pun mendukung apa yang seharusnya terlarang. Dan ternyata kudapati diriku hanya diam terpana dan sekadar mengelus dada sambil berkata, “Innalillahi wa innailaihi roji’un..” dan akhirnya pasrah dengan berucap, “Lahaula wala kuwata illa billah”. Terkadang akupun menyalahkan diriku sendiri, ”bodoh..!!” Diriku tidaklah lain hanyalah seorang pecundang yang hanya mampu bermain dengan imajinasi-imajinasi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan menjadi sebuah proyek besar untuk membangun sebuah peradaban baru, peradaban yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Dan ketika para mujahid telah mengangkat penanya maka tinggallah menunggu terjadinya revolusi zaman. Misi mereka adalah sebuah perlawanan. Tangan mereka akan membunuh pemikiran-pemikiran bodoh dan mengguncangkan hati jutaan orang, tak hanya satu atau dua orang. Goresan pena akan membuat sebuah perubahan besar. Banyak sejarah telah membuktikan akan kekuatan sebuah tulisan. Dimana terbangun atau runtuhya sebuah peradaban berawal dari tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah aku baca, Kaisar Prancis yang masyhur, Napoleon Bonaparte lebih takut pada pena para penulis ketimbang ribuan bayonet musuh yang terhunus. Dan yang lebih dahsyat lagi tahun 1896 keluar sebuah buku berbahasa Jerman dengan judul Der Judenstaat. Buku ini dikarang oleh Theodore Hertzl. Dari buku inilah yang menjadi inspirasi jutaan orang Yahudi di dunia untuk membangun sebuah negara rasis, Yahudi Raya, atau lebih dikenal dengan Israel. Sebuah tulisan tidak hanya mampu melahirkan revolusi tetapi sekaligus sebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi terbang dalam angan dan semakin larut dalam mimpi, membuat kaki ini semakin berat untuk melangkah. Terlintas dalam fikiran akan kebusukan para pelakon berita yang menjadikan geram dalam hati. Seakan mulut ini kaku tak mampu menyuarakan lagi kebenaran. Masyarakat secara umum telah termakan rekayasa informasi dan membuat kebenaran sebuah berita ter-frame dalam sudut pandang yang salah. Sekilas teringat pada semboyan salah seorang wartawan yang mengatakan ’Bila mulut dibungkam, maka pena harus bicara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir semboyan itu memang harus benar-benar diterapkan pada saat sekarang. Aku ingin berteriak kepada mereka bahwa semuanya adalah bohong, tetapi aku sadar, aku tak mampu melakukannya. Bibirku serasa terkatup dan enggan untuk berbicara. Buatku inilah yang menggerakkan tangan untuk menggoreskan pena ataupun memencet tombol-tombol keyboard, merangkai kata-kata dan menuliskan segala apa yang ingin kuteriakkan kepada semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang membuatku ingin menorehkan tinta di atas kertas, menulis akan menjadi sebuah ladang amal jika aku menuliskan kembali ayat-ayat-Nya untuk mengajak saudara muslim lain saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Menulis menjadi sebuah tantangan lebih berat dibanding dengan menyampaikan (berdakwah, pen) secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah beban yang harus aku pertanggungjawabkan saat kumulai menggoreskan kalam-kalam-Nya. Berkali-kali Alloh telah mengingatkan, ’sangatlah dibenci di sisi Alloh jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan’. Tetapi bukankah terlalu egois ketika manusia hanya ingin menjadi sholih untuk dirinya sendiri. Dan dia telah mengetahui bahwa informasi yang tersebar di masyarakat adalah kebohongan terlebih informasi tentang dunia Islam yang benar-benar terbungkam oleh permainan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia telah dipenuhi ketidakadilan, kebohongan dan kerusakan. Media terkuasai oleh orang-orang yang takut akan perkembangan Islam. Berbagai tuduhan dan fitnah tak dapat terelakkan lagi. Buruknya sebagian besar umat Islam percaya akan berita yang tersebar. Dan masihkah ada waktu untuk berpangku tangan, duduk bersandar menonton sebuah sandiwara kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya pena-pena mujahid lantangkan kebenaran dan ayat-ayat-Nya. Potensi tulisan akan lebih besar pengaruhnya dibanding dengan teriakan-teriakan yang hanya menguras energi tetapi tak sedikit orang mengerti apa yang sedang dilakukannya. Ujung-ujungnya media mengatakan ada demonstrasi, perlawanan dan ancaman dari pihak garis keras. Tidak harus berteriak, sekadar mengatakan secara personal saja dianggap aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sebuah tantangan besar ketika harus melawan kedzaliman kekuasaan, baik itu lisan ataupun tulisan. Tapi kaki-kaki para pejuang takkan surut ke belakang karena mereka sedang mempunyai proyek besar, memperjuangkan kaum tertindas dan kembali membungkam mulut-mulut kaum pecundang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-small;"&gt;Sejarah telah berbicara maka apa yang masih menjadi pertimbangan dalam hati. Memang setiap kata yang ditulis harus dipertanggungjawabkan. Tetapi aku benar-benar yakin, ini adalah sebuah misi besar untuk kembali memancarkan cahaya keabadian. Dan Allah telah berjanji, kebenaran akan memperoleh kemenangan dan sebuah kebusukan yang ditimbun sedalam apapun akan tercium baunya juga. Maka biarkanlah goresan pena ini lantangkan kebenaran dan ayat-ayat Tuhan saat bibir ini beku hanya untuk sekadar mengatakan ’Islam cinta kedamaian’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-2151972638741354579?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/2151972638741354579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=2151972638741354579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2151972638741354579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/2151972638741354579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2008/10/biarkan-pena-ini-lantangkan-kebenaran.html' title='Biarkan Pena Ini Lantangkan Kebenaran'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6397773686574881347.post-671916779667061329</id><published>2008-04-08T23:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T21:29:42.283-07:00</updated><title type='text'>Terbaik untuk semua Insan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hidupku ada di tanganku. Semua yang kuperoleh sampai saat ini terjadi karena takdir yang kuciptakan sendiri. Allah bertitah, "Aku tidak akan mengubah suatu kaum hingga kaum itu mengubah nasibnya sendiri". Otak yang berfikir, hati yang meredhoi dan tangan yang mengubah. Tapi, semua dapat kugerakkan berawal dari niatan. Ia-lah api, penyala obor semangat. Tak jarang pula menjadi tabir,penutup rahmat dan menjauhkan pahala yang seharusnya bisa kuraih saat semua yang kuinginkan tercapai. Aku hanya berfikir, itu adalah normal, kadang bisa berfikir jernih hingga niat pun terbilang karena-Nya. "Ah..bodoh!!" aku bilang. Tanpa peduli, kutinggalkan semua, toh semua sudah diusahakan.&lt;br /&gt;Dan saat yang dinantikan tiba, semua yang telah diikhtiarkan terjawab sudah. Selama ini hanya aku temukan dua jawaban,&lt;br /&gt;"Buah dari ketidakseriusan dan niat yang buruk adalah kegagalan. Tidak perlu ada air mata yang menetes, tetapi perubahan besar yang harus aku lakukan!! Jika ada sebuah kesuksesan, maka itu adalah keringat yang diredhoi oleh Yang Maha KUasa".&lt;br /&gt;Tidak ada keraguan sedikitpun tentangnya. Tidak ada kejadian yang terjadi selain dari apa yang diusahakan. Siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan mendapatkannya.&lt;br /&gt;Jika ada kesuksesan tanpa usaha yang berarti, mungkinkah itu terjadi?&lt;br /&gt;Hingga saat ini, teori itu belum dapat aku terima. Bukankah, hanya akan ada reaksi jika kita ciptakan aksi? Orang bilang teori Newton ke tiga itu sudah tumbang, tapi buatku ia masih berlaku dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Entah bagaimana yang terjadi pada orang lain, aku berpikir, mereka punya cara berpikir sendiri. Jika ada yang mengatakan, "aku bernasib baik, tapi aku tidak pernah mengusahakannya", pendapatku menyanggah, "Ia telah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk tidak mengecewakan-Nya saat menerima ni'mat itu".&lt;br /&gt;"Tuhan..&lt;br /&gt;beri aku keputusan-Mu sesuai dengan kerja kecil tanganku ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks for my God, my Guide, Alloh...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6397773686574881347-671916779667061329?l=rhienadhewy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/feeds/671916779667061329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6397773686574881347&amp;postID=671916779667061329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/671916779667061329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6397773686574881347/posts/default/671916779667061329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rhienadhewy.blogspot.com/2008/04/terbaik-untuk-semua-insan.html' title='Terbaik untuk semua Insan'/><author><name>Rina Dewi Mayasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02785382628514157373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-Or0KogHCqEc/TwGB01f9FYI/AAAAAAAAAJM/Yu_4ZRR_m2M/s220/DSC08482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
